<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Jasa Besar KH Hasyim Asy'ari untuk Indonesia</title><description>Hasyim Asy&amp;rsquo;ari adalah seorang guru agama, pahlawan nasional, dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU).</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/26/337/2507647/3-jasa-besar-kh-hasyim-asy-ari-untuk-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/26/337/2507647/3-jasa-besar-kh-hasyim-asy-ari-untuk-indonesia"/><item><title>3 Jasa Besar KH Hasyim Asy'ari untuk Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/26/337/2507647/3-jasa-besar-kh-hasyim-asy-ari-untuk-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/26/337/2507647/3-jasa-besar-kh-hasyim-asy-ari-untuk-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 26 November 2021 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Lutfia Dwi Kurniasih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/26/337/2507647/3-jasa-besar-kh-hasyim-asy-ari-untuk-indonesia-a8UAuf4Kkr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH Hasyim Asyari (Foto: NU)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/26/337/2507647/3-jasa-besar-kh-hasyim-asy-ari-untuk-indonesia-a8UAuf4Kkr.jpg</image><title>KH Hasyim Asyari (Foto: NU)</title></images><description>Kyai Haji Mohammad Hasjim Asy'arie dengan nama belakang yang sering dieja menjadi Asy'ari atau Ashari lahir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, 10 April 1875.

Hasyim Asy&amp;rsquo;ari adalah seorang guru agama, pahlawan nasional, dan pendiri salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU).

Untuk mengenal lebih jauh tentang siapakah Hasyim Asy'ari, berikut adalah sederet perjuangan yang dilakukannya semasa hidup.

1. Mendirikan Pondok Pesantren Hingga Mendapat Julukan Hadratus Syeikh

Di tahun 1899, Hasyim Asy'ari mendirikan sebuah Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang. Meskipun awalnya hanya terdapat sedikit santri akhirnya pada abad ke-20 pesantren ini menjadi pesantren terbesar di Jawa.

Atas usahanya itu, KH Hasyim Asy'ari di kalangan Nahdliyin dan ulama pesantren dijuluki dengan sebutan Hadratus Syeikh yang berarti maha guru.

Hal ini tentunya tidak terlepas dari kemampuannya yang tidak hanya paham ilmu agama melainkan juga paham hukum Belanda pada masa itu.

Julukan atau gelar ini tidak disandang sembarangan di kalangan ulama, kecuali bagi yang telah memenuhi kualifikasi keilmuan yang tinggi termasuk dalam bidang ilmu hadits. Itulah mengapa ia memiliki gelar atau predikat sebagai &amp;ldquo;hadratussyekh&amp;rdquo;.

2. Mendirikan NU

Selanjutnya di tahun 1926, K.H Hasjim Asy&amp;rsquo;ari turut dalam berdirinya  organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yakni Nadhlatul Ulama (NU),  yang berarti kebangkitan ulama.

Organisasi kebangkitan ulama itu secara resmi didirikan pada 31 Januari 1926 dan KH Hasyim Asy'ari dipercaya sebagai Rois Akbar.

Saat itu, NU berdiri bukan hanya sekedar keinginan untuk membangun  sebuah organisasi biasa, namun NU didirikan untuk merespons situasi  dunia Islam yang saat itu sedang terjadj pertentangan paham, antara  paham pembaharuan dengan paham bermadzhab.

3. Perjuangan Kemerdekaan Bagi Bangsa Indonesia

Selain itu, KH Hasyim Asy'ari juga turut dalam perjuangan kemerdekaan  bagi bangsa indonesia. Di masa penjajahan, KH Hasyim Asy'ari memiliki  pengaruh besar yang membuat penjajah Indonesia segan padanya.

Salah satu cara yang dilakukannya untuk menyelamatkan kemerdekaan  Indonesia, ia bersama para ulama mengeluarkan resolusi jihad untuk  melawan penjajah.

Buktinya, di masa penjajahan Belanda, KH Hasyim Asy'ari pernah  mengeluarkan fatwa jihad melawan penjajah, serta fatwa haram pergi haji  apabila naik kapal milik Belanda.

KH Hasyim Asy'ari kemudian meninggal dunia di umur 72 tahun dan dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang.

Atas jasanya semasa hidup terhadap negara, pada 17 November 1964  Hadhratusy Syeikh Hasyim Asy'ari ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional  Indonesia.

</description><content:encoded>Kyai Haji Mohammad Hasjim Asy'arie dengan nama belakang yang sering dieja menjadi Asy'ari atau Ashari lahir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, 10 April 1875.

Hasyim Asy&amp;rsquo;ari adalah seorang guru agama, pahlawan nasional, dan pendiri salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU).

Untuk mengenal lebih jauh tentang siapakah Hasyim Asy'ari, berikut adalah sederet perjuangan yang dilakukannya semasa hidup.

1. Mendirikan Pondok Pesantren Hingga Mendapat Julukan Hadratus Syeikh

Di tahun 1899, Hasyim Asy'ari mendirikan sebuah Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang. Meskipun awalnya hanya terdapat sedikit santri akhirnya pada abad ke-20 pesantren ini menjadi pesantren terbesar di Jawa.

Atas usahanya itu, KH Hasyim Asy'ari di kalangan Nahdliyin dan ulama pesantren dijuluki dengan sebutan Hadratus Syeikh yang berarti maha guru.

Hal ini tentunya tidak terlepas dari kemampuannya yang tidak hanya paham ilmu agama melainkan juga paham hukum Belanda pada masa itu.

Julukan atau gelar ini tidak disandang sembarangan di kalangan ulama, kecuali bagi yang telah memenuhi kualifikasi keilmuan yang tinggi termasuk dalam bidang ilmu hadits. Itulah mengapa ia memiliki gelar atau predikat sebagai &amp;ldquo;hadratussyekh&amp;rdquo;.

2. Mendirikan NU

Selanjutnya di tahun 1926, K.H Hasjim Asy&amp;rsquo;ari turut dalam berdirinya  organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yakni Nadhlatul Ulama (NU),  yang berarti kebangkitan ulama.

Organisasi kebangkitan ulama itu secara resmi didirikan pada 31 Januari 1926 dan KH Hasyim Asy'ari dipercaya sebagai Rois Akbar.

Saat itu, NU berdiri bukan hanya sekedar keinginan untuk membangun  sebuah organisasi biasa, namun NU didirikan untuk merespons situasi  dunia Islam yang saat itu sedang terjadj pertentangan paham, antara  paham pembaharuan dengan paham bermadzhab.

3. Perjuangan Kemerdekaan Bagi Bangsa Indonesia

Selain itu, KH Hasyim Asy'ari juga turut dalam perjuangan kemerdekaan  bagi bangsa indonesia. Di masa penjajahan, KH Hasyim Asy'ari memiliki  pengaruh besar yang membuat penjajah Indonesia segan padanya.

Salah satu cara yang dilakukannya untuk menyelamatkan kemerdekaan  Indonesia, ia bersama para ulama mengeluarkan resolusi jihad untuk  melawan penjajah.

Buktinya, di masa penjajahan Belanda, KH Hasyim Asy'ari pernah  mengeluarkan fatwa jihad melawan penjajah, serta fatwa haram pergi haji  apabila naik kapal milik Belanda.

KH Hasyim Asy'ari kemudian meninggal dunia di umur 72 tahun dan dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang.

Atas jasanya semasa hidup terhadap negara, pada 17 November 1964  Hadhratusy Syeikh Hasyim Asy'ari ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional  Indonesia.

</content:encoded></item></channel></rss>
