<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Densus 88 Tangkap Ustadz Farid Okbah, MUI Minta Penjelasan ke Polri</title><description>Selain Farid Okbah, detasemen berlambang burung hantu itu juga dikabarkan menangkap anggota Komisi Fatwa MUI Pusat Ahmad Zain An-Najah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/16/337/2502683/densus-88-tangkap-ustadz-farid-okbah-mui-minta-penjelasan-ke-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/16/337/2502683/densus-88-tangkap-ustadz-farid-okbah-mui-minta-penjelasan-ke-polri"/><item><title>Densus 88 Tangkap Ustadz Farid Okbah, MUI Minta Penjelasan ke Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/16/337/2502683/densus-88-tangkap-ustadz-farid-okbah-mui-minta-penjelasan-ke-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/16/337/2502683/densus-88-tangkap-ustadz-farid-okbah-mui-minta-penjelasan-ke-polri</guid><pubDate>Selasa 16 November 2021 16:25 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/16/337/2502683/densus-88-tangkap-ustadz-farid-okbah-mui-minta-penjelasan-ke-polri-xfXIGyOTCc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/16/337/2502683/densus-88-tangkap-ustadz-farid-okbah-mui-minta-penjelasan-ke-polri-xfXIGyOTCc.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustaz Farid Okbah di rumahnya di kawasan Bekasi, Jawa Barat pada pagi hari ini.

Selain Farid Okbah, detasemen berlambang burung hantu itu juga dikabarkan menangkap anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Ahmad Zain An-Najah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum MUI, Anwar abbas meminta penjelasan densus 88 sejelas-jelasnya kepada masyarakat publik untuk menjaga nama baik presiden republik Indonesia, Joko Widodo.

&quot;Kita meminta densus 88 agar bisa menjelaskan hal ini sejelas-jelasnya kepada publik sebab kita juga berkepentingan dengan menjaga nama baik presiden. Sebab meskipun yang bertindak adalah Densus 88 tapi yang terkena getahnya tentu adalah presiden jokowi,&quot; kata Anwar dalam keterangan tertulisnya, Selasa,(16/11/2021).

Anwar mengatakan karena sebagian yang ditangkap adalah ulama menyebabkan elemen masyarakat menganggap pemerintahan Jokowi telah melakukan kriminalisasi terhadap ulama ustadz dan dai di Indonesia.

Terkait penangkapan tersebut, lanjutnya Anwar terus terang tidak yakin dan tidak percaya bahwa presiden jokowi yang memerintahkan penangkapan para ulama itu.


&quot;Untuk itu saya meminta kepada pihak-pihak yang terlibat dalam  penangkapan ini supaya juga menjaga nama baik pak jokowi sebagai  presiden.  Agar beliau bisa bekerja dengan tenang untuk mengatasi  masalah-masalah yang sekarang sedang  dihadapi oleh bangsa ini dan  jangan beliau diganggu serta  terganggu oleh hal-hal yang seperti  ini,&quot;ucapnya.

Anwar menilai jika densus 88 melihat ada orang yang tindakannya  dicurigai dan berpotensi mengarah kepada terorisme maka sebaiknya densus  88 menemui mereka terlebih dahulu lalu memberikan peringatan dan   penjelasan-penjelasan kepada yang bersangkutan dengan baik. Sehingga  mereka akan mengevaluasi diri dan melakukan perbaikan-perbaikan dan  menurutnya tidak perlu ditangkap.

&quot;Saya juga  berharap kepada densus 88 agar mempertimbangkan  tindakan-tindakan yang akan  dilakukannya supaya tidak berimbas kepada  nama baik presiden kita. Kalau sekarang saya lihat sumpah serapah keluar  tetapi yang disumpah serapahi itu bukanlah densus 88 tapi adalah  presiden jokowi pemimpin dari pemerintahan yang berkuasa saat ini,&quot;ujar  Anwar.

</description><content:encoded>JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap Ketua Umum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustaz Farid Okbah di rumahnya di kawasan Bekasi, Jawa Barat pada pagi hari ini.

Selain Farid Okbah, detasemen berlambang burung hantu itu juga dikabarkan menangkap anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Ahmad Zain An-Najah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum MUI, Anwar abbas meminta penjelasan densus 88 sejelas-jelasnya kepada masyarakat publik untuk menjaga nama baik presiden republik Indonesia, Joko Widodo.

&quot;Kita meminta densus 88 agar bisa menjelaskan hal ini sejelas-jelasnya kepada publik sebab kita juga berkepentingan dengan menjaga nama baik presiden. Sebab meskipun yang bertindak adalah Densus 88 tapi yang terkena getahnya tentu adalah presiden jokowi,&quot; kata Anwar dalam keterangan tertulisnya, Selasa,(16/11/2021).

Anwar mengatakan karena sebagian yang ditangkap adalah ulama menyebabkan elemen masyarakat menganggap pemerintahan Jokowi telah melakukan kriminalisasi terhadap ulama ustadz dan dai di Indonesia.

Terkait penangkapan tersebut, lanjutnya Anwar terus terang tidak yakin dan tidak percaya bahwa presiden jokowi yang memerintahkan penangkapan para ulama itu.


&quot;Untuk itu saya meminta kepada pihak-pihak yang terlibat dalam  penangkapan ini supaya juga menjaga nama baik pak jokowi sebagai  presiden.  Agar beliau bisa bekerja dengan tenang untuk mengatasi  masalah-masalah yang sekarang sedang  dihadapi oleh bangsa ini dan  jangan beliau diganggu serta  terganggu oleh hal-hal yang seperti  ini,&quot;ucapnya.

Anwar menilai jika densus 88 melihat ada orang yang tindakannya  dicurigai dan berpotensi mengarah kepada terorisme maka sebaiknya densus  88 menemui mereka terlebih dahulu lalu memberikan peringatan dan   penjelasan-penjelasan kepada yang bersangkutan dengan baik. Sehingga  mereka akan mengevaluasi diri dan melakukan perbaikan-perbaikan dan  menurutnya tidak perlu ditangkap.

&quot;Saya juga  berharap kepada densus 88 agar mempertimbangkan  tindakan-tindakan yang akan  dilakukannya supaya tidak berimbas kepada  nama baik presiden kita. Kalau sekarang saya lihat sumpah serapah keluar  tetapi yang disumpah serapahi itu bukanlah densus 88 tapi adalah  presiden jokowi pemimpin dari pemerintahan yang berkuasa saat ini,&quot;ujar  Anwar.

</content:encoded></item></channel></rss>
