<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hujan, Awan Panas Guguran Gunung Semeru Berhenti</title><description>Awan panas guguran Gunung Semeru saat ini sudah berhenti.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/05/337/2512144/hujan-awan-panas-guguran-gunung-semeru-berhenti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/05/337/2512144/hujan-awan-panas-guguran-gunung-semeru-berhenti"/><item><title>Hujan, Awan Panas Guguran Gunung Semeru Berhenti</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/05/337/2512144/hujan-awan-panas-guguran-gunung-semeru-berhenti</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/05/337/2512144/hujan-awan-panas-guguran-gunung-semeru-berhenti</guid><pubDate>Minggu 05 Desember 2021 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/05/337/2512144/hujan-awan-panas-guguran-gunung-semeru-berhenti-oezob2dgIN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Semeru pada Minggu (5/12/2021) pagi. (Foto : magma.esdm.go.id)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/05/337/2512144/hujan-awan-panas-guguran-gunung-semeru-berhenti-oezob2dgIN.jpg</image><title>Gunung Semeru pada Minggu (5/12/2021) pagi. (Foto : magma.esdm.go.id)</title></images><description>JAKARTA - Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, saat ini Gunung Semeru masih berada dalam status level II atau waspada. Hal tersebut berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

&amp;ldquo;Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat ini Gunung Semeru masih dalam status level II atau  &amp;lsquo;waspada,&amp;rdquo; ucap Abdul dalam keterangan resminya, Minggu (5/12/2021).

Sementara itu, dalam pantauan radar Accuweather, saat ini kondisi udara dalam tingkat polusi yang tinggi. Abdul mengingatkan polusi tinggi ini dapat berdampak negatif terhadap kelompok masyarakat.

&amp;ldquo;Yang termasuk dalam kategori rentan, yaitu lansia, ibu hamil, disabilitas serta anak-anak,&amp;rdquo; ucapnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNC8xLzE0MjQ4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Pada pantauan visual, Abdul menjelaskan awan panas guguran juga telah berhenti. Menurutnya, kondisi ini disebabkan cuaca hujan yang terjadi di sekira puncak kubah lava Gunung Semeru.

&amp;ldquo;BPBD terus melakukan koordinasi bersama perangkat desa setempat dan Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) terkait pemutakhiran aktivitas Gunung Semeru,&amp;rdquo; katanya.

Baca Juga : 8 Kecamatan di Lumajang Terdampak Abu Vulkanik Gunung Semeru

Sampai saat ini BPBD Kabupaten Lumajang juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pada daerah alisan sungai (DAS) di Curah Kobokan dan lainnya. Hal ini mengingat dimungkinkannya DAS tersebut menjadi aliran guguran awan panas.
</description><content:encoded>JAKARTA - Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, saat ini Gunung Semeru masih berada dalam status level II atau waspada. Hal tersebut berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

&amp;ldquo;Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat ini Gunung Semeru masih dalam status level II atau  &amp;lsquo;waspada,&amp;rdquo; ucap Abdul dalam keterangan resminya, Minggu (5/12/2021).

Sementara itu, dalam pantauan radar Accuweather, saat ini kondisi udara dalam tingkat polusi yang tinggi. Abdul mengingatkan polusi tinggi ini dapat berdampak negatif terhadap kelompok masyarakat.

&amp;ldquo;Yang termasuk dalam kategori rentan, yaitu lansia, ibu hamil, disabilitas serta anak-anak,&amp;rdquo; ucapnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNC8xLzE0MjQ4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Pada pantauan visual, Abdul menjelaskan awan panas guguran juga telah berhenti. Menurutnya, kondisi ini disebabkan cuaca hujan yang terjadi di sekira puncak kubah lava Gunung Semeru.

&amp;ldquo;BPBD terus melakukan koordinasi bersama perangkat desa setempat dan Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) terkait pemutakhiran aktivitas Gunung Semeru,&amp;rdquo; katanya.

Baca Juga : 8 Kecamatan di Lumajang Terdampak Abu Vulkanik Gunung Semeru

Sampai saat ini BPBD Kabupaten Lumajang juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pada daerah alisan sungai (DAS) di Curah Kobokan dan lainnya. Hal ini mengingat dimungkinkannya DAS tersebut menjadi aliran guguran awan panas.
</content:encoded></item></channel></rss>
