<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunung Semeru Meletus, BNPB Imbau Masyarakat Tak Beraktivitas di Sungai Mujur dan Curah Kobokan</title><description>Berdasarkan laporan visual dari beberapa titik lokasi, juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/04/337/2511978/gunung-semeru-meletus-bnpb-imbau-masyarakat-tak-beraktivitas-di-sungai-mujur-dan-curah-kobokan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/04/337/2511978/gunung-semeru-meletus-bnpb-imbau-masyarakat-tak-beraktivitas-di-sungai-mujur-dan-curah-kobokan"/><item><title>Gunung Semeru Meletus, BNPB Imbau Masyarakat Tak Beraktivitas di Sungai Mujur dan Curah Kobokan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/04/337/2511978/gunung-semeru-meletus-bnpb-imbau-masyarakat-tak-beraktivitas-di-sungai-mujur-dan-curah-kobokan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/04/337/2511978/gunung-semeru-meletus-bnpb-imbau-masyarakat-tak-beraktivitas-di-sungai-mujur-dan-curah-kobokan</guid><pubDate>Sabtu 04 Desember 2021 21:11 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/04/337/2511978/gunung-semeru-meletus-bnpb-imbau-masyarakat-tak-beraktivitas-di-sungai-mujur-dan-curah-kobokan-O5dCRNcZf5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BNPB Suharyanto (Foto: Humas BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/04/337/2511978/gunung-semeru-meletus-bnpb-imbau-masyarakat-tak-beraktivitas-di-sungai-mujur-dan-curah-kobokan-O5dCRNcZf5.jpg</image><title>Kepala BNPB Suharyanto (Foto: Humas BNPB)</title></images><description>BANDUNG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaparkan kronologis peristiwa erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021).
Kepala BNPB, Mayjen TNI Suharyanto memaparkan, berdasarkan hasil pengamatan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas mulai tercatat pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.
&quot;Kemudian, Pada pukul 15.10 Wajib, PPGA Pos Gunung Sawur melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang,&quot; kata Suharyanto dlm konferensi pers virtual, Sabtu (4/12/2021) malam.
Selain itu, lanjut Suharyanto, berdasarkan laporan visual dari beberapa titik lokasi, juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik.
Baca juga:&amp;nbsp;Kronologi Letusan Dahsyat Gunung Semeru Versi BNPB, Lava Pijar Meluncur 800 Meter
&quot;Berdasarkan catatan yang dihimpun PVMBG, guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran kurang lebih 500 meter di bawah kawah,&quot; terangnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Satu Orang Tewas Akibat Letusan Gunung Semeru, 41 Warga Alami Luka Bakar Parah
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNC8xLzE0MjQ4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai respons cepat dari keajadian, kata Suharyanto, BPBD Kabupaten Lumajang telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas di sepanjang daerah aliran Sungai Mujur dan Curah Kobokan.
&quot;Anggota BPBD Lumajang dan tim gabungan lainnya segera menuju lokasi kejadian di sektor Candipuro Plonojiwo untuk melakukan pemantauan kaji cepat pendataan evakuasi dan tindakan lain yang dianggap perlu dalam penanganan darurat,&quot; kata Suharyanto.
Baca juga:&amp;nbsp;Gunung Semeru Meletus, Jembatan Penghubung Putus Warga Terisolasi</description><content:encoded>BANDUNG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaparkan kronologis peristiwa erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021).
Kepala BNPB, Mayjen TNI Suharyanto memaparkan, berdasarkan hasil pengamatan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas mulai tercatat pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.
&quot;Kemudian, Pada pukul 15.10 Wajib, PPGA Pos Gunung Sawur melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang,&quot; kata Suharyanto dlm konferensi pers virtual, Sabtu (4/12/2021) malam.
Selain itu, lanjut Suharyanto, berdasarkan laporan visual dari beberapa titik lokasi, juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik.
Baca juga:&amp;nbsp;Kronologi Letusan Dahsyat Gunung Semeru Versi BNPB, Lava Pijar Meluncur 800 Meter
&quot;Berdasarkan catatan yang dihimpun PVMBG, guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran kurang lebih 500 meter di bawah kawah,&quot; terangnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Satu Orang Tewas Akibat Letusan Gunung Semeru, 41 Warga Alami Luka Bakar Parah
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNC8xLzE0MjQ4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebagai respons cepat dari keajadian, kata Suharyanto, BPBD Kabupaten Lumajang telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas di sepanjang daerah aliran Sungai Mujur dan Curah Kobokan.
&quot;Anggota BPBD Lumajang dan tim gabungan lainnya segera menuju lokasi kejadian di sektor Candipuro Plonojiwo untuk melakukan pemantauan kaji cepat pendataan evakuasi dan tindakan lain yang dianggap perlu dalam penanganan darurat,&quot; kata Suharyanto.
Baca juga:&amp;nbsp;Gunung Semeru Meletus, Jembatan Penghubung Putus Warga Terisolasi</content:encoded></item></channel></rss>
