<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud MD Tegaskan Pemerintah Hadir di Perbatasan, Pengganggu Kedaulatan Dibuat Mundur</title><description>Pemerintah terus melakukan penguatan dari dalam terkait gangguan di laut Natuna atau laut China Selatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/24/337/2506553/mahfud-md-tegaskan-pemerintah-hadir-di-perbatasan-pengganggu-kedaulatan-dibuat-mundur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/24/337/2506553/mahfud-md-tegaskan-pemerintah-hadir-di-perbatasan-pengganggu-kedaulatan-dibuat-mundur"/><item><title>Mahfud MD Tegaskan Pemerintah Hadir di Perbatasan, Pengganggu Kedaulatan Dibuat Mundur</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/24/337/2506553/mahfud-md-tegaskan-pemerintah-hadir-di-perbatasan-pengganggu-kedaulatan-dibuat-mundur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/24/337/2506553/mahfud-md-tegaskan-pemerintah-hadir-di-perbatasan-pengganggu-kedaulatan-dibuat-mundur</guid><pubDate>Rabu 24 November 2021 10:13 WIB</pubDate><dc:creator>Riezky Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/24/337/2506553/mahfud-md-tegaskan-pemerintah-hadir-di-perbatasan-pengganggu-kedaulatan-dibuat-mundur-mHr3u9rteo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mahfud MD. (Foto: Riezky Maulana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/24/337/2506553/mahfud-md-tegaskan-pemerintah-hadir-di-perbatasan-pengganggu-kedaulatan-dibuat-mundur-mHr3u9rteo.jpg</image><title>Mahfud MD. (Foto: Riezky Maulana)</title></images><description>JAKARTA - Menko Polhukam&amp;nbsp;Mahfud&amp;nbsp;MD&amp;nbsp;menegaskan kehadiran negara dalam menjaga perbatasan wilayah. Pemerintah terus melakukan penguatan dari dalam terkait gangguan di laut Natuna atau laut China Selatan.
Penguatan yang dimaksud Mahfud antara lain dengan cara memperkuat pertahanan di laut, darat dan udara. Lalu ikut mengatur pemangku kepentingan kelautan dalam menangani gangguan yang muncul dari luar.&amp;nbsp;
&quot;Awal tahun 2020, ketika kapal-kapal China dengan sangat provokatif, kita datang ke sini, Presiden ke sini, saya ke sini, lalu kita katakan ini wilayah kita. Jadi mengerikan bagi mereka bahwa kita ada. Maka mereka semua mundur,&quot; ujar&amp;nbsp;Mahfud&amp;nbsp;di atas Kapal KRI Semarang saat perjalanan menuju Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (23/11/2021).
Mahfud memastikan Pemerintah telah mengidentifikasi gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Selain melakukan penguatan dari dalam, Pemerintah juga melakukan pengaturan kepada pemangku kepentingan di bidang kelautan.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Kunjungi Natuna, Mahfud MD: Seluruh Wilayah Harus Kita Amankan!
&quot;Stakeholder kelautan diatur sedemikian rupa, kalau menangani pencuri bagaimana, menangani kapal&amp;nbsp; mata mata bagaimana, menghadapi penyelundup, perkuatan di dalamnya tinggal disinergikan,&quot; katanya.&amp;nbsp;
Selain memperkuat kekuatan pertahanan dan keamanan dari dalam,&amp;nbsp;Mahfud&amp;nbsp;menjelaskan bahwa pemerintah juga akan meningkatkan pembangunan yang bersifat multi dimensi. Adapun caranya dengan meningkatkan sosial ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.&quot;Bukan hanya pembangunan kekuatan aparat penegak hukum pertahanan dan keamanan di laut, tapi lebih dari itu. Presiden mengatakan, misalnya, berapapun kita sediakan senjata, tentara, polisi di sana, namun kalau di bidang sosial ekonomi tidak dibangun, ya tidak akan efektif menjaga negara,&quot; jelasnya.
Oleh karenanya, sesuai dengan pesan Presiden, penjagaan di perbatasan akan terus dilakukan dengan melakukan pengawasan dan juga patroli.
&quot;Karena kalau ekonomi di laut Natuna itu hidup, maka keutuhan kita menjadi terjaga,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menko Polhukam&amp;nbsp;Mahfud&amp;nbsp;MD&amp;nbsp;menegaskan kehadiran negara dalam menjaga perbatasan wilayah. Pemerintah terus melakukan penguatan dari dalam terkait gangguan di laut Natuna atau laut China Selatan.
Penguatan yang dimaksud Mahfud antara lain dengan cara memperkuat pertahanan di laut, darat dan udara. Lalu ikut mengatur pemangku kepentingan kelautan dalam menangani gangguan yang muncul dari luar.&amp;nbsp;
&quot;Awal tahun 2020, ketika kapal-kapal China dengan sangat provokatif, kita datang ke sini, Presiden ke sini, saya ke sini, lalu kita katakan ini wilayah kita. Jadi mengerikan bagi mereka bahwa kita ada. Maka mereka semua mundur,&quot; ujar&amp;nbsp;Mahfud&amp;nbsp;di atas Kapal KRI Semarang saat perjalanan menuju Pulau Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (23/11/2021).
Mahfud memastikan Pemerintah telah mengidentifikasi gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Selain melakukan penguatan dari dalam, Pemerintah juga melakukan pengaturan kepada pemangku kepentingan di bidang kelautan.&amp;nbsp;
Baca juga:&amp;nbsp;Kunjungi Natuna, Mahfud MD: Seluruh Wilayah Harus Kita Amankan!
&quot;Stakeholder kelautan diatur sedemikian rupa, kalau menangani pencuri bagaimana, menangani kapal&amp;nbsp; mata mata bagaimana, menghadapi penyelundup, perkuatan di dalamnya tinggal disinergikan,&quot; katanya.&amp;nbsp;
Selain memperkuat kekuatan pertahanan dan keamanan dari dalam,&amp;nbsp;Mahfud&amp;nbsp;menjelaskan bahwa pemerintah juga akan meningkatkan pembangunan yang bersifat multi dimensi. Adapun caranya dengan meningkatkan sosial ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.&quot;Bukan hanya pembangunan kekuatan aparat penegak hukum pertahanan dan keamanan di laut, tapi lebih dari itu. Presiden mengatakan, misalnya, berapapun kita sediakan senjata, tentara, polisi di sana, namun kalau di bidang sosial ekonomi tidak dibangun, ya tidak akan efektif menjaga negara,&quot; jelasnya.
Oleh karenanya, sesuai dengan pesan Presiden, penjagaan di perbatasan akan terus dilakukan dengan melakukan pengawasan dan juga patroli.
&quot;Karena kalau ekonomi di laut Natuna itu hidup, maka keutuhan kita menjadi terjaga,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
