<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PVMBG: Guguran Awan Panas di Gunung Semeru Masih Terjadi hingga Hari Ini</title><description>Guguran awan panas tersebut terjadi sebanyak dua kali pada hari ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/05/337/2512224/pvmbg-guguran-awan-panas-di-gunung-semeru-masih-terjadi-hingga-hari-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/05/337/2512224/pvmbg-guguran-awan-panas-di-gunung-semeru-masih-terjadi-hingga-hari-ini"/><item><title>PVMBG: Guguran Awan Panas di Gunung Semeru Masih Terjadi hingga Hari Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/05/337/2512224/pvmbg-guguran-awan-panas-di-gunung-semeru-masih-terjadi-hingga-hari-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/05/337/2512224/pvmbg-guguran-awan-panas-di-gunung-semeru-masih-terjadi-hingga-hari-ini</guid><pubDate>Minggu 05 Desember 2021 15:18 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Nalom</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/05/337/2512224/pvmbg-guguran-awan-panas-di-gunung-semeru-masih-terjadi-hingga-hari-ini-07zzgAzt0W.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Semeru meletus (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/05/337/2512224/pvmbg-guguran-awan-panas-di-gunung-semeru-masih-terjadi-hingga-hari-ini-07zzgAzt0W.jpg</image><title>Gunung Semeru meletus (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Andiani mengatakan bahwa pada hari ini, Minggu (05/12/2021) guguran awan panas di Gunung Semeru kembali terjadi. Guguran awan panas tersebut terjadi sebanyak dua kali pada hari ini.

&amp;ldquo;Semenjak kejadian guguran awan panas kemarin sore, guguran awan panas masih terjadi pada hari ini,&amp;rdquo; ujar Andiani dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Kementerian ESDM, Minggu (05/12/2021).

Andiani menjelaskan guguran awan panas kali ini tercatat pada pukul 05.13 WIB dan 10.00 WIB. Kali ini, intensitas guguran awan panas lebih rendah daripada yang terjadi pada Sabtu (04/12/2021).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNS8xLzE0MjQ4NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Pada jam 05.13 WIB dan pada jam 10.00 WIB dengan intensitas dan jarak lintas yang lebih berkurang dari yang kemarin,&amp;rdquo; terang dia.

Andiani menjelaskan bahwa awan panas ini terbentuk akibat  penghancuran kubah atau lidah lava. Menurutnya, hal ini merupakan  karakteristik dari Gunung Semeru.

&amp;ldquo;Kejadian awan panas guguran pada Gunung Semeru pada tanggal 4  Desember 2021 sebetulnya kejadian ini sudah dimulai sejak tanggal 1  Desember 2021. Saat itu terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur  1.700 meter dari puncak atau 700 meter dari ujung aliran lava dengan  arah luncuran ke tenggara.&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Andiani mengatakan bahwa pada hari ini, Minggu (05/12/2021) guguran awan panas di Gunung Semeru kembali terjadi. Guguran awan panas tersebut terjadi sebanyak dua kali pada hari ini.

&amp;ldquo;Semenjak kejadian guguran awan panas kemarin sore, guguran awan panas masih terjadi pada hari ini,&amp;rdquo; ujar Andiani dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Kementerian ESDM, Minggu (05/12/2021).

Andiani menjelaskan guguran awan panas kali ini tercatat pada pukul 05.13 WIB dan 10.00 WIB. Kali ini, intensitas guguran awan panas lebih rendah daripada yang terjadi pada Sabtu (04/12/2021).

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNS8xLzE0MjQ4NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Pada jam 05.13 WIB dan pada jam 10.00 WIB dengan intensitas dan jarak lintas yang lebih berkurang dari yang kemarin,&amp;rdquo; terang dia.

Andiani menjelaskan bahwa awan panas ini terbentuk akibat  penghancuran kubah atau lidah lava. Menurutnya, hal ini merupakan  karakteristik dari Gunung Semeru.

&amp;ldquo;Kejadian awan panas guguran pada Gunung Semeru pada tanggal 4  Desember 2021 sebetulnya kejadian ini sudah dimulai sejak tanggal 1  Desember 2021. Saat itu terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur  1.700 meter dari puncak atau 700 meter dari ujung aliran lava dengan  arah luncuran ke tenggara.&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
