<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanggapi Varian Omicron, DPRD DKI: Tetap Waspada tapi Jangan Khawatir Berlebih!</title><description>Kini perhatian dunia tertuju kepada virus yang berasal dari Afrika Selatan itu, dan sudah menyebar ke sembilan negara.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/03/338/2511607/tanggapi-varian-omicron-dprd-dki-tetap-waspada-tapi-jangan-khawatir-berlebih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/03/338/2511607/tanggapi-varian-omicron-dprd-dki-tetap-waspada-tapi-jangan-khawatir-berlebih"/><item><title>Tanggapi Varian Omicron, DPRD DKI: Tetap Waspada tapi Jangan Khawatir Berlebih!</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/03/338/2511607/tanggapi-varian-omicron-dprd-dki-tetap-waspada-tapi-jangan-khawatir-berlebih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/03/338/2511607/tanggapi-varian-omicron-dprd-dki-tetap-waspada-tapi-jangan-khawatir-berlebih</guid><pubDate>Jum'at 03 Desember 2021 19:23 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/03/338/2511607/tanggapi-varian-omicron-dprd-dki-tetap-waspada-tapi-jangan-khawatir-berlebih-HzOMgpbDWv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggota DPRD DKI, Hardiyanto Kenneth (Foto: DPRD DKI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/03/338/2511607/tanggapi-varian-omicron-dprd-dki-tetap-waspada-tapi-jangan-khawatir-berlebih-HzOMgpbDWv.jpg</image><title>Anggota DPRD DKI, Hardiyanto Kenneth (Foto: DPRD DKI)</title></images><description>JAKARTA - Virus Covid-19 terus bermutasi, setelah virus Delta, varian baru dari Covid 19 kembali muncul, namanya virus Omicron (B 11529). Kini perhatian dunia tertuju kepada virus yang berasal dari Afrika Selatan itu, dan sudah menyebar ke sembilan negara.

Tercatat sudah ada 128 orang yang terinfeksi virus Omicron. Empat negara lainnya saat ini sedang dalam penyelidikan oleh pakar virologi karena diduga juga telah terinfeksi virus Omicron tersebut. Sebaran virus Covid-19 di Indonesia pun terus bertambah, pada 2 Desember 2021 bertambah 311 kasus. Salah satunya DKI Jakarta, bertambah 28 kasus.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mengatakan, Pemprov DKI Jakarta harus meningkatkan kewaspadaan terhadap sebaran wabah tersebut dengan munculnya varian baru Covid-19 Omicron.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wMi8xLzE0MjM5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Pemprov DKI harus lebih waspada dengan munculnya varian baru Covid-19 Omicron. Pasalnya, Jakarta sempat menjadi episentrum sebaran Covid-19 terbesar di Indonesia, ini yang perlu kita waspadai,&quot; kata Kenneth dalam keterangannya, Jumat (3/12/2021).

Sebaiknya, sambung Kent -sapaan akrab Hardiyanto Kenneth- masyarakat tetap waspada dan kembali mengetatkan Protokol Kesehatan (Prokes) agar terhindar dari penularan wabah tersebut.

&quot;Masyarakat sebaiknya tetap waspada, tapi tidak perlu khawatir berlebihan. Karena saat ini pemerintah sudah melakukan langkah-langkah preventif, termasuk menutup bandara untuk WNA dari negara dimana varian omicron terdeteksi,&quot; tutur Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu.

Namun, Kent pun meminta kepada pemerintah agar tegas dalam melakukan  pemantauan masuknya Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia, hingga  menunjukkan sensivitas Pemerintah terhadap kondisi masyarakat di tengah  Pandemi Covid-19.

&quot;Saat ini yang kita tahu, Pemerintah telah melarang masuknya WNA dari  negara dimana varian omicron terdeteksi ke Indonesia. Namun, saya  berharap Pemerintah agar lebih tegas untuk melakukan pemantauan WNA di  Bandara Soetta, jangan sampai kecolongan dan adanya pembiaran seperti  yang lalu,&quot; tutur Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA  Angkatan LXII itu.

Menurut Kent, vaksin dan penerapan protokol kesehatan ketat menjadi  kunci dalam mencegah penularan tiap ada varian baru Covid-19. Kent pun  menyakini jika keduanya sebagai cara efektif untuk mencegah infeksi  varian Omicron.

&quot;Penerapan prokes ketat dan vaksin merupakan satu-satunya jalan untuk  mencegah penyebaran varian baru Covid-19 Omicron. Kemudian Pemprov DKI  harus melakukan sosialisasi secara intens kepada masyarakat DKI Jakarta,  tentang bahaya virus varian baru tersebut. Jika kita ambil contoh  negara-negara tetangga yang berhasil keluar dari ancaman pandemi, karena  melakukan pembatasan ketat dan pergerakan masyarakat, lokalisasi kasus,  hingga vaksinasi cepat,&quot; beber Kepala Badan Penanggulangan Bencana  (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta itu.

Kent pun meminta kepada Pemprov DKI Jakarta langsung bergerak cepat  untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 varian Omicron, jangan  sampai masuk ke wilayah Jakarta yang kemudian akan kembali merusak  tatanan perekonomian warga.

&quot;Saat ini kita tengah di kondisi transisi setelah melewati gelombang  kedua Covid-19, dan berada di tengah-tengah merebaknya varian baru,  sehingga perlu upaya ekstra untuk menanggulanginya agar tidak kembali  terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,&quot; tutur Kent.

Selain itu, Kent pun mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga DKI   Jakarta agar menahan diri sejenak jelang libur Natal dan Tahun Baru   (Nataru) 2022. Diketahui bersama, belajar dari pengalaman tahun lalu,   lonjakan mobilitas pada periode Nataru berdampak pada kenaikan kasus   Covid-19.

&amp;ldquo;Belajar dari pengalaman tahun lalu, lonjakan mobilitas pada periode   Nataru berdampak pada kenaikan kasus, yang menyebabkan pemulihan  ekonomi  menjadi mundur ke belakang. Kita harus mewaspadai bersama  jelang  liburan Nataru 2022. Semua pihak saya imbau agar bisa menahan  diri untuk  tidak melakukan tamasya atau liburan keluar kota atau luar  negeri agar  kasus Covid-19 di Jakarta tidak kembali melonjak, dengan  ditambah adanya  varian Omicron,&quot; tegas Kent.

Oleh karena itu, Kent meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies   Baswedan agar tegas dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 jelang   liburan Nataru 2022, dan jangan sampai teledor hingga akhirnya   kebobolan.

&quot;Gubernur Anies harus tegas dalam membuat peraturan, kita ketahui   bersama saat ini roda  perekonomian di Jakarta sudah perlahan-lahan   mulai bergerak dan stabil, jangan sampai kita kembali memperketat PPKM   hingga berdampak negative kembali pada perekonomian di Jakarta, intinya   jangan sampai teledor,&quot; ketus Kent.

Selain itu, Kent pun meminta kepada Pemprov DKI Jakarta tahun depan   untuk bisa memulai memberikan vaksin Booster/vaksin dosis ketiga untuk   masyarakat DKI Jakarta, di tengah gencarnya munculnya varian Covid-19   Omicron, agar kekebalan komunal masyarakat lebih terjaga.

&quot;Gubernur Anies tahun depan harus berani melakukan terobosan dengan   memulai melakukan program vaksin booster/vaksin ketiga kepada masyarakat   DKI Jakarta yang sudah melakukan vaksin kedua, agar kesehatan   masyarakat lebih terjamin. Masyarakat DKI Jakarta bisa lebih sehat dan   kuat, terlindung dari ancaman virus Covid-19 atau bentuk varian barunya.   Pemprov DKI harus benar-benar melakukan langkah langkah preventif  dalam  melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat DKI Jakarta,&quot;   pungkasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 hari ini   mengeluarkan Surat Edaran No. 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan   Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019   (Covid-19).

Surat Edaran yang ditandatangani oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan   Covid-19, Suharyanto ini berlaku efektif mulai tanggal 29 November 2021   sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian. Dengan berlakunya Surat   Edaran ini, maka Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2021 serta Addendum Surat   Edaran Nomor 20 Tahun 2021 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Dikeluarkannya SE ini didasarkan pada pertimbangan bahwa pada saat   ini telah ditemukan varian baru. RS-CoV B.1.1 Afrika Selatan yang telah   sebarannya ke beberapa negara di dunia. Kemunculan varian baru   SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau Omicron telah menyebabkan peningkatan kasus   khususnya di Benua Afrika bagian Selatan.

Bahkan, badan kesehatan dunia (WHO) dengan para pakarnya pun sepakat   untuk menetapkan varian yang ditemukan di awal Bulan November 2021 ini   menjadi Variant of Concern.
</description><content:encoded>JAKARTA - Virus Covid-19 terus bermutasi, setelah virus Delta, varian baru dari Covid 19 kembali muncul, namanya virus Omicron (B 11529). Kini perhatian dunia tertuju kepada virus yang berasal dari Afrika Selatan itu, dan sudah menyebar ke sembilan negara.

Tercatat sudah ada 128 orang yang terinfeksi virus Omicron. Empat negara lainnya saat ini sedang dalam penyelidikan oleh pakar virologi karena diduga juga telah terinfeksi virus Omicron tersebut. Sebaran virus Covid-19 di Indonesia pun terus bertambah, pada 2 Desember 2021 bertambah 311 kasus. Salah satunya DKI Jakarta, bertambah 28 kasus.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mengatakan, Pemprov DKI Jakarta harus meningkatkan kewaspadaan terhadap sebaran wabah tersebut dengan munculnya varian baru Covid-19 Omicron.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wMi8xLzE0MjM5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Pemprov DKI harus lebih waspada dengan munculnya varian baru Covid-19 Omicron. Pasalnya, Jakarta sempat menjadi episentrum sebaran Covid-19 terbesar di Indonesia, ini yang perlu kita waspadai,&quot; kata Kenneth dalam keterangannya, Jumat (3/12/2021).

Sebaiknya, sambung Kent -sapaan akrab Hardiyanto Kenneth- masyarakat tetap waspada dan kembali mengetatkan Protokol Kesehatan (Prokes) agar terhindar dari penularan wabah tersebut.

&quot;Masyarakat sebaiknya tetap waspada, tapi tidak perlu khawatir berlebihan. Karena saat ini pemerintah sudah melakukan langkah-langkah preventif, termasuk menutup bandara untuk WNA dari negara dimana varian omicron terdeteksi,&quot; tutur Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu.

Namun, Kent pun meminta kepada pemerintah agar tegas dalam melakukan  pemantauan masuknya Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia, hingga  menunjukkan sensivitas Pemerintah terhadap kondisi masyarakat di tengah  Pandemi Covid-19.

&quot;Saat ini yang kita tahu, Pemerintah telah melarang masuknya WNA dari  negara dimana varian omicron terdeteksi ke Indonesia. Namun, saya  berharap Pemerintah agar lebih tegas untuk melakukan pemantauan WNA di  Bandara Soetta, jangan sampai kecolongan dan adanya pembiaran seperti  yang lalu,&quot; tutur Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA  Angkatan LXII itu.

Menurut Kent, vaksin dan penerapan protokol kesehatan ketat menjadi  kunci dalam mencegah penularan tiap ada varian baru Covid-19. Kent pun  menyakini jika keduanya sebagai cara efektif untuk mencegah infeksi  varian Omicron.

&quot;Penerapan prokes ketat dan vaksin merupakan satu-satunya jalan untuk  mencegah penyebaran varian baru Covid-19 Omicron. Kemudian Pemprov DKI  harus melakukan sosialisasi secara intens kepada masyarakat DKI Jakarta,  tentang bahaya virus varian baru tersebut. Jika kita ambil contoh  negara-negara tetangga yang berhasil keluar dari ancaman pandemi, karena  melakukan pembatasan ketat dan pergerakan masyarakat, lokalisasi kasus,  hingga vaksinasi cepat,&quot; beber Kepala Badan Penanggulangan Bencana  (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta itu.

Kent pun meminta kepada Pemprov DKI Jakarta langsung bergerak cepat  untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 varian Omicron, jangan  sampai masuk ke wilayah Jakarta yang kemudian akan kembali merusak  tatanan perekonomian warga.

&quot;Saat ini kita tengah di kondisi transisi setelah melewati gelombang  kedua Covid-19, dan berada di tengah-tengah merebaknya varian baru,  sehingga perlu upaya ekstra untuk menanggulanginya agar tidak kembali  terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,&quot; tutur Kent.

Selain itu, Kent pun mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga DKI   Jakarta agar menahan diri sejenak jelang libur Natal dan Tahun Baru   (Nataru) 2022. Diketahui bersama, belajar dari pengalaman tahun lalu,   lonjakan mobilitas pada periode Nataru berdampak pada kenaikan kasus   Covid-19.

&amp;ldquo;Belajar dari pengalaman tahun lalu, lonjakan mobilitas pada periode   Nataru berdampak pada kenaikan kasus, yang menyebabkan pemulihan  ekonomi  menjadi mundur ke belakang. Kita harus mewaspadai bersama  jelang  liburan Nataru 2022. Semua pihak saya imbau agar bisa menahan  diri untuk  tidak melakukan tamasya atau liburan keluar kota atau luar  negeri agar  kasus Covid-19 di Jakarta tidak kembali melonjak, dengan  ditambah adanya  varian Omicron,&quot; tegas Kent.

Oleh karena itu, Kent meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies   Baswedan agar tegas dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 jelang   liburan Nataru 2022, dan jangan sampai teledor hingga akhirnya   kebobolan.

&quot;Gubernur Anies harus tegas dalam membuat peraturan, kita ketahui   bersama saat ini roda  perekonomian di Jakarta sudah perlahan-lahan   mulai bergerak dan stabil, jangan sampai kita kembali memperketat PPKM   hingga berdampak negative kembali pada perekonomian di Jakarta, intinya   jangan sampai teledor,&quot; ketus Kent.

Selain itu, Kent pun meminta kepada Pemprov DKI Jakarta tahun depan   untuk bisa memulai memberikan vaksin Booster/vaksin dosis ketiga untuk   masyarakat DKI Jakarta, di tengah gencarnya munculnya varian Covid-19   Omicron, agar kekebalan komunal masyarakat lebih terjaga.

&quot;Gubernur Anies tahun depan harus berani melakukan terobosan dengan   memulai melakukan program vaksin booster/vaksin ketiga kepada masyarakat   DKI Jakarta yang sudah melakukan vaksin kedua, agar kesehatan   masyarakat lebih terjamin. Masyarakat DKI Jakarta bisa lebih sehat dan   kuat, terlindung dari ancaman virus Covid-19 atau bentuk varian barunya.   Pemprov DKI harus benar-benar melakukan langkah langkah preventif  dalam  melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat DKI Jakarta,&quot;   pungkasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 hari ini   mengeluarkan Surat Edaran No. 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan   Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019   (Covid-19).

Surat Edaran yang ditandatangani oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan   Covid-19, Suharyanto ini berlaku efektif mulai tanggal 29 November 2021   sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian. Dengan berlakunya Surat   Edaran ini, maka Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2021 serta Addendum Surat   Edaran Nomor 20 Tahun 2021 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Dikeluarkannya SE ini didasarkan pada pertimbangan bahwa pada saat   ini telah ditemukan varian baru. RS-CoV B.1.1 Afrika Selatan yang telah   sebarannya ke beberapa negara di dunia. Kemunculan varian baru   SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau Omicron telah menyebabkan peningkatan kasus   khususnya di Benua Afrika bagian Selatan.

Bahkan, badan kesehatan dunia (WHO) dengan para pakarnya pun sepakat   untuk menetapkan varian yang ditemukan di awal Bulan November 2021 ini   menjadi Variant of Concern.
</content:encoded></item></channel></rss>
