<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WHO Sebut Belum Ada Bukti jika Covid-19 Varian Omicron Lebih Menular   </title><description>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, sejauh ini belum ada bukti tentang tingkat penularan</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/29/18/2509018/who-sebut-belum-ada-bukti-jika-covid-19-varian-omicron-lebih-menular</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/29/18/2509018/who-sebut-belum-ada-bukti-jika-covid-19-varian-omicron-lebih-menular"/><item><title>WHO Sebut Belum Ada Bukti jika Covid-19 Varian Omicron Lebih Menular   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/29/18/2509018/who-sebut-belum-ada-bukti-jika-covid-19-varian-omicron-lebih-menular</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/29/18/2509018/who-sebut-belum-ada-bukti-jika-covid-19-varian-omicron-lebih-menular</guid><pubDate>Senin 29 November 2021 13:48 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/29/18/2509018/who-sebut-belum-ada-bukti-jika-covid-19-varian-omicron-lebih-menular-0qp7MMHZk7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: freepick)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/29/18/2509018/who-sebut-belum-ada-bukti-jika-covid-19-varian-omicron-lebih-menular-0qp7MMHZk7.jpg</image><title>Illustrasi (foto: freepick)</title></images><description>ANKARA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, sejauh ini belum ada bukti tentang tingkat penularan dan keparahan virus corona varian Omicron.
&quot;Belum diketahui pasti apakah Omicron lebih menular (misalnya, lebih mudah menular di antara manusia) dibanding varian lainnya, seperti Delta,&quot; kata WHO lewat pernyataan, seperti dikutip dari Anadolu.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Covid-19 Varian Omicron Telah Menyebar ke 13 Negara, Termasuk Australia dan Belanda
WHO mengatakan, lonjakan jumlah orang yang positif Covid-19 dan pasien rawat inap di Afrika Selatan, tempat varian baru itu pertama kali dilaporkan dan dianggap sebagai sumbernya, tidak berarti bahwa penularan atau keparahan dari Omicron lebih tinggi.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Cegah Omicron, Pelaku Perjalanan dari Negara Ini Dilarang Masuk RI
WHO menegaskan bahwa &quot;ini kemungkinan karena tingginya jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi ketimbang dampak spesifik dari Omicron.&quot;
&quot;Saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang berkaitan dengan Omicron berbeda dari varian lainnya,&quot; tulis pernyataan itu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8yOS8yLzE0MjI3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut informasi yang terbatas, WHO juga memperingatkan bahwa orang yang sebelumnya pernah terpapar COVID-19 dapat terinfeksi kembali dengan Omicron secara lebih mudah dibanding varian yang diwaspadai lainnya.
WHO mengatakan perlu studi lanjutan untuk lebih memahami varian Omicron.
Selagi studi efektivitas vaksin COVID-19 dan pengujian terhadap Omicron sedang berlangsung, obat yang biasanya digunakan untuk menyembuhkan COVID-19 masih bisa ampuh untuk mengobati infeksi Omicron, katanya.</description><content:encoded>ANKARA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, sejauh ini belum ada bukti tentang tingkat penularan dan keparahan virus corona varian Omicron.
&quot;Belum diketahui pasti apakah Omicron lebih menular (misalnya, lebih mudah menular di antara manusia) dibanding varian lainnya, seperti Delta,&quot; kata WHO lewat pernyataan, seperti dikutip dari Anadolu.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Covid-19 Varian Omicron Telah Menyebar ke 13 Negara, Termasuk Australia dan Belanda
WHO mengatakan, lonjakan jumlah orang yang positif Covid-19 dan pasien rawat inap di Afrika Selatan, tempat varian baru itu pertama kali dilaporkan dan dianggap sebagai sumbernya, tidak berarti bahwa penularan atau keparahan dari Omicron lebih tinggi.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Cegah Omicron, Pelaku Perjalanan dari Negara Ini Dilarang Masuk RI
WHO menegaskan bahwa &quot;ini kemungkinan karena tingginya jumlah keseluruhan orang yang terinfeksi ketimbang dampak spesifik dari Omicron.&quot;
&quot;Saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang berkaitan dengan Omicron berbeda dari varian lainnya,&quot; tulis pernyataan itu.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8yOS8yLzE0MjI3MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Menurut informasi yang terbatas, WHO juga memperingatkan bahwa orang yang sebelumnya pernah terpapar COVID-19 dapat terinfeksi kembali dengan Omicron secara lebih mudah dibanding varian yang diwaspadai lainnya.
WHO mengatakan perlu studi lanjutan untuk lebih memahami varian Omicron.
Selagi studi efektivitas vaksin COVID-19 dan pengujian terhadap Omicron sedang berlangsung, obat yang biasanya digunakan untuk menyembuhkan COVID-19 masih bisa ampuh untuk mengobati infeksi Omicron, katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
