<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratusan Rumah Warga di Bima Terendam Banjir</title><description>Banjir dengan tinggi muka air 10 sampai 40 sentimeter juga merendam satu hektar lahan pertanian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/28/340/2508483/ratusan-rumah-warga-di-bima-terendam-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/28/340/2508483/ratusan-rumah-warga-di-bima-terendam-banjir"/><item><title>Ratusan Rumah Warga di Bima Terendam Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/28/340/2508483/ratusan-rumah-warga-di-bima-terendam-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/28/340/2508483/ratusan-rumah-warga-di-bima-terendam-banjir</guid><pubDate>Minggu 28 November 2021 05:15 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/28/340/2508483/ratusan-rumah-warga-di-bima-terendam-banjir-bWw4lyTpb1.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Banjir di Bima (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/28/340/2508483/ratusan-rumah-warga-di-bima-terendam-banjir-bWw4lyTpb1.JPG</image><title>Banjir di Bima (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (27/11), pukul 13.29 waktu setempat menyebabkan debit air Sungai Kendo meluap sehingga menyebabkan 248 rumah warga terendam banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima melaporkan delapan kelurahan pada empat kecamatan terdampak banjir, antara lain Kelurahan Kendo, Ntobo dan Penaraga di Kecamatan Raba; Kelurahan Nungga di Kecamatan Rasanae Timur; Kelurahan Jatibaru Barat dan Melayu di Kecamatan Asakota serta; Kelurahan Na'e dan Sarae di Kecamatan Rasanae Barat.

Banjir dengan tinggi muka air 10 sampai 40 sentimeter juga merendam satu hektar lahan pertanian. BPBD setempat melaporkan kondisi terkini pada Sabtu (27/11) pukul 20.43 waktu setempat, hujan telah berhenti mengguyur wilayah Kota Bima dan banjir telah surut yang menyisakan material lumpur dan sampah.

BPBD setempat bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, aparat desa dan warga setempat telah melakukan peninjauan langsung di wilayah terdampak serta melakukan monitoring pasca kejadian.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang pada 27 sampai 29 November 2021 di wilayah Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, Kota Bima, Dompu. Adapun peringatan dini gelombang tinggi yang mencapai 2 meter atau lebih di Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian Selatan dan Samudera Hindia.

Kajian inaRISK menunjukkan Kota Bima memiliki potensi bahaya banjir  pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada lima kecamatan,  meliputi Kecamatan Raba, Rasanae Timur, Asakota, Rasanae Barat dan  Mpunda.

Merespons hal tersebut, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan  Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengimbau masyarakat dan  pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap  potensi bencana hidrometeorologi basah dengan memantau prakiraan cuaca  melalui laman BMKG dan memeriksa potensi bencana di wilayah sekitar  melalui inaRISK.

&amp;ldquo;Perangkat daerah setempat bersama warga setempat dapat melakukan  langkah-langkah kesiapsiagaan dengan membersihkan saluran dan daerah  resapan air, material yang menghalangi aliran air di sekitar sungai,  melakukan susur sungai dengan tim ahli, serta mempersiapkan rencana  kedaruratan seperti tempat evakuasi dan peralatan pendukung penanganan  bencana,&amp;rdquo; paparnya.

Pemerintah daerah setempat juga dapat melakukan monitoring  peningkatan debit air ketika terjadi curah hujan dengan intensitas  tinggi sehingga upaya tanggap darurat banjir dapat dilakukan. Masyarakat  diimbau untuk dapat mengikuti instruksi pemda setempat dalam upaya  penanganan banjir dan tidak terpengaruh arus informasi yang tidak dapat  dipertanggungjawabkan.

</description><content:encoded>JAKARTA - Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (27/11), pukul 13.29 waktu setempat menyebabkan debit air Sungai Kendo meluap sehingga menyebabkan 248 rumah warga terendam banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima melaporkan delapan kelurahan pada empat kecamatan terdampak banjir, antara lain Kelurahan Kendo, Ntobo dan Penaraga di Kecamatan Raba; Kelurahan Nungga di Kecamatan Rasanae Timur; Kelurahan Jatibaru Barat dan Melayu di Kecamatan Asakota serta; Kelurahan Na'e dan Sarae di Kecamatan Rasanae Barat.

Banjir dengan tinggi muka air 10 sampai 40 sentimeter juga merendam satu hektar lahan pertanian. BPBD setempat melaporkan kondisi terkini pada Sabtu (27/11) pukul 20.43 waktu setempat, hujan telah berhenti mengguyur wilayah Kota Bima dan banjir telah surut yang menyisakan material lumpur dan sampah.

BPBD setempat bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, aparat desa dan warga setempat telah melakukan peninjauan langsung di wilayah terdampak serta melakukan monitoring pasca kejadian.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang pada 27 sampai 29 November 2021 di wilayah Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, Kota Bima, Dompu. Adapun peringatan dini gelombang tinggi yang mencapai 2 meter atau lebih di Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian Selatan dan Samudera Hindia.

Kajian inaRISK menunjukkan Kota Bima memiliki potensi bahaya banjir  pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada lima kecamatan,  meliputi Kecamatan Raba, Rasanae Timur, Asakota, Rasanae Barat dan  Mpunda.

Merespons hal tersebut, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan  Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengimbau masyarakat dan  pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap  potensi bencana hidrometeorologi basah dengan memantau prakiraan cuaca  melalui laman BMKG dan memeriksa potensi bencana di wilayah sekitar  melalui inaRISK.

&amp;ldquo;Perangkat daerah setempat bersama warga setempat dapat melakukan  langkah-langkah kesiapsiagaan dengan membersihkan saluran dan daerah  resapan air, material yang menghalangi aliran air di sekitar sungai,  melakukan susur sungai dengan tim ahli, serta mempersiapkan rencana  kedaruratan seperti tempat evakuasi dan peralatan pendukung penanganan  bencana,&amp;rdquo; paparnya.

Pemerintah daerah setempat juga dapat melakukan monitoring  peningkatan debit air ketika terjadi curah hujan dengan intensitas  tinggi sehingga upaya tanggap darurat banjir dapat dilakukan. Masyarakat  diimbau untuk dapat mengikuti instruksi pemda setempat dalam upaya  penanganan banjir dan tidak terpengaruh arus informasi yang tidak dapat  dipertanggungjawabkan.

</content:encoded></item></channel></rss>
