<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penguin Langka Tersasar 3.000 Km, Ditemukan di Selandia Baru</title><description>penguin jenis Ad&amp;eacute;lie (Pygoscelis adeliae) memiliki habitat asli di Antartika.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/15/18/2502006/penguin-langka-tersasar-3-000-km-ditemukan-di-selandia-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/15/18/2502006/penguin-langka-tersasar-3-000-km-ditemukan-di-selandia-baru"/><item><title>Penguin Langka Tersasar 3.000 Km, Ditemukan di Selandia Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/15/18/2502006/penguin-langka-tersasar-3-000-km-ditemukan-di-selandia-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/15/18/2502006/penguin-langka-tersasar-3-000-km-ditemukan-di-selandia-baru</guid><pubDate>Senin 15 November 2021 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/15/18/2502006/penguin-langka-tersasar-3-000-km-ditemukan-di-selandia-baru-2i7PUt46CE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pingu ditemukan Harry Singh di Christchurch, Selandia Baru, jauh dari habitat aslinya. (Foto: Harry Singh)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/15/18/2502006/penguin-langka-tersasar-3-000-km-ditemukan-di-selandia-baru-2i7PUt46CE.jpg</image><title>Pingu ditemukan Harry Singh di Christchurch, Selandia Baru, jauh dari habitat aslinya. (Foto: Harry Singh)</title></images><description>CHRISTCHURCH &amp;ndash; Seekor penguin jenis Ad&amp;eacute;lie (Pygoscelis adeliae) ditemukan di Selandia Baru setelah tersasar lebih sekira 3.000 kilometer dari habitat aslinya di Kutub Selatan. Penguin itu ditemukan oleh Harry Singh saat dia dan istrinya sedang berjalan-jalan di pantai kawasan Birdlings Flat, 45 kilometer sebelah selatan Kota Christchurch, Selandia Baru.
&quot;Pertama saya mengira itu boneka. Tapi tiba-tiba penguin tersebut menggerakkan kepalanya, baru saya menyadari itu penguin sungguhan,&quot; kata Harry kepada BBC.
BACA JUGA: Akhirnya, Pasangan Penguin Homo Ini Berhasil Adopsi Telur
Penguin tersebut belakangan dinamai Pingu oleh para warga setempat.
Keberadaan Pingu sendiri terbilang langka karena selama ini hanya ada tiga penampakan penguin jenis Ad&amp;eacute;lie yang tercatat di Selandia Baru.
Saat ditemukan di pantai, Pingu tampak tersesat dan sendirian sebagaimana terlihat dalam tayangan rekaman video yang diunggah Harry Singh ke Facebook.
&quot;Dia tidak bergerak selama satu jam ... dan (terlihat) keletihan,&quot; ujar Singh.
BACA JUGA: Belasan Anak Penguin Terdampar di Pantai Akibat Cuaca Buruk
Karena penguin itu tidak berenang ke laut, Singh khawatir hewan tersebut bisa menjadi target binatang predator di pantai. Singh lantas memanggil para penyelamat penguin.
&quot;Kami tidak mau penguin itu berada di dalam perut anjing atau kucing,&quot; cetusnya.

Singh akhirnya dapat menghubungi Thomas Stracke, sosok yang merawat penguin di sebelah selatan Selandia Baru selama 10 tahun.
Stracke terkejut ketika mendapati bahwa penguin itu jenis Ad&amp;eacute;lie, spesies yang hanya hidup di kawasan Antartika.
Stracke, bersama seorang dokter hewan, kemudian menyelamatkan Pingu.

Bobot tubuh kurang dan dehidrasi
Serangkaian tes darah yang dilakukan terhadap Pingu menunjukkan bobot tubuh penguin tersebut sedikit kurang dan mengalami dehidrasi. Pingu lalu diberikan cairan dan makanan melalui selang khusus.
Begitu kondisinya segar bugar, Pingu akan dilepaskan ke sebuah pantai di Semenanjung Banks yang tidak ada anjing berkeliaran.
Penemuan penguin Ad&amp;eacute;lie di Selandia Baru hanya tercatat tiga kali. Dua peristiwa sebelumnya terjadi pada 1993 dan 1962.
Para pakar berpendapat bahwa ada pertanda buruk jika masyarakat Selandia Baru semakin sering menyaksikan penguin Ad&amp;eacute;lie di masa mendatang.
&quot;Menurut saya, jika kita mulai kedatangan penguin Ad&amp;eacute;lie setiap tahun, sesuatu berubah di laut yang kita perlu pahami,&quot; papar Profesor Philip Seddon, guru besar zoologi di Universitas Otago kepada The Guardian.
&quot;Lebih banyak kajian akan memberikan kita pemahaman lebih banyak ke mana penguin pergi, apa yang mereka lakukan, tren populasinya seperti apa. Intinya mereka akan memberitahu kita mengenai kesehatan ekosistem bahari secara umum,&quot; ujar Seddon.</description><content:encoded>CHRISTCHURCH &amp;ndash; Seekor penguin jenis Ad&amp;eacute;lie (Pygoscelis adeliae) ditemukan di Selandia Baru setelah tersasar lebih sekira 3.000 kilometer dari habitat aslinya di Kutub Selatan. Penguin itu ditemukan oleh Harry Singh saat dia dan istrinya sedang berjalan-jalan di pantai kawasan Birdlings Flat, 45 kilometer sebelah selatan Kota Christchurch, Selandia Baru.
&quot;Pertama saya mengira itu boneka. Tapi tiba-tiba penguin tersebut menggerakkan kepalanya, baru saya menyadari itu penguin sungguhan,&quot; kata Harry kepada BBC.
BACA JUGA: Akhirnya, Pasangan Penguin Homo Ini Berhasil Adopsi Telur
Penguin tersebut belakangan dinamai Pingu oleh para warga setempat.
Keberadaan Pingu sendiri terbilang langka karena selama ini hanya ada tiga penampakan penguin jenis Ad&amp;eacute;lie yang tercatat di Selandia Baru.
Saat ditemukan di pantai, Pingu tampak tersesat dan sendirian sebagaimana terlihat dalam tayangan rekaman video yang diunggah Harry Singh ke Facebook.
&quot;Dia tidak bergerak selama satu jam ... dan (terlihat) keletihan,&quot; ujar Singh.
BACA JUGA: Belasan Anak Penguin Terdampar di Pantai Akibat Cuaca Buruk
Karena penguin itu tidak berenang ke laut, Singh khawatir hewan tersebut bisa menjadi target binatang predator di pantai. Singh lantas memanggil para penyelamat penguin.
&quot;Kami tidak mau penguin itu berada di dalam perut anjing atau kucing,&quot; cetusnya.

Singh akhirnya dapat menghubungi Thomas Stracke, sosok yang merawat penguin di sebelah selatan Selandia Baru selama 10 tahun.
Stracke terkejut ketika mendapati bahwa penguin itu jenis Ad&amp;eacute;lie, spesies yang hanya hidup di kawasan Antartika.
Stracke, bersama seorang dokter hewan, kemudian menyelamatkan Pingu.

Bobot tubuh kurang dan dehidrasi
Serangkaian tes darah yang dilakukan terhadap Pingu menunjukkan bobot tubuh penguin tersebut sedikit kurang dan mengalami dehidrasi. Pingu lalu diberikan cairan dan makanan melalui selang khusus.
Begitu kondisinya segar bugar, Pingu akan dilepaskan ke sebuah pantai di Semenanjung Banks yang tidak ada anjing berkeliaran.
Penemuan penguin Ad&amp;eacute;lie di Selandia Baru hanya tercatat tiga kali. Dua peristiwa sebelumnya terjadi pada 1993 dan 1962.
Para pakar berpendapat bahwa ada pertanda buruk jika masyarakat Selandia Baru semakin sering menyaksikan penguin Ad&amp;eacute;lie di masa mendatang.
&quot;Menurut saya, jika kita mulai kedatangan penguin Ad&amp;eacute;lie setiap tahun, sesuatu berubah di laut yang kita perlu pahami,&quot; papar Profesor Philip Seddon, guru besar zoologi di Universitas Otago kepada The Guardian.
&quot;Lebih banyak kajian akan memberikan kita pemahaman lebih banyak ke mana penguin pergi, apa yang mereka lakukan, tren populasinya seperti apa. Intinya mereka akan memberitahu kita mengenai kesehatan ekosistem bahari secara umum,&quot; ujar Seddon.</content:encoded></item></channel></rss>
