<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peristiwa 26 November: Gempa Dahsyat Nabire hingga Wafatnya Perintis Bosscha</title><description>Okezone merangkum beberapa peristiwa yang pernah terjadi pada 26 November,</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/26/337/2507618/peristiwa-26-november-gempa-dahsyat-nabire-hingga-wafatnya-perintis-bosscha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/26/337/2507618/peristiwa-26-november-gempa-dahsyat-nabire-hingga-wafatnya-perintis-bosscha"/><item><title>Peristiwa 26 November: Gempa Dahsyat Nabire hingga Wafatnya Perintis Bosscha</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/26/337/2507618/peristiwa-26-november-gempa-dahsyat-nabire-hingga-wafatnya-perintis-bosscha</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/26/337/2507618/peristiwa-26-november-gempa-dahsyat-nabire-hingga-wafatnya-perintis-bosscha</guid><pubDate>Jum'at 26 November 2021 04:39 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/26/337/2507618/peristiwa-26-november-gempa-dahsyat-nabire-hingga-wafatnya-perintis-bosscha-ZyZ8tEy4JT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/26/337/2507618/peristiwa-26-november-gempa-dahsyat-nabire-hingga-wafatnya-perintis-bosscha-ZyZ8tEy4JT.jpg</image><title>Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Sederatan momen atau peristiwa pernah terjadi pada 26 November dari tahun ke tahun. Sejumlah peristiwa yang terjadi pada 26 November tercatat menjadi bagian dari momen penting bagi sejumlah orang. Bahkan, momen yang tidak akan terlupakan.

Okezone merangkum beberapa peristiwa yang pernah terjadi pada 26 November, mulai dari gempa bumi hebat mengguncang Nabire, Papua, dan menewaskan puluhan jiwa hingga jembatan Kutai Kartanegara runtuh.

Berikut ulasan singkat Okezone terkait sejumlah peristiwa yang terjadi pada 26 November :

1. Perintis Observatorium Bosscha Meninggal

Karel Albert Rudolf Bosscha adalah seorang Belanda keturunan Jerman yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat pribumi Hindia Belanda pada masa itu dan juga merupakan seorang pemerhati ilmu pendidikan khususnya astronomi. Ia dikenal sebagai pendiri Obsevatorium Bosscha.

Bosscha lahir di Den Haag, Belanda, pada 15 Mei 1865. Ia kemudian meninggal di Malabar Bandung, Hindia Belanda, pada 26 November 1928 di usia 63 tahun. Pada tahun 1923, Bosscha menjadi perintis dan penyandang dana pembangunan Observatorium Bosscha yang telah lama diharapkan oleh Nederlands Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV).

Kemudian ia bersama dengan Dr. J. Voute pergi ke Jerman untuk membeli Teleskop Refraktor Ganda Zeiss dan Teleskop Refraktor Bamberg. Pembangunan Observatorium Bosscha selesai dilaksanakan pada tahun 1928.

Namun, ia sendiri tidak sempat menyaksikan bintang melalui observatorium yang didirikannya karena pada tanggal 26 November 1928 ia meninggal beberapa saat setelah dianugerahi penghargaan sebagai Warga Utama kota Bandung dalam upacara kebesaran yang dilakukan Gemente di Kota Bandung.

Selama hidupnya, Bosscha memilih untuk tidak menikah. Pada akhir hayatnya, karena kecintaannya pada Malabar, dia meminta agar jasadnya disemayamkan di antara pepohonan teh di Perkebunan Teh Malabar. Setelah kematiannya, Medali Bosscha didirikan.

2. Gempa di Nabire Tewaskan 32 Orang

Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang daerah Nabire, Provinsi  Papua, pada 26 November 2004, pukul 11.25 WIT. Sementara itu, menurut  badan geologi Amerika Serikat, gempa tersebut berkekuatan 7,1 Mw. Pusat  gempa berada di darat kira-kira 17 km selatan Nabire.

Gempa ini dirasakan sangat keras yaitu VII-VIII MMI di Kota Nabire.  Sebanyak lebih dari 32 orang dilaporkan tewas. Musibah tersebut  merupakan gempa Bumi kedua yang menimpa Nabire pada tahun 2004.  Sebelumnya, Nabire pernah mengalami hal yang sama pada bulan Februari  yang menewaskan 30 orang.

3. Serangan Teroris di Mumbai

Serangan teroris Mumbai November 2008 merupakan rangkaian serangan  teroris terkoordinasi yang terjadi serentak di sejumlah tempat di  sekitar kota Mumbai, ibu kota finansial dan kota terbesar di India, pada  26 November 2008 yang berlanjut sampai dengan 29 November.

Sekurang-kurangnya 188 orang, termasuk sekurang-kurangnya 22 warga  asing, dipastikan menjadi korban, sementara sekitar 370 orang cedera.  Para pelaku melakukan serangkaian penembakan, peledakan, dan  penyanderaan.

Serangan-serangan tersebut terjadi di stasiun kereta api Chhatrapati  Shivaji Terminus (CST) yang ramai; dua hotel lima bintang yaitu  Oberoi/Trident dan Taj Mahal Palace; Kafe Leopold, sebuah restoran yang  terkenal di kalangan turis; Rumah Sakit Cama; gedung pusat komunitas  Yahudi Mumbai Chabad House; dan kantor polisi.

4. Hari Lahir Arswendo

Arswendo Atmowiloto lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 November 1948   dan meninggal di Jakarta, 19 Juli 2019 pada umur 70 tahun. Ia adalah   penulis dan wartawan Indonesia yang aktif di berbagai majalah dan surat   kabar. Ia menulis cerpen, novel, naskah drama, dan skenario film.

Arswendo lahir dengan nama Sarwendo. Ia mengganti nama depannya   menjadi Arswendo dan menambahkan nama bapaknya, Atmowiloto, di belakang.   Setelah lulus SMA, Arswendo kuliah di fakultas bahasa dan sastra IKIP   Solo, tetapi tidak tamat. Tahun 1979, ia mengikuti International  Writing  Program di Universitas Iowa.

Ia pernah memimpin Bengkel Sastra Pusat Kesenian Jawa Tengah di Solo   (1972), wartawan Kompas dan pemimpin redaksi Hai, Monitor, dan Senang.   Kakaknya, Satmowi Atmowiloto, adalah seorang kartunis.

5. Kelahiran A.M. Fachir

Abdurrahman Mohammad Fachir atau A.M. Fachir lahir di Banjarmasin, 26   November 1957. Ia adalah seorang diplomat. Jabatan terakhir A.M.  Fachir  adalah sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia pada Kabinet  Kerja  Presiden Joko Widodo (2014-2019)




</description><content:encoded>JAKARTA - Sederatan momen atau peristiwa pernah terjadi pada 26 November dari tahun ke tahun. Sejumlah peristiwa yang terjadi pada 26 November tercatat menjadi bagian dari momen penting bagi sejumlah orang. Bahkan, momen yang tidak akan terlupakan.

Okezone merangkum beberapa peristiwa yang pernah terjadi pada 26 November, mulai dari gempa bumi hebat mengguncang Nabire, Papua, dan menewaskan puluhan jiwa hingga jembatan Kutai Kartanegara runtuh.

Berikut ulasan singkat Okezone terkait sejumlah peristiwa yang terjadi pada 26 November :

1. Perintis Observatorium Bosscha Meninggal

Karel Albert Rudolf Bosscha adalah seorang Belanda keturunan Jerman yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat pribumi Hindia Belanda pada masa itu dan juga merupakan seorang pemerhati ilmu pendidikan khususnya astronomi. Ia dikenal sebagai pendiri Obsevatorium Bosscha.

Bosscha lahir di Den Haag, Belanda, pada 15 Mei 1865. Ia kemudian meninggal di Malabar Bandung, Hindia Belanda, pada 26 November 1928 di usia 63 tahun. Pada tahun 1923, Bosscha menjadi perintis dan penyandang dana pembangunan Observatorium Bosscha yang telah lama diharapkan oleh Nederlands Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV).

Kemudian ia bersama dengan Dr. J. Voute pergi ke Jerman untuk membeli Teleskop Refraktor Ganda Zeiss dan Teleskop Refraktor Bamberg. Pembangunan Observatorium Bosscha selesai dilaksanakan pada tahun 1928.

Namun, ia sendiri tidak sempat menyaksikan bintang melalui observatorium yang didirikannya karena pada tanggal 26 November 1928 ia meninggal beberapa saat setelah dianugerahi penghargaan sebagai Warga Utama kota Bandung dalam upacara kebesaran yang dilakukan Gemente di Kota Bandung.

Selama hidupnya, Bosscha memilih untuk tidak menikah. Pada akhir hayatnya, karena kecintaannya pada Malabar, dia meminta agar jasadnya disemayamkan di antara pepohonan teh di Perkebunan Teh Malabar. Setelah kematiannya, Medali Bosscha didirikan.

2. Gempa di Nabire Tewaskan 32 Orang

Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang daerah Nabire, Provinsi  Papua, pada 26 November 2004, pukul 11.25 WIT. Sementara itu, menurut  badan geologi Amerika Serikat, gempa tersebut berkekuatan 7,1 Mw. Pusat  gempa berada di darat kira-kira 17 km selatan Nabire.

Gempa ini dirasakan sangat keras yaitu VII-VIII MMI di Kota Nabire.  Sebanyak lebih dari 32 orang dilaporkan tewas. Musibah tersebut  merupakan gempa Bumi kedua yang menimpa Nabire pada tahun 2004.  Sebelumnya, Nabire pernah mengalami hal yang sama pada bulan Februari  yang menewaskan 30 orang.

3. Serangan Teroris di Mumbai

Serangan teroris Mumbai November 2008 merupakan rangkaian serangan  teroris terkoordinasi yang terjadi serentak di sejumlah tempat di  sekitar kota Mumbai, ibu kota finansial dan kota terbesar di India, pada  26 November 2008 yang berlanjut sampai dengan 29 November.

Sekurang-kurangnya 188 orang, termasuk sekurang-kurangnya 22 warga  asing, dipastikan menjadi korban, sementara sekitar 370 orang cedera.  Para pelaku melakukan serangkaian penembakan, peledakan, dan  penyanderaan.

Serangan-serangan tersebut terjadi di stasiun kereta api Chhatrapati  Shivaji Terminus (CST) yang ramai; dua hotel lima bintang yaitu  Oberoi/Trident dan Taj Mahal Palace; Kafe Leopold, sebuah restoran yang  terkenal di kalangan turis; Rumah Sakit Cama; gedung pusat komunitas  Yahudi Mumbai Chabad House; dan kantor polisi.

4. Hari Lahir Arswendo

Arswendo Atmowiloto lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 November 1948   dan meninggal di Jakarta, 19 Juli 2019 pada umur 70 tahun. Ia adalah   penulis dan wartawan Indonesia yang aktif di berbagai majalah dan surat   kabar. Ia menulis cerpen, novel, naskah drama, dan skenario film.

Arswendo lahir dengan nama Sarwendo. Ia mengganti nama depannya   menjadi Arswendo dan menambahkan nama bapaknya, Atmowiloto, di belakang.   Setelah lulus SMA, Arswendo kuliah di fakultas bahasa dan sastra IKIP   Solo, tetapi tidak tamat. Tahun 1979, ia mengikuti International  Writing  Program di Universitas Iowa.

Ia pernah memimpin Bengkel Sastra Pusat Kesenian Jawa Tengah di Solo   (1972), wartawan Kompas dan pemimpin redaksi Hai, Monitor, dan Senang.   Kakaknya, Satmowi Atmowiloto, adalah seorang kartunis.

5. Kelahiran A.M. Fachir

Abdurrahman Mohammad Fachir atau A.M. Fachir lahir di Banjarmasin, 26   November 1957. Ia adalah seorang diplomat. Jabatan terakhir A.M.  Fachir  adalah sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia pada Kabinet  Kerja  Presiden Joko Widodo (2014-2019)




</content:encoded></item></channel></rss>
