<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buya Syafii Minta Kapolri Rekrut Santri Jadi Akpol untuk Tangani Radikalisme</title><description>Ahmad Syafii Maarif meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk merekrut santri berkualitas</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/30/337/2509582/buya-syafii-minta-kapolri-rekrut-santri-jadi-akpol-untuk-tangani-radikalisme</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/30/337/2509582/buya-syafii-minta-kapolri-rekrut-santri-jadi-akpol-untuk-tangani-radikalisme"/><item><title>Buya Syafii Minta Kapolri Rekrut Santri Jadi Akpol untuk Tangani Radikalisme</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/30/337/2509582/buya-syafii-minta-kapolri-rekrut-santri-jadi-akpol-untuk-tangani-radikalisme</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/30/337/2509582/buya-syafii-minta-kapolri-rekrut-santri-jadi-akpol-untuk-tangani-radikalisme</guid><pubDate>Selasa 30 November 2021 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Maaruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/30/337/2509582/buya-syafii-minta-kapolri-rekrut-santri-jadi-akpol-untuk-tangani-radikalisme-CWko1I4zTR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota Dewan Pengarah BPIP, Buya Sayfii Maarif (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/30/337/2509582/buya-syafii-minta-kapolri-rekrut-santri-jadi-akpol-untuk-tangani-radikalisme-CWko1I4zTR.jpg</image><title>Anggota Dewan Pengarah BPIP, Buya Sayfii Maarif (foto: dok Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Ahmad Syafii Maarif meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk merekrut santri berkualitas, untuk bergabung dalam pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol).

Syafii Maarif menilai rekrutmen santri menjadi polisi dianggap akan mempermudah menangani radikalisme.

&quot;Berharap pada pihak kepolisan terutama Kapolri dan jajarannya untuk merekrut para santri menjadi Akpol,&quot; kata Syafi'i dalam video yang disebar di akun Twitter, Selasa (30/11/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kisah Jenderal Hoegeng, Hidup Pas-pasan Walau Pernah Jadi Kapolri
Dia menilai tidak perlu banyak santri yang dimasukkan ke dalam Akpol, mainkan santri yang benar-benar berkualitas. Syafii menilai hal itu perlu dilakukan agar polisi dapat memiliki polisi yang mahir dalam agama untuk menghadapi kelompok radikal.

&quot;Tujuannya untuk mendampingi polisi adanya kelompok-kelompok yang menyimpang ini kelompok yang anti Pancasila kelompok radikal,&quot; jelasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kebiasaan Unik Jenderal Hoegeng, Berikan Surat Bertanda Lidah Api untuk Pejabat NakalDia menyebut, jika ada perwira Polri yang dapat menguasai agama, Polri dapat secara mudah masuk melakukan pendekatan dengan kelompok-kelompok radikal.

&quot;Kalau polisi mengerti agama mereka akan lebih mudah. Polisi harus proaktif untuk hal ini. Di cari yang betul-betul berkualitas sama seperti yang lain sampai mereka seperti mereka menjadi perwira tinggi yang mengerti kitab kuning,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Ahmad Syafii Maarif meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk merekrut santri berkualitas, untuk bergabung dalam pendidikan Akademi Kepolisian (Akpol).

Syafii Maarif menilai rekrutmen santri menjadi polisi dianggap akan mempermudah menangani radikalisme.

&quot;Berharap pada pihak kepolisan terutama Kapolri dan jajarannya untuk merekrut para santri menjadi Akpol,&quot; kata Syafi'i dalam video yang disebar di akun Twitter, Selasa (30/11/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kisah Jenderal Hoegeng, Hidup Pas-pasan Walau Pernah Jadi Kapolri
Dia menilai tidak perlu banyak santri yang dimasukkan ke dalam Akpol, mainkan santri yang benar-benar berkualitas. Syafii menilai hal itu perlu dilakukan agar polisi dapat memiliki polisi yang mahir dalam agama untuk menghadapi kelompok radikal.

&quot;Tujuannya untuk mendampingi polisi adanya kelompok-kelompok yang menyimpang ini kelompok yang anti Pancasila kelompok radikal,&quot; jelasnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kebiasaan Unik Jenderal Hoegeng, Berikan Surat Bertanda Lidah Api untuk Pejabat NakalDia menyebut, jika ada perwira Polri yang dapat menguasai agama, Polri dapat secara mudah masuk melakukan pendekatan dengan kelompok-kelompok radikal.

&quot;Kalau polisi mengerti agama mereka akan lebih mudah. Polisi harus proaktif untuk hal ini. Di cari yang betul-betul berkualitas sama seperti yang lain sampai mereka seperti mereka menjadi perwira tinggi yang mengerti kitab kuning,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
