<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Protes Tolak Lockdown Bakar Mobil dan Barikade, 20 Polisi Tambahan Dikerahkan</title><description>Prancis telah memberlakukan jam malam dan mengirim polisi tambahan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/20/18/2504830/protes-tolak-lockdown-bakar-mobil-dan-barikade-20-polisi-tambahan-dikerahkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/20/18/2504830/protes-tolak-lockdown-bakar-mobil-dan-barikade-20-polisi-tambahan-dikerahkan"/><item><title>Protes Tolak Lockdown Bakar Mobil dan Barikade, 20 Polisi Tambahan Dikerahkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/20/18/2504830/protes-tolak-lockdown-bakar-mobil-dan-barikade-20-polisi-tambahan-dikerahkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/20/18/2504830/protes-tolak-lockdown-bakar-mobil-dan-barikade-20-polisi-tambahan-dikerahkan</guid><pubDate>Sabtu 20 November 2021 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/20/18/2504830/protes-tolak-lockdown-bakar-mobil-dan-barikade-20-polisi-tambahan-dikerahkan-L18Rd77EgO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Protes tolak lockdown Covid-19 (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/20/18/2504830/protes-tolak-lockdown-bakar-mobil-dan-barikade-20-polisi-tambahan-dikerahkan-L18Rd77EgO.jpg</image><title>Protes tolak lockdown Covid-19 (Foto: AFP)</title></images><description>PRANCIS - Prancis telah memberlakukan jam malam di wilayah luar Guadeloupe dan mengirim polisi tambahan ke pulau itu usai terjadinya banyak kerusuhan dan vandalisme sebagai tanggapan terhadap pembatasan pandemi Covid-19 (lockdown) yang keras.
&amp;ldquo;Mengingat kerusuhan sosial yang sedang berlangsung dan tindakan vandalisme, prefek Guadeloupe telah memutuskan untuk memberlakukan jam malam mulai hari ini dari jam 18.00 hingga 05.00 waktu setempat,&amp;rdquo; Alexandre Rochatte, yang mewakili kepulauan itu pada Jumat (19/11).
Pada Jumat (19/11), Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat bahwa 200 petugas polisi dan polisi Prancis akan dikirim ke Guadeloupe dalam beberapa hari mendatang untuk menindak &quot;kekerasan&quot; dan &quot;memulihkan ketertiban republik.&quot;
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Mobil Polisi Dibakar dan 7 Terluka, Demonstrasi Tolak Lockdown Berakhir Ricuh
Langkah ini dilakukan setelah hampir seminggu protes panas atas kebijakan lokal Covid-19 - yang mencakup vaksinasi wajib untuk staf kesehatan dan pekerja 'penting' lainnya. Demonstran telah membakar mobil dan mendirikan barikade yang dibakar di jalan-jalan. Menurut Reuters dokter, petugas pemadam kebakaran dan profesional lainnya telah keluar dari pekerjaan mereka sebagai bentuk protes.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Lansia Disemprot Merica Saat Protes 'Lockdown' Covid-19, Tuai Kecaman di Media SosialDalam rekaman yang beredar online awal pekan ini, pria yang mengaku petugas pemadam kebakaran terlihat membasahi polisi dengan selang air yang terhubung ke hidran kebakaran di dekatnya. Petugas segera mematikan keran.



Seperti di daratan Prancis, penduduk juga diharuskan menunjukkan bukti vaksinasi, tes PCR negatif atau menunjukkan bahwa mereka baru saja pulih dari virus untuk memasuki sejumlah tempat umum, termasuk restoran dan museum.



Kebijakan tersebut terbukti tidak populer bagi banyak penduduk setempat, dengan serikat pekerja melancarkan pemogokan tanpa batas sebagai protes selama seminggu terakhir, diikuti oleh warga lain yang melakukan demonstrasi di jalanan.

</description><content:encoded>PRANCIS - Prancis telah memberlakukan jam malam di wilayah luar Guadeloupe dan mengirim polisi tambahan ke pulau itu usai terjadinya banyak kerusuhan dan vandalisme sebagai tanggapan terhadap pembatasan pandemi Covid-19 (lockdown) yang keras.
&amp;ldquo;Mengingat kerusuhan sosial yang sedang berlangsung dan tindakan vandalisme, prefek Guadeloupe telah memutuskan untuk memberlakukan jam malam mulai hari ini dari jam 18.00 hingga 05.00 waktu setempat,&amp;rdquo; Alexandre Rochatte, yang mewakili kepulauan itu pada Jumat (19/11).
Pada Jumat (19/11), Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat bahwa 200 petugas polisi dan polisi Prancis akan dikirim ke Guadeloupe dalam beberapa hari mendatang untuk menindak &quot;kekerasan&quot; dan &quot;memulihkan ketertiban republik.&quot;
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Mobil Polisi Dibakar dan 7 Terluka, Demonstrasi Tolak Lockdown Berakhir Ricuh
Langkah ini dilakukan setelah hampir seminggu protes panas atas kebijakan lokal Covid-19 - yang mencakup vaksinasi wajib untuk staf kesehatan dan pekerja 'penting' lainnya. Demonstran telah membakar mobil dan mendirikan barikade yang dibakar di jalan-jalan. Menurut Reuters dokter, petugas pemadam kebakaran dan profesional lainnya telah keluar dari pekerjaan mereka sebagai bentuk protes.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Lansia Disemprot Merica Saat Protes 'Lockdown' Covid-19, Tuai Kecaman di Media SosialDalam rekaman yang beredar online awal pekan ini, pria yang mengaku petugas pemadam kebakaran terlihat membasahi polisi dengan selang air yang terhubung ke hidran kebakaran di dekatnya. Petugas segera mematikan keran.



Seperti di daratan Prancis, penduduk juga diharuskan menunjukkan bukti vaksinasi, tes PCR negatif atau menunjukkan bahwa mereka baru saja pulih dari virus untuk memasuki sejumlah tempat umum, termasuk restoran dan museum.



Kebijakan tersebut terbukti tidak populer bagi banyak penduduk setempat, dengan serikat pekerja melancarkan pemogokan tanpa batas sebagai protes selama seminggu terakhir, diikuti oleh warga lain yang melakukan demonstrasi di jalanan.

</content:encoded></item></channel></rss>
