<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berbagi Suami dengan Ibu, Ini Derita Wanita di Suku Mandi Bangladesh</title><description>Komunitas Mandi memiliki tradisi unik di Bangladesh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/19/18/2504250/berbagi-suami-dengan-ibu-ini-derita-wanita-di-suku-mandi-bangladesh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/19/18/2504250/berbagi-suami-dengan-ibu-ini-derita-wanita-di-suku-mandi-bangladesh"/><item><title>Berbagi Suami dengan Ibu, Ini Derita Wanita di Suku Mandi Bangladesh</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/19/18/2504250/berbagi-suami-dengan-ibu-ini-derita-wanita-di-suku-mandi-bangladesh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/19/18/2504250/berbagi-suami-dengan-ibu-ini-derita-wanita-di-suku-mandi-bangladesh</guid><pubDate>Jum'at 19 November 2021 11:29 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/19/18/2504250/wanita-ini-berbagi-suami-dengan-ibu-saling-rebut-perhatian-rQ5pDnQSaP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suku Mandi di Bangladesh (Foto: Guardian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/19/18/2504250/wanita-ini-berbagi-suami-dengan-ibu-saling-rebut-perhatian-rQ5pDnQSaP.jpg</image><title>Suku Mandi di Bangladesh (Foto: Guardian)</title></images><description>DHAKA &amp;ndash; Komunitas Mandi memiliki tradisi unik di Bangladesh. Di sini, seorang pria bisa menikahi seorang ibu sekaligus anak perempuannya. Suku Mandi memiliki sistem kekerabatan matrilineal, yakni perempuan menjadi pemimpin keluarga.
Namun, perempuan Mandi masih membutuhkan peran pria untuk membantu mengurus ladang.
Tradisi itu dilakukan untuk memelihara aliansi antarklan. Namun praktik itu kini dikecam, karena sang anak perempuan biasanya dinikahkan dalam usia yang terlalu muda.
Baca juga:&amp;nbsp;Wanita Ini Berbagi Suami dengan Ibu dan Saudara Perempuannya, Warganet Terpana
&amp;ldquo;Saya sangat muda saat dinikahkan. Saya bahkan tidak ingat bagaimana pernikahan saya,&amp;rdquo; ujar seorang perempuan Mandi, Orola Dalbot, seperti dikutip Guardian.
Orola bersama ibunya, Mittamoni, berbagi suami bernama Noten. Orola dinikahkan dengan Noten saat dirinya masih berumur tiga tahun.   Gadis muda itu merasa tidak bahagia dengan pernikahannya. Dia ingin memiliki suami untuk dirinya sendiri. Hubungan dengan ibunya juga buruk karena saling berebut perhatian Noten.
Baca jga:&amp;nbsp;Ibu-Anak di Bangladesh Berbagi Suami 
&amp;ldquo;Ibu saya pernah membuat saya sakit perut agar bisa bersama Noten. Saya tidak melihatnya lagi sebagai seorang ibu. Saya tidak bisa meminta nasihat darinya soal keluarga,&amp;rdquo; lanjutnya.</description><content:encoded>DHAKA &amp;ndash; Komunitas Mandi memiliki tradisi unik di Bangladesh. Di sini, seorang pria bisa menikahi seorang ibu sekaligus anak perempuannya. Suku Mandi memiliki sistem kekerabatan matrilineal, yakni perempuan menjadi pemimpin keluarga.
Namun, perempuan Mandi masih membutuhkan peran pria untuk membantu mengurus ladang.
Tradisi itu dilakukan untuk memelihara aliansi antarklan. Namun praktik itu kini dikecam, karena sang anak perempuan biasanya dinikahkan dalam usia yang terlalu muda.
Baca juga:&amp;nbsp;Wanita Ini Berbagi Suami dengan Ibu dan Saudara Perempuannya, Warganet Terpana
&amp;ldquo;Saya sangat muda saat dinikahkan. Saya bahkan tidak ingat bagaimana pernikahan saya,&amp;rdquo; ujar seorang perempuan Mandi, Orola Dalbot, seperti dikutip Guardian.
Orola bersama ibunya, Mittamoni, berbagi suami bernama Noten. Orola dinikahkan dengan Noten saat dirinya masih berumur tiga tahun.   Gadis muda itu merasa tidak bahagia dengan pernikahannya. Dia ingin memiliki suami untuk dirinya sendiri. Hubungan dengan ibunya juga buruk karena saling berebut perhatian Noten.
Baca jga:&amp;nbsp;Ibu-Anak di Bangladesh Berbagi Suami 
&amp;ldquo;Ibu saya pernah membuat saya sakit perut agar bisa bersama Noten. Saya tidak melihatnya lagi sebagai seorang ibu. Saya tidak bisa meminta nasihat darinya soal keluarga,&amp;rdquo; lanjutnya.</content:encoded></item></channel></rss>
