<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantan Direktur WHO Sebut Ada 26 Ribu Genomik Varian AY4.2 Tersebar di 42 Negara</title><description>Tjandra pun mengatakan bahwa varian Delta dengan jenis AY ini sudah ada 75 jenis mutasi di dunia dengan varian Delta yang menjadi sorotan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/15/338/2501848/mantan-direktur-who-sebut-ada-26-ribu-genomik-varian-ay4-2-tersebar-di-42-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/15/338/2501848/mantan-direktur-who-sebut-ada-26-ribu-genomik-varian-ay4-2-tersebar-di-42-negara"/><item><title>Mantan Direktur WHO Sebut Ada 26 Ribu Genomik Varian AY4.2 Tersebar di 42 Negara</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/15/338/2501848/mantan-direktur-who-sebut-ada-26-ribu-genomik-varian-ay4-2-tersebar-di-42-negara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/15/338/2501848/mantan-direktur-who-sebut-ada-26-ribu-genomik-varian-ay4-2-tersebar-di-42-negara</guid><pubDate>Senin 15 November 2021 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/15/338/2501848/mantan-direktur-who-sebut-ada-26-ribu-genomik-varian-ay4-2-tersebar-di-42-negara-IiVIoRRqjf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Tjandra Yoga (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/15/338/2501848/mantan-direktur-who-sebut-ada-26-ribu-genomik-varian-ay4-2-tersebar-di-42-negara-IiVIoRRqjf.jpg</image><title>Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Tjandra Yoga (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Direktur Penyakit Menular World Health Organization (WHO) Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 26 ribu genomik varian Delta Plus atau AY4.2 yang tersebar di 42 negara berdasarkan data Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GSAID).
&amp;ldquo;Sampai saat ini, dari data GSAID Genomik ya sudah ada 26.000 genomik varian AY4.2 ini dan ada di 42 negara salah satunya Singapura,&amp;rdquo; ungkap Tjandra dikutip dalam keterangannya, Senin (15/11/2021).
Tjandra pun menjelaskan awal mula munculnya varian Delta Plus atau AY4.2 ini berawal dari&amp;nbsp;India yang dikenal sebagai namanya B1617 pada akhir 2020. Lalu belakangan diketahui bahwa B1617 ini bukan hanya satu tetapi ada tiga.
&amp;ldquo;Pertama B1617.1 atau diberi nama varian Kappa, kemudian kini tidak diberi nama Kappa lagi karena bukan varian of interest. Kemudian kedua, ada B1617.2 atau yang disebut sebagai Delta yang oleh WHO disebut sebagai variant of concern yang menyebabkan kenaikan kasus di banyak negara di dunia termasuk Indonesia. Dan ketiga, ada B1617.3 yang belum diberi nama karena memang dampaknya belum terlalu jelas,&amp;rdquo; jelas Tjandra.
Baca juga:&amp;nbsp;Belum Masuk Indonesia, Berikut 5 Fakta Varian AY.4.2
Tjandra pun mengatakan bahwa varian Delta dengan jenis AY ini sudah ada 75 jenis mutasi di dunia dengan varian Delta yang menjadi sorotan. Di mana Varian  Delta ini kemudian ada anaknya lagi dan yang saat ini dibicarakan adalah yang jenis AY, sementara AY ini sudah ada 75 jenis, tapi yang banyak dibicarakan adalah AY.4.
Baca juga:&amp;nbsp;Varian Delta Plus AY.4.2 Masuk Malaysia, Indonesia Terapkan Skrining Kesehatan BerlapisDari 75 varian jenis AY tersebut, AY4 adalah paling banyak yang tersebar di dunia. Bahkan, di Inggris 60% kasus Covid-19 baru adalah dari varian jenis AY4 ini.
&amp;ldquo;Di mana di Inggris saat ini AY.4 ini sudah 60% kasus baru dalam seminggu terakhir. Kemudian, AY.4.2 yang bagian Delta atau B1617.2 tadi ini sudah ada 11% di Inggris dari kasus terakhir. Jadi tegasnya, AY4.2 ini merupakan turunan dari B1617.2 varian Delta,&amp;rdquo; paparnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Epidemiolog Sebut Varian Covid AY.4.2 Tidak Terlalu Berbahaya

</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Direktur Penyakit Menular World Health Organization (WHO) Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 26 ribu genomik varian Delta Plus atau AY4.2 yang tersebar di 42 negara berdasarkan data Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GSAID).
&amp;ldquo;Sampai saat ini, dari data GSAID Genomik ya sudah ada 26.000 genomik varian AY4.2 ini dan ada di 42 negara salah satunya Singapura,&amp;rdquo; ungkap Tjandra dikutip dalam keterangannya, Senin (15/11/2021).
Tjandra pun menjelaskan awal mula munculnya varian Delta Plus atau AY4.2 ini berawal dari&amp;nbsp;India yang dikenal sebagai namanya B1617 pada akhir 2020. Lalu belakangan diketahui bahwa B1617 ini bukan hanya satu tetapi ada tiga.
&amp;ldquo;Pertama B1617.1 atau diberi nama varian Kappa, kemudian kini tidak diberi nama Kappa lagi karena bukan varian of interest. Kemudian kedua, ada B1617.2 atau yang disebut sebagai Delta yang oleh WHO disebut sebagai variant of concern yang menyebabkan kenaikan kasus di banyak negara di dunia termasuk Indonesia. Dan ketiga, ada B1617.3 yang belum diberi nama karena memang dampaknya belum terlalu jelas,&amp;rdquo; jelas Tjandra.
Baca juga:&amp;nbsp;Belum Masuk Indonesia, Berikut 5 Fakta Varian AY.4.2
Tjandra pun mengatakan bahwa varian Delta dengan jenis AY ini sudah ada 75 jenis mutasi di dunia dengan varian Delta yang menjadi sorotan. Di mana Varian  Delta ini kemudian ada anaknya lagi dan yang saat ini dibicarakan adalah yang jenis AY, sementara AY ini sudah ada 75 jenis, tapi yang banyak dibicarakan adalah AY.4.
Baca juga:&amp;nbsp;Varian Delta Plus AY.4.2 Masuk Malaysia, Indonesia Terapkan Skrining Kesehatan BerlapisDari 75 varian jenis AY tersebut, AY4 adalah paling banyak yang tersebar di dunia. Bahkan, di Inggris 60% kasus Covid-19 baru adalah dari varian jenis AY4 ini.
&amp;ldquo;Di mana di Inggris saat ini AY.4 ini sudah 60% kasus baru dalam seminggu terakhir. Kemudian, AY.4.2 yang bagian Delta atau B1617.2 tadi ini sudah ada 11% di Inggris dari kasus terakhir. Jadi tegasnya, AY4.2 ini merupakan turunan dari B1617.2 varian Delta,&amp;rdquo; paparnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Epidemiolog Sebut Varian Covid AY.4.2 Tidak Terlalu Berbahaya

</content:encoded></item></channel></rss>
