<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Humor Gus Dur soal Karakter Bangsa, Beda yang Dikatakan dengan Dikerjakan</title><description>Gus Dur menjelaskan soal karakter bangsa Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/25/337/2507035/humor-gus-dur-soal-karakter-bangsa-beda-yang-dikatakan-dengan-dikerjakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/25/337/2507035/humor-gus-dur-soal-karakter-bangsa-beda-yang-dikatakan-dengan-dikerjakan"/><item><title>Humor Gus Dur soal Karakter Bangsa, Beda yang Dikatakan dengan Dikerjakan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/25/337/2507035/humor-gus-dur-soal-karakter-bangsa-beda-yang-dikatakan-dengan-dikerjakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/25/337/2507035/humor-gus-dur-soal-karakter-bangsa-beda-yang-dikatakan-dengan-dikerjakan</guid><pubDate>Kamis 25 November 2021 06:30 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/25/337/2507035/humor-gus-dur-soal-karakter-bangsa-beda-yang-dikatakan-dengan-dikerjakan-ALAKkKpm4q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/25/337/2507035/humor-gus-dur-soal-karakter-bangsa-beda-yang-dikatakan-dengan-dikerjakan-ALAKkKpm4q.jpg</image><title>KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. (Ist)</title></images><description>Gus Dur dikerubungi wartawan yang bertanya-tanya soal karakter-karakter dari berbagai bangsa. Identifikasi karakter ini penting agar dapat menjadi cerminan bagi bangsa Indonesia.


Gus Dur pun mendapat pertanyaan soal hal yang membedakan Indonesia dengan bangsa lainnya.

&amp;ldquo;apa sih yang membedakan bangsa kita dengan yang lain di dunia, Gus?&amp;rdquo;, demikian melansir uninus.ac.id, Kamis (25/11/2021).


&amp;ldquo;Konon ada 4 macam sifat bangsa,&amp;rdquo; kata Gus Dur.


&amp;ldquo;Apa itu?&amp;rdquo;


&amp;ldquo;Sedikit bicara, sedikit kerja, Nigeria dan Angola. Sedikit bicara, banyak kerja, Jepang dan Korsel. Banyak bicara, banyak kerja, Amerika, China. Sedangkan yang banyak bicara, sedikit kerja, Pakistan, India,&amp;rdquo; urai Gus Dur.


&amp;ldquo;Kalau bangsa Indonesia, masuk yang mana Gus?&amp;rdquo; tanya wartawan lain.


Gus Dur diam sebentar, lalu menjawab: &amp;ldquo;Tidak bisa dimasukkan di antara yang empat itu,&amp;rdquo; kata Gus Dur.

Baca Juga : Kisah Gus Dur soal Para Presiden Menangis Usai Tahu Kapan Negaranya Makmur

&amp;ldquo;Lohh&amp;hellip;Kenapa Gus?&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Karena di Indonesia, antara yang dibicarakan dan yang dikerjakan beda,&amp;rdquo; seloroh Gus Dur.


</description><content:encoded>Gus Dur dikerubungi wartawan yang bertanya-tanya soal karakter-karakter dari berbagai bangsa. Identifikasi karakter ini penting agar dapat menjadi cerminan bagi bangsa Indonesia.


Gus Dur pun mendapat pertanyaan soal hal yang membedakan Indonesia dengan bangsa lainnya.

&amp;ldquo;apa sih yang membedakan bangsa kita dengan yang lain di dunia, Gus?&amp;rdquo;, demikian melansir uninus.ac.id, Kamis (25/11/2021).


&amp;ldquo;Konon ada 4 macam sifat bangsa,&amp;rdquo; kata Gus Dur.


&amp;ldquo;Apa itu?&amp;rdquo;


&amp;ldquo;Sedikit bicara, sedikit kerja, Nigeria dan Angola. Sedikit bicara, banyak kerja, Jepang dan Korsel. Banyak bicara, banyak kerja, Amerika, China. Sedangkan yang banyak bicara, sedikit kerja, Pakistan, India,&amp;rdquo; urai Gus Dur.


&amp;ldquo;Kalau bangsa Indonesia, masuk yang mana Gus?&amp;rdquo; tanya wartawan lain.


Gus Dur diam sebentar, lalu menjawab: &amp;ldquo;Tidak bisa dimasukkan di antara yang empat itu,&amp;rdquo; kata Gus Dur.

Baca Juga : Kisah Gus Dur soal Para Presiden Menangis Usai Tahu Kapan Negaranya Makmur

&amp;ldquo;Lohh&amp;hellip;Kenapa Gus?&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Karena di Indonesia, antara yang dibicarakan dan yang dikerjakan beda,&amp;rdquo; seloroh Gus Dur.


</content:encoded></item></channel></rss>
