<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebiasaan Unik Jenderal Hoegeng, Berikan Surat Bertanda Lidah Api untuk Pejabat Nakal</title><description>Hoegeng adalah orang nomor satu di kepolisian masa transisi dari Orde Lama ke Orde Baru.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/27/337/2508158/kebiasaan-unik-jenderal-hoegeng-berikan-surat-bertanda-lidah-api-untuk-pejabat-nakal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/27/337/2508158/kebiasaan-unik-jenderal-hoegeng-berikan-surat-bertanda-lidah-api-untuk-pejabat-nakal"/><item><title>Kebiasaan Unik Jenderal Hoegeng, Berikan Surat Bertanda Lidah Api untuk Pejabat Nakal</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/27/337/2508158/kebiasaan-unik-jenderal-hoegeng-berikan-surat-bertanda-lidah-api-untuk-pejabat-nakal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/27/337/2508158/kebiasaan-unik-jenderal-hoegeng-berikan-surat-bertanda-lidah-api-untuk-pejabat-nakal</guid><pubDate>Sabtu 27 November 2021 05:32 WIB</pubDate><dc:creator>Tentya Noerani Dewi Richyadie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/27/337/2508158/kebiasaan-unik-jenderal-hoegeng-berikan-surat-bertanda-lidah-api-untuk-pejabat-nakal-Nl7rBllj9J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jenderal Hoegeng (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/27/337/2508158/kebiasaan-unik-jenderal-hoegeng-berikan-surat-bertanda-lidah-api-untuk-pejabat-nakal-Nl7rBllj9J.jpg</image><title>Jenderal Hoegeng (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Siapa yang tak mengenal Hoegeng ? Jujur, berani, dan sederhana. Itulah karakter yang bisa mewakili sosok Kepala Kepolisian (Kapolri ke-5) 1968-1971, Hoegeng Iman&amp;nbsp;Santoso.

Hoegeng adalah orang nomor satu di kepolisian masa transisi dari Orde Lama ke Orde Baru. Nama besarnya di Kepolisian dikenal sebagai polisi yang jujur dan anti suap.

Hoegeng juga dikenal sebagai sosok yang berintegritas. Ia tidak suka menjilat hanya untuk keuntungan dan kenyamanan pribadinya sendiri. Ia bahkan tidak segan menolak untuk tinggal di rumah dinas yang disediakan oleh pemerintah.

Hoegeng memiliki kebiasan-kebiasan yang unik saat menjabat. Kebiasaan itu diantaranya, setiap mendapat surat dinas, surat dinas yang akan dikirimkannya tak pernah diketik. Beliau menuliskan dengan tangan dan menggunakan tinta beraneka warna.

Contohnya untuk menulis &amp;ldquo;kepada&amp;rdquo;-nya menggunakan tinta warna biru, nama yang dituju dengan warna hijau atau kuning. Lain waktu, bisa saja warna lain digunakan jika menurutnya cukup bagus dan indah.

Untuk setiap surat yang isinya sangat rahasia, sebelum dikirimkan Hoegeng selalu memasukannya dalam tiga amplop yang berbeda, dan kemudian dijadikannya satu dalam amplop. Setelah itu baru dilem dan dikirimkan.

Adapun setiap dokumen yang dijadikan arsip, selalu diberi nama dan  tanda khusus oleh Hoegeng. Misalnya pada dokumen terkait salah seorang  menteri yang waktu itu disorot oleh publik karena manuver politiknya.  Hoegeng-pun memberinya tanda dengan gambar buto rambut geni (raksasa  berambut api) yaitu wajah raksasa dengan lidah api di kiri kanan  kepalanya seperti dalam cerita pewayangan.

&quot;Tanda lidah api itu diartikan macam-macam, misalnya seseorang yang  mulai bermain api,&quot; ujar Hoegeng. Sosok yang digambarkan Hoegeng  tersebut pada akhirnya memang dipenjara.

Kini, 17 tahun berlalu sudan sosok Hoegeng telah tiada. Hoegeng  memang telah pergi untuk selamanya, tetapi namanya akan selalu  terkenang. Memiliki kepribadian yang kuat, jujur dan idealis, sudah  sepatutnya sikap-sikap Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso ini  menjadi teladan para polisi.
</description><content:encoded>JAKARTA - Siapa yang tak mengenal Hoegeng ? Jujur, berani, dan sederhana. Itulah karakter yang bisa mewakili sosok Kepala Kepolisian (Kapolri ke-5) 1968-1971, Hoegeng Iman&amp;nbsp;Santoso.

Hoegeng adalah orang nomor satu di kepolisian masa transisi dari Orde Lama ke Orde Baru. Nama besarnya di Kepolisian dikenal sebagai polisi yang jujur dan anti suap.

Hoegeng juga dikenal sebagai sosok yang berintegritas. Ia tidak suka menjilat hanya untuk keuntungan dan kenyamanan pribadinya sendiri. Ia bahkan tidak segan menolak untuk tinggal di rumah dinas yang disediakan oleh pemerintah.

Hoegeng memiliki kebiasan-kebiasan yang unik saat menjabat. Kebiasaan itu diantaranya, setiap mendapat surat dinas, surat dinas yang akan dikirimkannya tak pernah diketik. Beliau menuliskan dengan tangan dan menggunakan tinta beraneka warna.

Contohnya untuk menulis &amp;ldquo;kepada&amp;rdquo;-nya menggunakan tinta warna biru, nama yang dituju dengan warna hijau atau kuning. Lain waktu, bisa saja warna lain digunakan jika menurutnya cukup bagus dan indah.

Untuk setiap surat yang isinya sangat rahasia, sebelum dikirimkan Hoegeng selalu memasukannya dalam tiga amplop yang berbeda, dan kemudian dijadikannya satu dalam amplop. Setelah itu baru dilem dan dikirimkan.

Adapun setiap dokumen yang dijadikan arsip, selalu diberi nama dan  tanda khusus oleh Hoegeng. Misalnya pada dokumen terkait salah seorang  menteri yang waktu itu disorot oleh publik karena manuver politiknya.  Hoegeng-pun memberinya tanda dengan gambar buto rambut geni (raksasa  berambut api) yaitu wajah raksasa dengan lidah api di kiri kanan  kepalanya seperti dalam cerita pewayangan.

&quot;Tanda lidah api itu diartikan macam-macam, misalnya seseorang yang  mulai bermain api,&quot; ujar Hoegeng. Sosok yang digambarkan Hoegeng  tersebut pada akhirnya memang dipenjara.

Kini, 17 tahun berlalu sudan sosok Hoegeng telah tiada. Hoegeng  memang telah pergi untuk selamanya, tetapi namanya akan selalu  terkenang. Memiliki kepribadian yang kuat, jujur dan idealis, sudah  sepatutnya sikap-sikap Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso ini  menjadi teladan para polisi.
</content:encoded></item></channel></rss>
