<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Studi Terbaru: 200 Tentara Wanita Alami Trauma Akibat Pelecehan Seksual</title><description>Laporan terbaru menemukan pasukan wanita di zona perang menghadapi risiko tertinggi serangan seksual.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/16/18/2502523/studi-terbaru-200-tentara-wanita-alami-trauma-akibat-pelecehan-seksual</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/16/18/2502523/studi-terbaru-200-tentara-wanita-alami-trauma-akibat-pelecehan-seksual"/><item><title>Studi Terbaru: 200 Tentara Wanita Alami Trauma Akibat Pelecehan Seksual</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/16/18/2502523/studi-terbaru-200-tentara-wanita-alami-trauma-akibat-pelecehan-seksual</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/16/18/2502523/studi-terbaru-200-tentara-wanita-alami-trauma-akibat-pelecehan-seksual</guid><pubDate>Selasa 16 November 2021 12:58 WIB</pubDate><dc:creator>Vanessa Nathania</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/16/18/2502523/studi-terbaru-200-tentara-wanita-alami-trauma-akibat-pelecehan-seksual-ddGJSJH5bk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi tentara wanita (Foto: AFP via VOA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/16/18/2502523/studi-terbaru-200-tentara-wanita-alami-trauma-akibat-pelecehan-seksual-ddGJSJH5bk.jpg</image><title>Ilustrasi tentara wanita (Foto: AFP via VOA)</title></images><description>INGGRIS - Hampir seperempat wanita veteran tentara Inggris adalah korban dari apa yang disebut Trauma Seksual Militer, seperti pelecehan, penyerangan atau intimidasi dengan banyak dari trauma itu yang berkembang menjadi depresi sebagai akibatnya.
Laporan terbaru menemukan pasukan wanita di zona perang menghadapi risiko tertinggi serangan seksual dan pelecehan dari rekan mereka sendiri.
Studi terhadap 750 veteran wanita, yang diterbitkan dalam British Medical Journal, menemukan hampir seperempatnya adalah korban dari apa yang mereka sebut Trauma Seksual Militer, seperti pelecehan, penyerangan, atau intimidasi.
Mereka banyak merasakan trauma yang berkembang menjadi gangguan stres pasca-trauma, depresi, atau menjadi bunuh diri.
Baca juga:&amp;nbsp;Misteri Cheerleader yang Menghilang Tanpa Jejak, Jadi Korban Perdagangan Seks

Hampir 70% wanita militer telah mengalami beberapa bentuk perilaku seksual yang tidak diinginkan oleh rekan-rekan pria.
&amp;ldquo;Wanita yang lebih muda, mereka yang memegang pangkat sebagai perwira dan mereka yang memiliki peran terkait pertempuran mungkin paling berisiko mengalami kesulitan militer, termasuk trauma seksual, intimidasi emosional, dan serangan fisik,&amp;rdquo; terangnya.

Laporan itu juga menemukan korban sering gagal melaporkan pelecehan karena khawatir itu akan membahayakan karir mereka.
Baca juga:&amp;nbsp;Ratu Elizabeth Dilaporkan 'Habis-habisan' Danai Pangeran Andrew Lawan Tuduhan Pelecehan SeksualPekan lalu Jenderal Sir Nick Carter, Kepala Staf Pertahanan, mengatakan kepada anggota parlemen bahwa pasukan tersebut membutuhkan &amp;ldquo;perubahan budaya yang mendasar&amp;rdquo; untuk mengatasi intimidasi terhadap perempuan dalam dinas militer, dan menyebut tingkat pelecehan itu &amp;ldquo;benar-benar mengejutkan&amp;rdquo;.



Memberikan bukti kepada Komite Pertahanan Commons, dia mengakui pasukan mendorong &quot;laddish culture&quot; sehingga para tentara bersiap untuk &quot;dekat dan pribadi&quot; dengan musuh. Pengungkapan itu terjadi setelah pensiunan Letnan Kolonel Diane Allen, 56, mengatakan kepada Sunday People pada April lalu bahwa pasukan itu dijalankan oleh &amp;ldquo;sekelompok perwira senior kulit putih berpendidikan swasta yang buruk&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;menolak masalah tersebut&amp;rdquo;.



Mantan Kapten Artileri Kerajaan lainnya yang bertugas di Afghanistan, Kolonel Richard Kemp, 36, memberi tahu kami bahwa dia berhenti menjadi kapten karena takut akan diserang atau diperkosa.

Mantan komandan di Afghanistan ini mengatakan petugas yang gagal menangani serangan seksual harus dipecat.



&amp;ldquo;Diskriminasi seksual dan, lebih buruk lagi, penyerangan tidak dapat ditoleransi di Angkatan Bersenjata seperti di masyarakat lainnya,&amp;rdquo; terangnya.



Kementerian Pertahanan mengatakan laporan di BMJ &quot;menggemakan bukti lain yang telah mereka ketahui&quot;.



&quot;Kami menganggap serius tuduhan itu,&amp;rdquo; lanjutnya.

</description><content:encoded>INGGRIS - Hampir seperempat wanita veteran tentara Inggris adalah korban dari apa yang disebut Trauma Seksual Militer, seperti pelecehan, penyerangan atau intimidasi dengan banyak dari trauma itu yang berkembang menjadi depresi sebagai akibatnya.
Laporan terbaru menemukan pasukan wanita di zona perang menghadapi risiko tertinggi serangan seksual dan pelecehan dari rekan mereka sendiri.
Studi terhadap 750 veteran wanita, yang diterbitkan dalam British Medical Journal, menemukan hampir seperempatnya adalah korban dari apa yang mereka sebut Trauma Seksual Militer, seperti pelecehan, penyerangan, atau intimidasi.
Mereka banyak merasakan trauma yang berkembang menjadi gangguan stres pasca-trauma, depresi, atau menjadi bunuh diri.
Baca juga:&amp;nbsp;Misteri Cheerleader yang Menghilang Tanpa Jejak, Jadi Korban Perdagangan Seks

Hampir 70% wanita militer telah mengalami beberapa bentuk perilaku seksual yang tidak diinginkan oleh rekan-rekan pria.
&amp;ldquo;Wanita yang lebih muda, mereka yang memegang pangkat sebagai perwira dan mereka yang memiliki peran terkait pertempuran mungkin paling berisiko mengalami kesulitan militer, termasuk trauma seksual, intimidasi emosional, dan serangan fisik,&amp;rdquo; terangnya.

Laporan itu juga menemukan korban sering gagal melaporkan pelecehan karena khawatir itu akan membahayakan karir mereka.
Baca juga:&amp;nbsp;Ratu Elizabeth Dilaporkan 'Habis-habisan' Danai Pangeran Andrew Lawan Tuduhan Pelecehan SeksualPekan lalu Jenderal Sir Nick Carter, Kepala Staf Pertahanan, mengatakan kepada anggota parlemen bahwa pasukan tersebut membutuhkan &amp;ldquo;perubahan budaya yang mendasar&amp;rdquo; untuk mengatasi intimidasi terhadap perempuan dalam dinas militer, dan menyebut tingkat pelecehan itu &amp;ldquo;benar-benar mengejutkan&amp;rdquo;.



Memberikan bukti kepada Komite Pertahanan Commons, dia mengakui pasukan mendorong &quot;laddish culture&quot; sehingga para tentara bersiap untuk &quot;dekat dan pribadi&quot; dengan musuh. Pengungkapan itu terjadi setelah pensiunan Letnan Kolonel Diane Allen, 56, mengatakan kepada Sunday People pada April lalu bahwa pasukan itu dijalankan oleh &amp;ldquo;sekelompok perwira senior kulit putih berpendidikan swasta yang buruk&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;menolak masalah tersebut&amp;rdquo;.



Mantan Kapten Artileri Kerajaan lainnya yang bertugas di Afghanistan, Kolonel Richard Kemp, 36, memberi tahu kami bahwa dia berhenti menjadi kapten karena takut akan diserang atau diperkosa.

Mantan komandan di Afghanistan ini mengatakan petugas yang gagal menangani serangan seksual harus dipecat.



&amp;ldquo;Diskriminasi seksual dan, lebih buruk lagi, penyerangan tidak dapat ditoleransi di Angkatan Bersenjata seperti di masyarakat lainnya,&amp;rdquo; terangnya.



Kementerian Pertahanan mengatakan laporan di BMJ &quot;menggemakan bukti lain yang telah mereka ketahui&quot;.



&quot;Kami menganggap serius tuduhan itu,&amp;rdquo; lanjutnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
