<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Satgas IDI: Vaksin Booster Melindungi Kelompok Usia Lanjut dan Rentan   </title><description>Pemerintah telah mewacanakan akan melakukan vaksinasi ketiga Covid-19 (booster) pada tahun 2022 mendatang.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/18/337/2503706/satgas-idi-vaksin-booster-melindungi-kelompok-usia-lanjut-dan-rentan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/18/337/2503706/satgas-idi-vaksin-booster-melindungi-kelompok-usia-lanjut-dan-rentan"/><item><title> Satgas IDI: Vaksin Booster Melindungi Kelompok Usia Lanjut dan Rentan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/18/337/2503706/satgas-idi-vaksin-booster-melindungi-kelompok-usia-lanjut-dan-rentan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/18/337/2503706/satgas-idi-vaksin-booster-melindungi-kelompok-usia-lanjut-dan-rentan</guid><pubDate>Kamis 18 November 2021 13:02 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/18/337/2503706/satgas-idi-vaksin-booster-melindungi-kelompok-usia-lanjut-dan-rentan-Y46lrLpStj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksinasi Covid-19 (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/18/337/2503706/satgas-idi-vaksin-booster-melindungi-kelompok-usia-lanjut-dan-rentan-Y46lrLpStj.jpg</image><title>Vaksinasi Covid-19 (foto: dok Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Pemerintah telah mewacanakan akan melakukan vaksinasi ketiga Covid-19 (booster) pada tahun 2022 mendatang.

Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban pun menegaskan, bahwa vaksin booster ini sebagai upaya untuk melindungi usia lanjut dan kelompok rentan.

&amp;ldquo;Booster ini memang gunanya untuk melindungi terutama bagi usia-usia lanjut dan orang-orang yang rentan,&amp;rdquo; kata Zubairi dalam dialog secara virtual, Kamis (18/11/2021).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Pemerintah Masih Uji Klinis Efektivitas Vaksin Booster Covid-19
Zubairi pun mengatakan, saat ini yang paling utama mendapatkan vaksinasi adalah para tenaga kesehatan (nakes) dan dokter.

&amp;ldquo;Memang siapa yang diperlukan? Ya untuk tenaga-tenaga kesehatan. Jadi, tapi kalau untuk nakes dan dokter sudah di vaksinasi dan booster.&amp;rdquo;
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pemerintah Rencanakan Vaksin Booster bagi Masyarakat Tahun Depan
Dalam kesempatan itu, Zubairi juga menceritakan pengalamannya yang telah di vaksin booster. &amp;ldquo;Saya sudah divaksinasi satu dua kali dengan Sinovac dan satu kali dengan Moderna. Jadi, untuk sekedar informasi agar orang tidak takut usia saya hampir 75 tahun, dan sudah vaksinasi 3 kali padahal usia lanjut. Padahal aku ada diabet, darah tinggi, dan pernah operasi jantung by pass. Nggak masalah. Artinya dengan hidup sehat sekarang sudah bisa olahraga kuat,&amp;rdquo; bebernya.

&amp;ldquo;Jadi artinya, vaksin 2 kali aman, vaksin 3 kali booster aman dan efektif itu yang paling penting,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xNy8xLzE0MTgwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Zubairi mengatakan, bahwa di Amerika saja dari 170 juta orang yang telah divaksinasi ternyata masih ada 30.000 orang yang terpapar Covid-19 dan membutuhkan perawatan.

&amp;ldquo;Karena terbukti di Amerika itu sudah vaksinasi sewaktu 170 juta rakyatnya, ternyata dari 170 juta itu masih ada 30.000 yang masih masih rumah sakit karena tertular,&amp;rdquo; tuturnya.

&amp;ldquo;Jadi intinya, vaksin 2 kali itu aman dan efektif. Namun tidak efektif 100 persen, masih bisa tertular setelah vaksin dua kali. Jadi sebisa mungkin kita vaksin 3 kali dengan booster,&amp;rdquo; katanya.

Sementara itu, Zubairi mengatakan bahwa booster tidak harus menggunakan vaksin yang sama. &amp;ldquo;Dan booster itu yang baik adalah yang ada di sekitar kita. Jadi kalau beda platform, mau pakai yang sama bagus, mau pakai yang beda juga boleh. Kapan boosternya? Jadi bisa setelah 6 bulan vaksinasi yang kedua,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Pemerintah telah mewacanakan akan melakukan vaksinasi ketiga Covid-19 (booster) pada tahun 2022 mendatang.

Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban pun menegaskan, bahwa vaksin booster ini sebagai upaya untuk melindungi usia lanjut dan kelompok rentan.

&amp;ldquo;Booster ini memang gunanya untuk melindungi terutama bagi usia-usia lanjut dan orang-orang yang rentan,&amp;rdquo; kata Zubairi dalam dialog secara virtual, Kamis (18/11/2021).
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Pemerintah Masih Uji Klinis Efektivitas Vaksin Booster Covid-19
Zubairi pun mengatakan, saat ini yang paling utama mendapatkan vaksinasi adalah para tenaga kesehatan (nakes) dan dokter.

&amp;ldquo;Memang siapa yang diperlukan? Ya untuk tenaga-tenaga kesehatan. Jadi, tapi kalau untuk nakes dan dokter sudah di vaksinasi dan booster.&amp;rdquo;
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Pemerintah Rencanakan Vaksin Booster bagi Masyarakat Tahun Depan
Dalam kesempatan itu, Zubairi juga menceritakan pengalamannya yang telah di vaksin booster. &amp;ldquo;Saya sudah divaksinasi satu dua kali dengan Sinovac dan satu kali dengan Moderna. Jadi, untuk sekedar informasi agar orang tidak takut usia saya hampir 75 tahun, dan sudah vaksinasi 3 kali padahal usia lanjut. Padahal aku ada diabet, darah tinggi, dan pernah operasi jantung by pass. Nggak masalah. Artinya dengan hidup sehat sekarang sudah bisa olahraga kuat,&amp;rdquo; bebernya.

&amp;ldquo;Jadi artinya, vaksin 2 kali aman, vaksin 3 kali booster aman dan efektif itu yang paling penting,&amp;rdquo; paparnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8xNy8xLzE0MTgwNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Zubairi mengatakan, bahwa di Amerika saja dari 170 juta orang yang telah divaksinasi ternyata masih ada 30.000 orang yang terpapar Covid-19 dan membutuhkan perawatan.

&amp;ldquo;Karena terbukti di Amerika itu sudah vaksinasi sewaktu 170 juta rakyatnya, ternyata dari 170 juta itu masih ada 30.000 yang masih masih rumah sakit karena tertular,&amp;rdquo; tuturnya.

&amp;ldquo;Jadi intinya, vaksin 2 kali itu aman dan efektif. Namun tidak efektif 100 persen, masih bisa tertular setelah vaksin dua kali. Jadi sebisa mungkin kita vaksin 3 kali dengan booster,&amp;rdquo; katanya.

Sementara itu, Zubairi mengatakan bahwa booster tidak harus menggunakan vaksin yang sama. &amp;ldquo;Dan booster itu yang baik adalah yang ada di sekitar kita. Jadi kalau beda platform, mau pakai yang sama bagus, mau pakai yang beda juga boleh. Kapan boosternya? Jadi bisa setelah 6 bulan vaksinasi yang kedua,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
