<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB: 2.528 KK Terdampak Banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah</title><description>Tinggi Mata Air terpantau sudah mengalami penurunan secara signifikan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/18/340/2503990/bnpb-2-528-kk-terdampak-banjir-di-kabupaten-hulu-sungai-tengah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/18/340/2503990/bnpb-2-528-kk-terdampak-banjir-di-kabupaten-hulu-sungai-tengah"/><item><title>BNPB: 2.528 KK Terdampak Banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/18/340/2503990/bnpb-2-528-kk-terdampak-banjir-di-kabupaten-hulu-sungai-tengah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/18/340/2503990/bnpb-2-528-kk-terdampak-banjir-di-kabupaten-hulu-sungai-tengah</guid><pubDate>Kamis 18 November 2021 19:18 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/18/340/2503990/bnpb-2-528-kk-terdampak-banjir-di-kabupaten-hulu-sungai-tengah-i2gUP3aEKy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/18/340/2503990/bnpb-2-528-kk-terdampak-banjir-di-kabupaten-hulu-sungai-tengah-i2gUP3aEKy.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Banjir yang merendam Kabupaten Hulu Sungai Tengah berangsur surut. Pengamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Kamis (18/11) pukul 11.30 setempat, Tinggi Mata Air terpantau sudah mengalami penurunan secara signifikan.


Dilaporkan banjir merendam 8 kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan sejak Senin (15/11) yang dipicu luapan beberapa sungai di wilayah tersebut. Kedelapan desa itu meliputi Kecamatan Hantakan, Kecamatan Batu Benawa, Kecamatan Barabai, Kecamatan Haruyan, Kecamatan Batang Alai Utara, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kecamatan Pandawan, dan Kecamatan Hantakan.


Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan setidaknya 2.528 KK atau 6.908 jiwa terdampak. &amp;ldquo;505 warga di antaranya sempat mengungsi ke rumah kerabat,&amp;rdquo; ungkap Aam dalam keterangan resminya, Kamis (18/11/2021).


Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerugian materil berupa &amp;plusmn; 2.470 unit rumah terdampak, 44 unit fasdik terdampak, &amp;plusmn;223.8 Ha lahan terendam, 4 jembatan rusak berat, 2 titik jalan tertutup longsor, dan 1 titik jalan rusak.


Meski sudah berangsur surut, BPBD terus berkoordinasi dengan TNI-POLRI, OPD, serta relawan untuk tetap melakukan monitoring cuaca terkini dan pendataan. Cuaca dilaporkan cerah dan kegiatan warga sudah kembali kondusif.


Menurut pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga tiga hari ke depan, Provinsi Kalimantan Selatan berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.


BNPB mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga yang tinggal  di daerah aliran sungai untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan waspada  akan potensi dampak La Nina.


Lebih lanjut, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan  pengetahuan tentang kesiapsiagaan, antara lain memahami rute evakuasi,  jika banjir sudah terjadi agar mewaspadai adanya saluran air dan lubang  yang dapat menyebabkan terperosok, serta menghindari adanya sengatan  listrik dengan mematikan sumber listrik.


&amp;ldquo;Kemudian mengantisipasi adanya banjir susulan dengan terus  memperhatikan informasi resmi dari BPBD maupun dinas terkait di daerah  masing-masing,&amp;rdquo; papar Aam.



</description><content:encoded>JAKARTA - Banjir yang merendam Kabupaten Hulu Sungai Tengah berangsur surut. Pengamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Kamis (18/11) pukul 11.30 setempat, Tinggi Mata Air terpantau sudah mengalami penurunan secara signifikan.


Dilaporkan banjir merendam 8 kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan sejak Senin (15/11) yang dipicu luapan beberapa sungai di wilayah tersebut. Kedelapan desa itu meliputi Kecamatan Hantakan, Kecamatan Batu Benawa, Kecamatan Barabai, Kecamatan Haruyan, Kecamatan Batang Alai Utara, Kecamatan Batang Alai Selatan, Kecamatan Pandawan, dan Kecamatan Hantakan.


Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan setidaknya 2.528 KK atau 6.908 jiwa terdampak. &amp;ldquo;505 warga di antaranya sempat mengungsi ke rumah kerabat,&amp;rdquo; ungkap Aam dalam keterangan resminya, Kamis (18/11/2021).


Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerugian materil berupa &amp;plusmn; 2.470 unit rumah terdampak, 44 unit fasdik terdampak, &amp;plusmn;223.8 Ha lahan terendam, 4 jembatan rusak berat, 2 titik jalan tertutup longsor, dan 1 titik jalan rusak.


Meski sudah berangsur surut, BPBD terus berkoordinasi dengan TNI-POLRI, OPD, serta relawan untuk tetap melakukan monitoring cuaca terkini dan pendataan. Cuaca dilaporkan cerah dan kegiatan warga sudah kembali kondusif.


Menurut pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga tiga hari ke depan, Provinsi Kalimantan Selatan berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.


BNPB mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga yang tinggal  di daerah aliran sungai untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan waspada  akan potensi dampak La Nina.


Lebih lanjut, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan  pengetahuan tentang kesiapsiagaan, antara lain memahami rute evakuasi,  jika banjir sudah terjadi agar mewaspadai adanya saluran air dan lubang  yang dapat menyebabkan terperosok, serta menghindari adanya sengatan  listrik dengan mematikan sumber listrik.


&amp;ldquo;Kemudian mengantisipasi adanya banjir susulan dengan terus  memperhatikan informasi resmi dari BPBD maupun dinas terkait di daerah  masing-masing,&amp;rdquo; papar Aam.



</content:encoded></item></channel></rss>
