<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Canda Jokowi ke Petani Kala Mentan Tak Ngerti Bahasa Jawa   </title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan penanaman padi bersama para petani di Desa Buluagung</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/02/337/2510649/canda-jokowi-ke-petani-kala-mentan-tak-ngerti-bahasa-jawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/02/337/2510649/canda-jokowi-ke-petani-kala-mentan-tak-ngerti-bahasa-jawa"/><item><title> Canda Jokowi ke Petani Kala Mentan Tak Ngerti Bahasa Jawa   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/02/337/2510649/canda-jokowi-ke-petani-kala-mentan-tak-ngerti-bahasa-jawa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/02/337/2510649/canda-jokowi-ke-petani-kala-mentan-tak-ngerti-bahasa-jawa</guid><pubDate>Kamis 02 Desember 2021 09:11 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/02/337/2510649/canda-jokowi-ke-petani-kala-mentan-tak-ngerti-bahasa-jawa-mguLXSRbH8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi dan petani (foto: dok MNC Portal)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/02/337/2510649/canda-jokowi-ke-petani-kala-mentan-tak-ngerti-bahasa-jawa-mguLXSRbH8.jpg</image><title>Presiden Jokowi dan petani (foto: dok MNC Portal)</title></images><description>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan penanaman padi bersama para petani di Desa Buluagung, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, Selasa 30 November 2021.

Selain para petani, Jokowi ditemani Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Timur Khofirah Indar Parawansa, bupati Trenggalek dan bupati Bojonegoro.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bertolak ke Bali, Jokowi Tinjau Sejumlah Fasilitas dan Infrastruktur untuk G20
Usai melakukan penanaman padi, Jokowi mendengarkan aspirasi para petani. Ia menerima sejumlah keluh kesah mereka mulai dari persoalan alat produksi hingga pupuk.

&quot;Di desa Buluagung itu mohon maaf kalau kita panen, selalu mendatangkan alat panen dari luar kabupaten, dari Tulunganggung dari Ngawi. Karena alat sudah di sini, alat itu (hendaknya) ditinggal di sini,&quot; pinta seorang petani kepada Jokowi dilihat dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (2/12/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Waspadai Varian Omicron, Presiden Jokowi Kumpulkan Sejumlah Menteri
Jokowi lalu memerintahkan Mentan Syahrul Yasin Limpo agar alat pertanian yang sudah diberikan pemerintah tetap berada di lokasi alias tidak dibawa lagi. Mentan pun menyanggupi perintah Kepala Negara tersebut.

Seorang petani lainnya lalu meminta penambahan subsidi pupuk kepada Jokowi. Tetapi, saat menyampaikan harapannya itu, petani tersebut menggunakan bahasa campur: sebagian bahasa Indonesia, sebagian lagi menggunakan bahasa Jawa.

&quot;Nuwun sewu pak Jokowi, niki ngapunten sadurunge bosone campur-campur (mohon maaf Pak Jokowi maaf sebelumnya bahasanya campur-campur,&quot; ucap seorang petani tersebut.

Jokowi lalu menimpali ucapan petani tersebut. &quot;Boten nopo-nopo, kulo ngertos kok. Sing boten ngertos pak Mentan (tidak apa-apa, saya ngerti kok. Yang nggak ngerti itu pak Mentan),&quot; selorohnya sembari tertawa.

Mentan Yasin Limpo pun tertawa karena mengamini pernyataan Jokowi. Tak lama setelah itu petani tersebut melanjutkan penyampaian pendapatnya di depan Kepala Negara terkait pupuk.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan penanaman padi bersama para petani di Desa Buluagung, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, Selasa 30 November 2021.

Selain para petani, Jokowi ditemani Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Timur Khofirah Indar Parawansa, bupati Trenggalek dan bupati Bojonegoro.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bertolak ke Bali, Jokowi Tinjau Sejumlah Fasilitas dan Infrastruktur untuk G20
Usai melakukan penanaman padi, Jokowi mendengarkan aspirasi para petani. Ia menerima sejumlah keluh kesah mereka mulai dari persoalan alat produksi hingga pupuk.

&quot;Di desa Buluagung itu mohon maaf kalau kita panen, selalu mendatangkan alat panen dari luar kabupaten, dari Tulunganggung dari Ngawi. Karena alat sudah di sini, alat itu (hendaknya) ditinggal di sini,&quot; pinta seorang petani kepada Jokowi dilihat dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (2/12/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Waspadai Varian Omicron, Presiden Jokowi Kumpulkan Sejumlah Menteri
Jokowi lalu memerintahkan Mentan Syahrul Yasin Limpo agar alat pertanian yang sudah diberikan pemerintah tetap berada di lokasi alias tidak dibawa lagi. Mentan pun menyanggupi perintah Kepala Negara tersebut.

Seorang petani lainnya lalu meminta penambahan subsidi pupuk kepada Jokowi. Tetapi, saat menyampaikan harapannya itu, petani tersebut menggunakan bahasa campur: sebagian bahasa Indonesia, sebagian lagi menggunakan bahasa Jawa.

&quot;Nuwun sewu pak Jokowi, niki ngapunten sadurunge bosone campur-campur (mohon maaf Pak Jokowi maaf sebelumnya bahasanya campur-campur,&quot; ucap seorang petani tersebut.

Jokowi lalu menimpali ucapan petani tersebut. &quot;Boten nopo-nopo, kulo ngertos kok. Sing boten ngertos pak Mentan (tidak apa-apa, saya ngerti kok. Yang nggak ngerti itu pak Mentan),&quot; selorohnya sembari tertawa.

Mentan Yasin Limpo pun tertawa karena mengamini pernyataan Jokowi. Tak lama setelah itu petani tersebut melanjutkan penyampaian pendapatnya di depan Kepala Negara terkait pupuk.
</content:encoded></item></channel></rss>
