<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kesaksian Warga saat Gunung Semeru Meletus : Tak Ada Peringatan, Tiba-Tiba Gelap</title><description>Seorang warga mengaku tidak mendapatkan peringatan dan tiba-tiba kondisi gelap gulita.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/05/340/2512166/kesaksian-warga-saat-gunung-semeru-meletus-tak-ada-peringatan-tiba-tiba-gelap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/05/340/2512166/kesaksian-warga-saat-gunung-semeru-meletus-tak-ada-peringatan-tiba-tiba-gelap"/><item><title>Kesaksian Warga saat Gunung Semeru Meletus : Tak Ada Peringatan, Tiba-Tiba Gelap</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/05/340/2512166/kesaksian-warga-saat-gunung-semeru-meletus-tak-ada-peringatan-tiba-tiba-gelap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/05/340/2512166/kesaksian-warga-saat-gunung-semeru-meletus-tak-ada-peringatan-tiba-tiba-gelap</guid><pubDate>Minggu 05 Desember 2021 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/05/340/2512166/kesaksian-warga-saat-gunung-semeru-meletus-tak-ada-peringatan-tiba-tiba-gelap-ehrxQpfrfS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Posko pengungsian warga terdampak Gunung Semeru meletus. (Foto : MNC Portal/Avirista Midaada)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/05/340/2512166/kesaksian-warga-saat-gunung-semeru-meletus-tak-ada-peringatan-tiba-tiba-gelap-ehrxQpfrfS.jpg</image><title>Posko pengungsian warga terdampak Gunung Semeru meletus. (Foto : MNC Portal/Avirista Midaada)</title></images><description>LUMAJANG - Seorang warga mengungkapkan detik-detik erupsi Gunung Semeru, yang terjadi pada Sabtu (4/12/2021). Ia mengaku tidak ada peringatan dini mengenai erupsi tersebut.


Sebelum kejadian, warga Desa Supit Urang Abdul Manan, Manaf, mengaku tengah beraktivitas seperti biasa di rumah.

&quot;Jika memang kami diberi tahu akan erupsi, tentunya masyarakat sudah siap. Karena saat erupsi tengah beraktivitas seperti biasa,&quot; ucap Manaf yang kini mengungsi di salah satu masjid yang menjadi posko pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu  (5/12/2021) pagi.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNS8xLzE0MjQ4NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Ia menambahkan, saat itu ia tengah berada di halaman rumahnya. Namun, tiba-tiba suasana berubah menjadi gelap gulita seperti malam hari. Ia akhirnya berlari masuk ke dalam rumah bersama anaknya.

&quot;Kemudian saya lari ke halaman rumah dan tiba-tiba cuaca seperti malam hari, sudah gelap gulita. Kemudian saya tarik anak saya masuk kedalam rumah lalu pintu saya tutup. Saya sudah pasrah dan khawatir saat itu dan merasa sudah tidak akan selamat,&quot; kata dia.

Ia mengaku tidak ada tanda atau peringatan apapun sesaat sebelum Gunung Semeru erupsi.

Baca Juga : Viral Detik-Detik Gunung Semeru Meletus

&quot;Tidak ada tanda-tanda Semeru akan erupsi, tidak ada peringatan apapun kalau Semeru akan meletus. Saat itu saya ada di dalam rumah. Istirahat setelah aktivitas di luar. Kejadian ini luar biasa dari tahun lalu,&quot; tuturnya.

Kemudian, suasana perlahan-lahan mulai terang dan ada cahaya, dari sanalah ia kemudian bergegas menyelamatkan diri bersama keluarganya. &quot;Cuaca kembali terang akhirnya, terus saya lari menyelamatkan diri,&quot; tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang mengalami erupsi sekitar pukul 15.00 WIB. Awan panas keluar dan mengarah ke Curah Kobokan sejauh 10 - 11 kilometer dari kawah Gunung Semeru.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.
</description><content:encoded>LUMAJANG - Seorang warga mengungkapkan detik-detik erupsi Gunung Semeru, yang terjadi pada Sabtu (4/12/2021). Ia mengaku tidak ada peringatan dini mengenai erupsi tersebut.


Sebelum kejadian, warga Desa Supit Urang Abdul Manan, Manaf, mengaku tengah beraktivitas seperti biasa di rumah.

&quot;Jika memang kami diberi tahu akan erupsi, tentunya masyarakat sudah siap. Karena saat erupsi tengah beraktivitas seperti biasa,&quot; ucap Manaf yang kini mengungsi di salah satu masjid yang menjadi posko pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu  (5/12/2021) pagi.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNS8xLzE0MjQ4NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Ia menambahkan, saat itu ia tengah berada di halaman rumahnya. Namun, tiba-tiba suasana berubah menjadi gelap gulita seperti malam hari. Ia akhirnya berlari masuk ke dalam rumah bersama anaknya.

&quot;Kemudian saya lari ke halaman rumah dan tiba-tiba cuaca seperti malam hari, sudah gelap gulita. Kemudian saya tarik anak saya masuk kedalam rumah lalu pintu saya tutup. Saya sudah pasrah dan khawatir saat itu dan merasa sudah tidak akan selamat,&quot; kata dia.

Ia mengaku tidak ada tanda atau peringatan apapun sesaat sebelum Gunung Semeru erupsi.

Baca Juga : Viral Detik-Detik Gunung Semeru Meletus

&quot;Tidak ada tanda-tanda Semeru akan erupsi, tidak ada peringatan apapun kalau Semeru akan meletus. Saat itu saya ada di dalam rumah. Istirahat setelah aktivitas di luar. Kejadian ini luar biasa dari tahun lalu,&quot; tuturnya.

Kemudian, suasana perlahan-lahan mulai terang dan ada cahaya, dari sanalah ia kemudian bergegas menyelamatkan diri bersama keluarganya. &quot;Cuaca kembali terang akhirnya, terus saya lari menyelamatkan diri,&quot; tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang mengalami erupsi sekitar pukul 15.00 WIB. Awan panas keluar dan mengarah ke Curah Kobokan sejauh 10 - 11 kilometer dari kawah Gunung Semeru.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.
</content:encoded></item></channel></rss>
