<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketinggian Erupsi Gunung Semeru Capai 24 Kilometer, Cuaca Buruk Diduga Jadi Penyebab</title><description>Diduga erupsi besar tersebut akibat curah hujan ekstrem.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/05/337/2512318/ketinggian-erupsi-gunung-semeru-capai-24-kilometer-cuaca-buruk-diduga-jadi-penyebab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/05/337/2512318/ketinggian-erupsi-gunung-semeru-capai-24-kilometer-cuaca-buruk-diduga-jadi-penyebab"/><item><title>Ketinggian Erupsi Gunung Semeru Capai 24 Kilometer, Cuaca Buruk Diduga Jadi Penyebab</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/05/337/2512318/ketinggian-erupsi-gunung-semeru-capai-24-kilometer-cuaca-buruk-diduga-jadi-penyebab</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/05/337/2512318/ketinggian-erupsi-gunung-semeru-capai-24-kilometer-cuaca-buruk-diduga-jadi-penyebab</guid><pubDate>Minggu 05 Desember 2021 20:31 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Maaruf</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/05/337/2512318/ketinggian-erupsi-gunung-semeru-capai-24-kilometer-cuaca-buruk-diduga-jadi-penyebab-K94wTn0iu3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Semeru meletus (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/05/337/2512318/ketinggian-erupsi-gunung-semeru-capai-24-kilometer-cuaca-buruk-diduga-jadi-penyebab-K94wTn0iu3.jpg</image><title>Gunung Semeru meletus (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Badan Geologi Kementerian ESDM mendapat laporan erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) kemarin mencapai 24 kilometer. Diduga erupsi besar tersebut akibat curah hujan ekstrem.&amp;nbsp;

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Eko Budi Lelono menyebut meski belum dapat memastikan tinggi letusan gunung Semeru tersebut namun ada dua laporan yang menyebut ketinggian mencapai 24 kilometer.&amp;nbsp;

&quot;Ada info yang menyebutkan 11 km ada yang menyebut 45 km. Tapi kami masih selidiki karena tidak mudah juga untuk mencapai lokasi tersebut,&quot; kata Eko dalam konferensi virtual, Minggu (5/12/2021).&amp;nbsp;

Eko menjelaskan, pihaknya juga masih melakukan pendalaman perihal penyebab erupsi Gunung Semeru tersebut. Sebab, dari rekaman yang pihaknya miliki tidak tanda-tanda adanya erupsi.&amp;nbsp;

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNS8xLzE0MjQ5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Dia menduga erupsi yang terjadi pada Gunung Semeru karena faktor eksternal. Hal yang perlu diperhatikan dari peristiwa erupsi tersebut adalah curah hujan ekstrem.&amp;nbsp;

&quot;Yang perlu kita waspadai tingkat curah hujan ini tidak ekstrem sehingga tidak memicu hal-hal lain. Karena record sebelum-sebelumnya normal saja. Apakah ada faktor eksternal curah hujan tinggi sehingga menyebabkan ketidak kestabilan kubangan sehingga peluncurannya cukup jauh,&quot; jelasnya.


Setelah erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada kemarin, gunung  kembali erupsi sebanyak tiga kali selama 24 jam terakhir. Sesuai ciri  khasnya erupsi gunung Semeru yakni mengeluarkan awan panas.&amp;nbsp;

&quot;Memang setelah letusan kemarin masih kita rekam beberapa erupsi lagi  yaitu semburan awan panas. Ya ini ciri khas gunung Semeru yakni awan  panas guguran setidaknya ada tiga,&quot; kata Eko.

Erupsi susulan pertama terjadi pada pukul 00.30 WIB di hari Minggu  (6/12/2021). Kemudian kedua setelah shalat subuh itu awan panas guguran  dan ketiga pukul 10.00 WIB lebih.&amp;nbsp;

&quot;Dua pertama tidak terlihat seberapa jauh luncurannya karena situasi  tertutup kabut. Yang jam 10 pagi lebih kurang 2 KM dari puncak  luncurannya,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Geologi Kementerian ESDM mendapat laporan erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) kemarin mencapai 24 kilometer. Diduga erupsi besar tersebut akibat curah hujan ekstrem.&amp;nbsp;

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Eko Budi Lelono menyebut meski belum dapat memastikan tinggi letusan gunung Semeru tersebut namun ada dua laporan yang menyebut ketinggian mencapai 24 kilometer.&amp;nbsp;

&quot;Ada info yang menyebutkan 11 km ada yang menyebut 45 km. Tapi kami masih selidiki karena tidak mudah juga untuk mencapai lokasi tersebut,&quot; kata Eko dalam konferensi virtual, Minggu (5/12/2021).&amp;nbsp;

Eko menjelaskan, pihaknya juga masih melakukan pendalaman perihal penyebab erupsi Gunung Semeru tersebut. Sebab, dari rekaman yang pihaknya miliki tidak tanda-tanda adanya erupsi.&amp;nbsp;

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNS8xLzE0MjQ5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Dia menduga erupsi yang terjadi pada Gunung Semeru karena faktor eksternal. Hal yang perlu diperhatikan dari peristiwa erupsi tersebut adalah curah hujan ekstrem.&amp;nbsp;

&quot;Yang perlu kita waspadai tingkat curah hujan ini tidak ekstrem sehingga tidak memicu hal-hal lain. Karena record sebelum-sebelumnya normal saja. Apakah ada faktor eksternal curah hujan tinggi sehingga menyebabkan ketidak kestabilan kubangan sehingga peluncurannya cukup jauh,&quot; jelasnya.


Setelah erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada kemarin, gunung  kembali erupsi sebanyak tiga kali selama 24 jam terakhir. Sesuai ciri  khasnya erupsi gunung Semeru yakni mengeluarkan awan panas.&amp;nbsp;

&quot;Memang setelah letusan kemarin masih kita rekam beberapa erupsi lagi  yaitu semburan awan panas. Ya ini ciri khas gunung Semeru yakni awan  panas guguran setidaknya ada tiga,&quot; kata Eko.

Erupsi susulan pertama terjadi pada pukul 00.30 WIB di hari Minggu  (6/12/2021). Kemudian kedua setelah shalat subuh itu awan panas guguran  dan ketiga pukul 10.00 WIB lebih.&amp;nbsp;

&quot;Dua pertama tidak terlihat seberapa jauh luncurannya karena situasi  tertutup kabut. Yang jam 10 pagi lebih kurang 2 KM dari puncak  luncurannya,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
