<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Virus Omicron, Varian Baru Covid 19 yang Mengancam Dunia</title><description>Perhatian dunia kini tertuju pada munculnya virus baru Omicron</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/30/337/2509639/mengenal-virus-omicron-varian-baru-covid-19-yang-mengancam-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/11/30/337/2509639/mengenal-virus-omicron-varian-baru-covid-19-yang-mengancam-dunia"/><item><title>Mengenal Virus Omicron, Varian Baru Covid 19 yang Mengancam Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/11/30/337/2509639/mengenal-virus-omicron-varian-baru-covid-19-yang-mengancam-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/11/30/337/2509639/mengenal-virus-omicron-varian-baru-covid-19-yang-mengancam-dunia</guid><pubDate>Selasa 30 November 2021 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/11/30/337/2509639/mengenal-virus-omicron-varian-baru-covid-19-yang-mengancam-dunia-9fYiS38fy5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: RCTI+</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/11/30/337/2509639/mengenal-virus-omicron-varian-baru-covid-19-yang-mengancam-dunia-9fYiS38fy5.jpg</image><title>Foto: RCTI+</title></images><description>JAKARTA - Perhatian dunia kini tertuju pada munculnya virus baru Omicron, yang merupakan varian baru Covid-19. Virus asal Afrika Selatan ini diyakini lebih ganas dari varian Delta yang telah menghebohkan seluruh jagad raya.

Virus Covid-19 terus bermutasi. Setelah virus Delta, varian baru dari Covid 19 kembali muncul. Namanya virus Omicron (B 11529). Celakanya, varian baru yang berasal dari Afrika Selatan tersebut sudah menyebar ke sembilan negara. Tercatat sudah ada 128 orang yang terinfeksi virus Omicron. Empat negara lainnya saat ini sedang dalam penyelidikan oleh pakar virologi karena diduga juga telah terinfeksi virus Omicron tersebut.

Negara negara yang diduga telah disusupi virus Omicron di antaranya adalah Afrika Selatan, Botswana, Inggris, Hongkong, Australia, Italia, Israel, Belgia, Republik Ceko, Belanda, Jerman, Denmark dan Austria. Seluruh negara pantas khawatir karena kasus virus Omicron ini menyebar dengan cepat. Sehingga jika tidak segera diantisipasi dengan langkah yang tepat, virus Omicron bisa menjalar ke seluruh dunia.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8yOS8xLzE0MjI4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Sebagai gambaran, virus omicron dipercaya lebih ganas dibanding varian delta yang juga memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat dibanding virus Covid-19 biasa. Pakar biologi dari Austria bahkan menyebut virus Omicron memiliki 5 lebih menular dibanding delta.

Selain itu, Omicron juga dikhawatirkan mampu menembus imunitas orang yang sudah divaksin Covid-19. Hal ini berangkat dari asumsi bahwa orang pertama yang diduga terinfeksi Omicron di Botswana sudah mendapat vaksin Covid-19.

Sudah banyak negara yang telah menutup pintunya dari  para pendatang dari Afrika maupun negara-negara yang sudah terserang oleh virus Omicron. Negara-negara tersebut diantaranya Inggris, Australia, Amerika Serikat, Arab Saudi, Kanada, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Yordania, Maroko, Filipina, Jerman, dan Italia.

Bagaimana dengan Indonesia? Mulai Senin (29/11), Indonesia juga mengikuti negara-negara tersebut untuk menutup sementara bagi kedatangan para pendapat dari sejumlah negara di Afrika. Yakni, Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Eswatini, dan Nigeria. Orang asing yang pernah tinggal selama 14 hari di negara-negara tersebut sebelum masuk Indonesia juga dilarang datang.

Untuk WNI yang datang dari negara-negara tersebut tetap boleh masuk Indonesia, namun harus menjalani karantina selama 14 hari. Sedangkan, bagi WNI atau WNA yang masuk Indonesia dari luar negara di atas diwajibkan menjalani karantika selama 7 hari.

Hingga saat ini, virus tersebut dilaporkan belum masuk Indonesia. Meski begitu, Pemerintah Indonesia sudah melakukan berbagai langkah yang terukur dalam menghadapi &amp;lsquo;&amp;rsquo;serbuan&amp;rsquo;&amp;rsquo; virus Omicron tersebut.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan pemerintah akan  melakukan pengetatan untuk perjalanan internasional termasuk pada daerah  yang berbatasan dengan pelabuhan, bandar udara dan jalur darat.

Meski begitu, Menkes mengharapkan masyarakat Indonesia tidak perlu  panik berlebihan dalam menghadapi munculnya varian Omicron. Yang  terpenting masyarakat diminta untuk tetap menjalankan protokol kesehatan  secara baik.

Sampai Minggu (28/11/2021), angka positif Covid-19 secara nasional  sejak Maret 2020 sampai saat ini berjumlah 4.255.936 orang dengan  penambahan hari itu sebanyak 264 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak  4.103.914 orang telah sembuh dan 143.808 orang meninggal dunia.

Ikuti terus beritanya di News RCTI+ yang akan menyajikan berita terkini terkait sepak terjang Omicron di seluruh dunia.

News RCTI+ yang akan terus melaporkan perkembangan terkini terkait  pandemi Covid-19 termasuk ancaman penyebaran varian baru Omicron. Tak  hanya perkembangan di dalam negeri, News RCTI+ juga menyajikan setiap  kabar menarik dan penting tentang Covid-19 dari seluruh dunia.

Sebagai News Agregator di bawah MNC Group yang didukung oleh 83  publisher, News RCTI+ banyak memberitakan peristiwa-peristiwa menarik  yang terjadi di tengah masyarakat. Apalagi, berita-berita pandemi  Covid-19 yang selalu mendapat perhatian khusus.

&quot;News RCTI+ terus berkomitmen untuk memberitakan berbagai fenomena  menarik, berdampak luas dan menjadi perhatian masyarakat banyak,&amp;rsquo;&amp;rsquo; kata  Co-Managing Director RCTI+, Valencia Tanoesoedibjo. Dia berharap News  RCTI+ bisa menambah pengetahuan, hiburan sekaligus sumber inspirasi bagi  masyarakat atas informasi penting yang disampaikan setiap hari.

Sebanyak 83 publisher menyuplai ribuan berita setiap hari ke News  RCTI+ dalam berbagai isu di segala bidang. Ribuan berita tersebut  ditampung dalam 14 kategori atau kanal. Yaitu, Berita Utama, Terkini,  Populer, Otomotif, Travel, Ekonomi, Gaya Hidup, Muslim, Seleb,  Teknologi, Olahraga, Global, Nasional, dan Infografis.

News RCTI+ juga sudah menyediakan Topik Menarik untuk memudahkan pembaca mencari kumpulan berita menarik yang disukainya.

Publisher-publisher yang telah berkolaborasi dengan RCTI+  diantaranya: Okezone.com, Sindonews.com, Inews.id, Republika.com,  Jawapos.com, Bisnis.com, Brilio.net, Tabloidbintang.com, Katadata.co.id,  Rmol.id, rm.id, Infobanknews.com, dan Inilah.com. Selain itu ada  Indozone.id, Ayojakarta.com, Pojoksatu.id, Alinea.id, Gwigwi.com,  dw.com, todaykpop.com, Indosport, Skor.id, dan masih banyak lagi.

Tak hanya publisher yang home base-nya di Jakarta, News RCTI+ juga  menggandeng banyak publisher berpengaruh yang markasnya di daerah. Sebut  saja Radarjogja.com, Bantenhits.com, Ayosemarang.com, Ayobogor.com,  Suarantb.com, Lombokpost.com, Suarasurabaya.net, Sumselupdate.com,  Bukamatanews.id, Mandalapos.co.id dan masih banyak yang lain.

News menjadi satu bagian penting dari lima pilar yang ada di RCTI+.  Selain news, empat pilar lainnya adalah video, audio, home of talent  (HOT), dan games. Sehingga jika sudah cukup dengan informasi berita di  News RCTI+, para pembaca juga bisa langsung melanjutkan petualangannya  dengan menonton original series dan original movies, mendengarkan radio,  bermain games hingga menonton bakat-bakat para seniman di home of  talent (HOT). Banyak hiburan dan juga pengetahuan penting dan  mengasyikkan tersaji sangat lengkap di RCTI+.</description><content:encoded>JAKARTA - Perhatian dunia kini tertuju pada munculnya virus baru Omicron, yang merupakan varian baru Covid-19. Virus asal Afrika Selatan ini diyakini lebih ganas dari varian Delta yang telah menghebohkan seluruh jagad raya.

Virus Covid-19 terus bermutasi. Setelah virus Delta, varian baru dari Covid 19 kembali muncul. Namanya virus Omicron (B 11529). Celakanya, varian baru yang berasal dari Afrika Selatan tersebut sudah menyebar ke sembilan negara. Tercatat sudah ada 128 orang yang terinfeksi virus Omicron. Empat negara lainnya saat ini sedang dalam penyelidikan oleh pakar virologi karena diduga juga telah terinfeksi virus Omicron tersebut.

Negara negara yang diduga telah disusupi virus Omicron di antaranya adalah Afrika Selatan, Botswana, Inggris, Hongkong, Australia, Italia, Israel, Belgia, Republik Ceko, Belanda, Jerman, Denmark dan Austria. Seluruh negara pantas khawatir karena kasus virus Omicron ini menyebar dengan cepat. Sehingga jika tidak segera diantisipasi dengan langkah yang tepat, virus Omicron bisa menjalar ke seluruh dunia.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMS8yOS8xLzE0MjI4Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Sebagai gambaran, virus omicron dipercaya lebih ganas dibanding varian delta yang juga memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat dibanding virus Covid-19 biasa. Pakar biologi dari Austria bahkan menyebut virus Omicron memiliki 5 lebih menular dibanding delta.

Selain itu, Omicron juga dikhawatirkan mampu menembus imunitas orang yang sudah divaksin Covid-19. Hal ini berangkat dari asumsi bahwa orang pertama yang diduga terinfeksi Omicron di Botswana sudah mendapat vaksin Covid-19.

Sudah banyak negara yang telah menutup pintunya dari  para pendatang dari Afrika maupun negara-negara yang sudah terserang oleh virus Omicron. Negara-negara tersebut diantaranya Inggris, Australia, Amerika Serikat, Arab Saudi, Kanada, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Yordania, Maroko, Filipina, Jerman, dan Italia.

Bagaimana dengan Indonesia? Mulai Senin (29/11), Indonesia juga mengikuti negara-negara tersebut untuk menutup sementara bagi kedatangan para pendapat dari sejumlah negara di Afrika. Yakni, Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Eswatini, dan Nigeria. Orang asing yang pernah tinggal selama 14 hari di negara-negara tersebut sebelum masuk Indonesia juga dilarang datang.

Untuk WNI yang datang dari negara-negara tersebut tetap boleh masuk Indonesia, namun harus menjalani karantina selama 14 hari. Sedangkan, bagi WNI atau WNA yang masuk Indonesia dari luar negara di atas diwajibkan menjalani karantika selama 7 hari.

Hingga saat ini, virus tersebut dilaporkan belum masuk Indonesia. Meski begitu, Pemerintah Indonesia sudah melakukan berbagai langkah yang terukur dalam menghadapi &amp;lsquo;&amp;rsquo;serbuan&amp;rsquo;&amp;rsquo; virus Omicron tersebut.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan pemerintah akan  melakukan pengetatan untuk perjalanan internasional termasuk pada daerah  yang berbatasan dengan pelabuhan, bandar udara dan jalur darat.

Meski begitu, Menkes mengharapkan masyarakat Indonesia tidak perlu  panik berlebihan dalam menghadapi munculnya varian Omicron. Yang  terpenting masyarakat diminta untuk tetap menjalankan protokol kesehatan  secara baik.

Sampai Minggu (28/11/2021), angka positif Covid-19 secara nasional  sejak Maret 2020 sampai saat ini berjumlah 4.255.936 orang dengan  penambahan hari itu sebanyak 264 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak  4.103.914 orang telah sembuh dan 143.808 orang meninggal dunia.

Ikuti terus beritanya di News RCTI+ yang akan menyajikan berita terkini terkait sepak terjang Omicron di seluruh dunia.

News RCTI+ yang akan terus melaporkan perkembangan terkini terkait  pandemi Covid-19 termasuk ancaman penyebaran varian baru Omicron. Tak  hanya perkembangan di dalam negeri, News RCTI+ juga menyajikan setiap  kabar menarik dan penting tentang Covid-19 dari seluruh dunia.

Sebagai News Agregator di bawah MNC Group yang didukung oleh 83  publisher, News RCTI+ banyak memberitakan peristiwa-peristiwa menarik  yang terjadi di tengah masyarakat. Apalagi, berita-berita pandemi  Covid-19 yang selalu mendapat perhatian khusus.

&quot;News RCTI+ terus berkomitmen untuk memberitakan berbagai fenomena  menarik, berdampak luas dan menjadi perhatian masyarakat banyak,&amp;rsquo;&amp;rsquo; kata  Co-Managing Director RCTI+, Valencia Tanoesoedibjo. Dia berharap News  RCTI+ bisa menambah pengetahuan, hiburan sekaligus sumber inspirasi bagi  masyarakat atas informasi penting yang disampaikan setiap hari.

Sebanyak 83 publisher menyuplai ribuan berita setiap hari ke News  RCTI+ dalam berbagai isu di segala bidang. Ribuan berita tersebut  ditampung dalam 14 kategori atau kanal. Yaitu, Berita Utama, Terkini,  Populer, Otomotif, Travel, Ekonomi, Gaya Hidup, Muslim, Seleb,  Teknologi, Olahraga, Global, Nasional, dan Infografis.

News RCTI+ juga sudah menyediakan Topik Menarik untuk memudahkan pembaca mencari kumpulan berita menarik yang disukainya.

Publisher-publisher yang telah berkolaborasi dengan RCTI+  diantaranya: Okezone.com, Sindonews.com, Inews.id, Republika.com,  Jawapos.com, Bisnis.com, Brilio.net, Tabloidbintang.com, Katadata.co.id,  Rmol.id, rm.id, Infobanknews.com, dan Inilah.com. Selain itu ada  Indozone.id, Ayojakarta.com, Pojoksatu.id, Alinea.id, Gwigwi.com,  dw.com, todaykpop.com, Indosport, Skor.id, dan masih banyak lagi.

Tak hanya publisher yang home base-nya di Jakarta, News RCTI+ juga  menggandeng banyak publisher berpengaruh yang markasnya di daerah. Sebut  saja Radarjogja.com, Bantenhits.com, Ayosemarang.com, Ayobogor.com,  Suarantb.com, Lombokpost.com, Suarasurabaya.net, Sumselupdate.com,  Bukamatanews.id, Mandalapos.co.id dan masih banyak yang lain.

News menjadi satu bagian penting dari lima pilar yang ada di RCTI+.  Selain news, empat pilar lainnya adalah video, audio, home of talent  (HOT), dan games. Sehingga jika sudah cukup dengan informasi berita di  News RCTI+, para pembaca juga bisa langsung melanjutkan petualangannya  dengan menonton original series dan original movies, mendengarkan radio,  bermain games hingga menonton bakat-bakat para seniman di home of  talent (HOT). Banyak hiburan dan juga pengetahuan penting dan  mengasyikkan tersaji sangat lengkap di RCTI+.</content:encoded></item></channel></rss>
