<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejumlah Kota di Dunia Jarang Disinari Matahari, Nomor 4 Wilayahnya Selalu Malam</title><description>Tempat tersebut hampir diselimuti awan mendung dan bersuhu lebih dingin dibandingkan tempat lain.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/22/337/2505335/sejumlah-kota-di-dunia-jarang-disinari-matahari-nomor-4-wilayahnya-selalu-malam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/22/337/2505335/sejumlah-kota-di-dunia-jarang-disinari-matahari-nomor-4-wilayahnya-selalu-malam"/><item><title>Sejumlah Kota di Dunia Jarang Disinari Matahari, Nomor 4 Wilayahnya Selalu Malam</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/22/337/2505335/sejumlah-kota-di-dunia-jarang-disinari-matahari-nomor-4-wilayahnya-selalu-malam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/22/337/2505335/sejumlah-kota-di-dunia-jarang-disinari-matahari-nomor-4-wilayahnya-selalu-malam</guid><pubDate>Senin 22 November 2021 05:25 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Litbang MPI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/22/337/2505335/sejumlah-kota-di-dunia-jarang-disinari-matahari-nomor-4-wilayahnya-selalu-malam-o15GNOQOrK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung es di Alaska (Foto: Unsplash)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/22/337/2505335/sejumlah-kota-di-dunia-jarang-disinari-matahari-nomor-4-wilayahnya-selalu-malam-o15GNOQOrK.jpg</image><title>Gunung es di Alaska (Foto: Unsplash)</title></images><description>JAKARTA - Rotasi bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam. Namun, ternyata ada fenomena alam yang membuat beberapa tempat di dunia jarang tersentuh sinar matahari.
Tempat tersebut hampir diselimuti awan mendung dan bersuhu lebih dingin dibandingkan tempat lain. Berikut daftar 6 tempat di dunia yang jarang terkena sinar matahari.
1. Alaska, AS
Selama 65 hari penduduk Utqiagvik, Alaska hidup dalam kegelapan. Mereka hanya dapat merasakan sinar matahari mulai tanggal 23 Januari sekitar pukul 1:04 (AKST) hingga 18 November. Penduduk Utqiagvik menamakan fenomena tersebut sebagai malam kutub.
Baca juga:&amp;nbsp;Bumi Berotasi tapi Manusia Tidak Terlempar Jatuh, Ini Penjelasan Alquran dan Sains
Fenomena malam kutub terjadi pada beberapa wilayah di bagian Alaska seperti, Kanada, Greenland, Finlandia, Rusia, dan Swedia.
Fenomena itu terjadi karena Utqiagvik terletak di bagian paling utara Amerika Serikat dan hanya berjarak beberapa ratus kilometer dari lingkaran kutub utara. Cahaya matahari akan memuncak ketika berada pada enam derajat di bawah cakrawala dan berlangsung selama 3-6 jam.
Baca juga:&amp;nbsp;Geger! Wanita Ini Klaim sebagai Pemilik Matahari, Manusia Diminta Bayar Jasa Pemakaian2. Rjukan, Norwegia
Rjukan merupakan salah satu kota di Norwegia yang berada di kawasan Telemark, kaki Gunung Gaustatoppen. Rjukan menjadi kota tanpa cahaya matahari. Fenomena ini terjadi ketika musim dingin tiba yakni bulan September sampai Maret, tepatnya selama 6 bulan dalam setahun.
Cahaya matahari tidak sampai di Kota Rjukan. Hal itu lantaran adanya lereng dan pegunungan yang mengelilingi kota.
Deretan pegunungan menghalangi sinar matahari untuk masuk ke Rjukan dan membuat kota tersebut menjadi gelap setiap hari selama 6 bulan lamanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Matahari di Atas Pulau Jawa Sepekan, Ini Daftar Wilayahnya
3. Torshavn, Faroe Island
Torshavn adalah ibu kota sekaligus kota terbesar di Faroe Island. Torshavn terletak di bagian selatan pantai timur Streymoy.
Torshavn hanya mendapatkan sinar matahari 2,4 jam per hari atau sekitar 840 jam per tahun. Suhu tertinggi di Torshavn hanya sekitar 12 derajat Celcius.
Baca juga:&amp;nbsp;Matahari di Atas Pulau Jawa Selama Seminggu, Daerah Ini Akan Ada Hari Tanpa Bayangan4. Dikson, Rusia
Kota yang dijuluki Capital of the Arctic ini sering mengalami malam kutub atau hari tanpa sinar matahari selama lebih dari 24 jam di bulan Desember dan awal Januari. Selama 10 bulan kota Dikson diselimuti oleh musim dingin.
Sementara di dua bulan sisanya, matahari tidak pernah terbit. Terhitung setiap tahunnya, hanya 1.164 jam sinar matahari menyinari Dikson.
Baca juga:&amp;nbsp;Viral Cahaya Matahari Dilingkari Pelangi di Langit Jambi, Fenomena Apa?
5. Chongqing, China
Chongqing merupakan kota dengan iklim subtropis lembap dan mengalami kondisi iklim yang sangat basah hampir sepanjang tahun. Kota ini tercatat hanya memiliki jam sinar matahari sekitar 1.054 per tahun.
Hal tersebut dikarenakan Chongqing terletak di cekungan Sichuan. Pada bulan Desember dan Januari, Chongqing menerima cahaya paling sedikit. Sedangkan pada bulan Agustus cukup tinggi, yaitu sekitar 48%.
Baca juga:&amp;nbsp;Alquran dan Sains: Ini Tanda-Tanda yang Diperlihatkan Matahari pada Hari Kiamat
6. Sao Joaquim, Brazil
Sao Joaquim terletak di Santa Catarina, Brasil Selatan. Kota ini merupakan dataran tinggi beriklim subtropis dengan ketinggian sekitar 1.360 meter. Sao Joaquim hanya menerima sinar matahari selama 1.055 jam per tahunnya. Pada bulan Januari, kota ini bersuhu rata-rata 17 derajat Celcius, sedangkan pada bulan Juli hanya 9 derajat Celcius.

</description><content:encoded>JAKARTA - Rotasi bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam. Namun, ternyata ada fenomena alam yang membuat beberapa tempat di dunia jarang tersentuh sinar matahari.
Tempat tersebut hampir diselimuti awan mendung dan bersuhu lebih dingin dibandingkan tempat lain. Berikut daftar 6 tempat di dunia yang jarang terkena sinar matahari.
1. Alaska, AS
Selama 65 hari penduduk Utqiagvik, Alaska hidup dalam kegelapan. Mereka hanya dapat merasakan sinar matahari mulai tanggal 23 Januari sekitar pukul 1:04 (AKST) hingga 18 November. Penduduk Utqiagvik menamakan fenomena tersebut sebagai malam kutub.
Baca juga:&amp;nbsp;Bumi Berotasi tapi Manusia Tidak Terlempar Jatuh, Ini Penjelasan Alquran dan Sains
Fenomena malam kutub terjadi pada beberapa wilayah di bagian Alaska seperti, Kanada, Greenland, Finlandia, Rusia, dan Swedia.
Fenomena itu terjadi karena Utqiagvik terletak di bagian paling utara Amerika Serikat dan hanya berjarak beberapa ratus kilometer dari lingkaran kutub utara. Cahaya matahari akan memuncak ketika berada pada enam derajat di bawah cakrawala dan berlangsung selama 3-6 jam.
Baca juga:&amp;nbsp;Geger! Wanita Ini Klaim sebagai Pemilik Matahari, Manusia Diminta Bayar Jasa Pemakaian2. Rjukan, Norwegia
Rjukan merupakan salah satu kota di Norwegia yang berada di kawasan Telemark, kaki Gunung Gaustatoppen. Rjukan menjadi kota tanpa cahaya matahari. Fenomena ini terjadi ketika musim dingin tiba yakni bulan September sampai Maret, tepatnya selama 6 bulan dalam setahun.
Cahaya matahari tidak sampai di Kota Rjukan. Hal itu lantaran adanya lereng dan pegunungan yang mengelilingi kota.
Deretan pegunungan menghalangi sinar matahari untuk masuk ke Rjukan dan membuat kota tersebut menjadi gelap setiap hari selama 6 bulan lamanya.
Baca juga:&amp;nbsp;Matahari di Atas Pulau Jawa Sepekan, Ini Daftar Wilayahnya
3. Torshavn, Faroe Island
Torshavn adalah ibu kota sekaligus kota terbesar di Faroe Island. Torshavn terletak di bagian selatan pantai timur Streymoy.
Torshavn hanya mendapatkan sinar matahari 2,4 jam per hari atau sekitar 840 jam per tahun. Suhu tertinggi di Torshavn hanya sekitar 12 derajat Celcius.
Baca juga:&amp;nbsp;Matahari di Atas Pulau Jawa Selama Seminggu, Daerah Ini Akan Ada Hari Tanpa Bayangan4. Dikson, Rusia
Kota yang dijuluki Capital of the Arctic ini sering mengalami malam kutub atau hari tanpa sinar matahari selama lebih dari 24 jam di bulan Desember dan awal Januari. Selama 10 bulan kota Dikson diselimuti oleh musim dingin.
Sementara di dua bulan sisanya, matahari tidak pernah terbit. Terhitung setiap tahunnya, hanya 1.164 jam sinar matahari menyinari Dikson.
Baca juga:&amp;nbsp;Viral Cahaya Matahari Dilingkari Pelangi di Langit Jambi, Fenomena Apa?
5. Chongqing, China
Chongqing merupakan kota dengan iklim subtropis lembap dan mengalami kondisi iklim yang sangat basah hampir sepanjang tahun. Kota ini tercatat hanya memiliki jam sinar matahari sekitar 1.054 per tahun.
Hal tersebut dikarenakan Chongqing terletak di cekungan Sichuan. Pada bulan Desember dan Januari, Chongqing menerima cahaya paling sedikit. Sedangkan pada bulan Agustus cukup tinggi, yaitu sekitar 48%.
Baca juga:&amp;nbsp;Alquran dan Sains: Ini Tanda-Tanda yang Diperlihatkan Matahari pada Hari Kiamat
6. Sao Joaquim, Brazil
Sao Joaquim terletak di Santa Catarina, Brasil Selatan. Kota ini merupakan dataran tinggi beriklim subtropis dengan ketinggian sekitar 1.360 meter. Sao Joaquim hanya menerima sinar matahari selama 1.055 jam per tahunnya. Pada bulan Januari, kota ini bersuhu rata-rata 17 derajat Celcius, sedangkan pada bulan Juli hanya 9 derajat Celcius.

</content:encoded></item></channel></rss>
