<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WHO: Ada Skandal dalam Kesenjangan Vaksin Covid-19 Global</title><description>Menurut data WHO terkini, kesenjangan global paling terlihat ada di Afrika.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/14/18/2501574/who-ada-skandal-dalam-kesenjangan-vaksin-covid-19-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/14/18/2501574/who-ada-skandal-dalam-kesenjangan-vaksin-covid-19-global"/><item><title>WHO: Ada Skandal dalam Kesenjangan Vaksin Covid-19 Global</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/14/18/2501574/who-ada-skandal-dalam-kesenjangan-vaksin-covid-19-global</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/14/18/2501574/who-ada-skandal-dalam-kesenjangan-vaksin-covid-19-global</guid><pubDate>Minggu 14 November 2021 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/14/18/2501574/who-ada-skandal-dalam-kesenjangan-vaksin-covid-19-global-soerlOXhOV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: Antara/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/14/18/2501574/who-ada-skandal-dalam-kesenjangan-vaksin-covid-19-global-soerlOXhOV.jpg</image><title>Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: Antara/Reuters)</title></images><description>ANKARA &amp;ndash; Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Jumat (12/11) mengatakan bahwa kesenjangan dalam distribusi dan akses vaksin Covid-19 di seluruh dunia &quot;menjadi sebuah skandal yang harus dihentikan sekarang.&quot;

&quot;Setiap hari ada enam kali lipat (vaksin) booster yang diberikan secara global dibanding dosis pertama di negara-negara berpenghasilan rendah,&quot; kata Tedros saat konferensi pers, Jumat (12/11).
Menurut data WHO terkini, kesenjangan global paling terlihat ada di Afrika, yang baru 6 persen dari populasinya mendapatkan vaksin lengkap.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;WHO: Eropa Pusat Pandemi Covid-19 Meskipun Persediaan Vaksin Banyak
WHO juga sedang bergelut dengan krisis Covid-19 baru di Eropa. Hampir 2 juta kasus baru tercatat dalam sepekan terakhir, sehingga menjadi catatan yang tertinggi dalam sepekan sejak awal pandemi di benua tersebut.

Badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu berencana memvaksin 40 persen populasi di setiap negara hingga akhir 2021. Namun, pihaknya menyebutkan bahwa perlu 550 juta dosis tambahan untuk memenuhi target tersebut.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;WHO: Eropa Jadi Episentrum Pandemi Covid-19</description><content:encoded>ANKARA &amp;ndash; Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Jumat (12/11) mengatakan bahwa kesenjangan dalam distribusi dan akses vaksin Covid-19 di seluruh dunia &quot;menjadi sebuah skandal yang harus dihentikan sekarang.&quot;

&quot;Setiap hari ada enam kali lipat (vaksin) booster yang diberikan secara global dibanding dosis pertama di negara-negara berpenghasilan rendah,&quot; kata Tedros saat konferensi pers, Jumat (12/11).
Menurut data WHO terkini, kesenjangan global paling terlihat ada di Afrika, yang baru 6 persen dari populasinya mendapatkan vaksin lengkap.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;WHO: Eropa Pusat Pandemi Covid-19 Meskipun Persediaan Vaksin Banyak
WHO juga sedang bergelut dengan krisis Covid-19 baru di Eropa. Hampir 2 juta kasus baru tercatat dalam sepekan terakhir, sehingga menjadi catatan yang tertinggi dalam sepekan sejak awal pandemi di benua tersebut.

Badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu berencana memvaksin 40 persen populasi di setiap negara hingga akhir 2021. Namun, pihaknya menyebutkan bahwa perlu 550 juta dosis tambahan untuk memenuhi target tersebut.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;WHO: Eropa Jadi Episentrum Pandemi Covid-19</content:encoded></item></channel></rss>
