<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>dr Reisa: Gelombang Ketiga Covid-19 di AS-Eropa Harus Jadi Pelajaran Berharga</title><description>Ia menyebut lonjakan kasus Covid-19 terjadi saat warga lengah seputar prokes.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/20/337/2504650/dr-reisa-gelombang-ketiga-covid-19-di-as-eropa-harus-jadi-pelajaran-berharga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/20/337/2504650/dr-reisa-gelombang-ketiga-covid-19-di-as-eropa-harus-jadi-pelajaran-berharga"/><item><title>dr Reisa: Gelombang Ketiga Covid-19 di AS-Eropa Harus Jadi Pelajaran Berharga</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/20/337/2504650/dr-reisa-gelombang-ketiga-covid-19-di-as-eropa-harus-jadi-pelajaran-berharga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/20/337/2504650/dr-reisa-gelombang-ketiga-covid-19-di-as-eropa-harus-jadi-pelajaran-berharga</guid><pubDate>Sabtu 20 November 2021 02:08 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/19/337/2504650/dr-reisa-gelombang-ketiga-covid-19-di-as-eropa-harus-jadi-pelajaran-berharga-tjQ59DtdJC.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Dr Reisa. (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/19/337/2504650/dr-reisa-gelombang-ketiga-covid-19-di-as-eropa-harus-jadi-pelajaran-berharga-tjQ59DtdJC.jpeg</image><title>Dr Reisa. (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro mengingatkan, Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa hendaknya dijadikan bahan pembelajaran untuk melihat kasus gelombang ketiga&amp;nbsp;Covid-19 yang dapat terjadi di Indonesia.
Mengutip pernyataan dr Maria Van Kekrhove dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Reisa menyebut pola kenaikan angka kasus tersebut sepenuhnya dapat diprediksi saat masyarakat menghilangkan langkah pencegahan &amp;nbsp;Covid-19.
&quot;Pola yang kita lihat di seluruh dunia sepenuhnya dapat diprediksi karena ketika kita menghilangkan langkah-langkah pencegahan dan tidak lagi mengikuti panduan PPKM atau panduan kesehatan masyarakat dan aktivitas sosial WHO,&quot; kata Reisa saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden yang diikuti secara daring dari Jakarta, Jumat (19/11/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Bertambah 360 Hari Ini, DKI Jakarta Tertinggi
Ia menyebut lonjakan kasus Covid-19 terjadi saat warga lengah seputar penggunaan masker dan menjaga jarak, juga tidak lagi memperhatikan ventilasi, serta tidak lagi menghindari keramaian.&amp;nbsp;
Ia juga mengatakan varian baru terus ada selama masyarakat masih meningkatkan mobilitas sosial, namun cakupan vaksinasi belum 100 persen.&amp;nbsp;
&quot;Maka kita akan melihat virus berkembang dan itulah yang terjadi saat ini di Amerika dan Eropa,&quot; ujar Reisa.Ia mengatakan, negara-negara tersebut tengah mengalami lonjakan kasus, meski angka cakupan vaksinasi&amp;nbsp;Covid-19 telah tinggi.
Kasus Covid-19 melonjak di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat serta sejumlah negara di Eropa, seperti Jerman, Perancis dan Belanda.</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro mengingatkan, Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa hendaknya dijadikan bahan pembelajaran untuk melihat kasus gelombang ketiga&amp;nbsp;Covid-19 yang dapat terjadi di Indonesia.
Mengutip pernyataan dr Maria Van Kekrhove dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Reisa menyebut pola kenaikan angka kasus tersebut sepenuhnya dapat diprediksi saat masyarakat menghilangkan langkah pencegahan &amp;nbsp;Covid-19.
&quot;Pola yang kita lihat di seluruh dunia sepenuhnya dapat diprediksi karena ketika kita menghilangkan langkah-langkah pencegahan dan tidak lagi mengikuti panduan PPKM atau panduan kesehatan masyarakat dan aktivitas sosial WHO,&quot; kata Reisa saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden yang diikuti secara daring dari Jakarta, Jumat (19/11/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;Kasus Covid-19 Bertambah 360 Hari Ini, DKI Jakarta Tertinggi
Ia menyebut lonjakan kasus Covid-19 terjadi saat warga lengah seputar penggunaan masker dan menjaga jarak, juga tidak lagi memperhatikan ventilasi, serta tidak lagi menghindari keramaian.&amp;nbsp;
Ia juga mengatakan varian baru terus ada selama masyarakat masih meningkatkan mobilitas sosial, namun cakupan vaksinasi belum 100 persen.&amp;nbsp;
&quot;Maka kita akan melihat virus berkembang dan itulah yang terjadi saat ini di Amerika dan Eropa,&quot; ujar Reisa.Ia mengatakan, negara-negara tersebut tengah mengalami lonjakan kasus, meski angka cakupan vaksinasi&amp;nbsp;Covid-19 telah tinggi.
Kasus Covid-19 melonjak di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat serta sejumlah negara di Eropa, seperti Jerman, Perancis dan Belanda.</content:encoded></item></channel></rss>
