<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Benny Moerdani Rangkap 6 Posisi Petinggi Intelijen</title><description>Karier militer Benny Moerdani memang moncer hingga mampu mencapai posisi Panglima (ABRI) di zaman Orde Baru.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/06/337/2512337/cerita-benny-moerdani-rangkap-6-posisi-petinggi-intelijen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/06/337/2512337/cerita-benny-moerdani-rangkap-6-posisi-petinggi-intelijen"/><item><title>Cerita Benny Moerdani Rangkap 6 Posisi Petinggi Intelijen</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/06/337/2512337/cerita-benny-moerdani-rangkap-6-posisi-petinggi-intelijen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/06/337/2512337/cerita-benny-moerdani-rangkap-6-posisi-petinggi-intelijen</guid><pubDate>Senin 06 Desember 2021 07:00 WIB</pubDate><dc:creator>Alvin Agung Sanjaya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/05/337/2512337/cerita-benny-moerdani-rangkap-6-posisi-petinggi-intelijen-MPp7cMujWZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Benny Moerdani (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/05/337/2512337/cerita-benny-moerdani-rangkap-6-posisi-petinggi-intelijen-MPp7cMujWZ.jpg</image><title>Benny Moerdani (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Karier militer Benny Moerdani memang moncer hingga mampu mencapai posisi Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Panglima ABRI) di zaman Orde Baru.

Hubungan Benny Moerdani dengan Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Presiden ke-2 Republik Indonesia sangat erat imbas dari keberhasilan Benny dalam menata ulang sistem intelijen di Indonesia.

Kepada Marsekal Muda Purnawirawan Teddy Rusdy, dikutip dari buku Benny Moerdani yang Belum Terungkap Benny mengatakan, setidaknya ia meminta 10 tahun kepada Presiden Soeharto untuk menata ulang sistem intelijen.

Seiring waktu memikul peran tersebut, sederet jabatan penting intelijen digenggam Benny. Setidaknya Benny memegang enam jabatan intelijen sekaligus. Benny jadi Wakil Kepala Badan Koordinasi Intelijen (Bakin), Asisten Intelijen Departemen Pertahanan dan Keamanan (Asintel Hankam), Asisten Intelijen Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Asintel Kopkamtib), Kepala Pusat Intelijen Strategis, Kepala Pusat Screening Pusat dan Kepala Satuan Tugas Intel Kopkamtib.

Menurut Jenderal Purnawirawan Try Sutrisno, hubungannya dengan Benny  akrab terjalin ketika ia menjadi ajudan Soeharto pada 1974 dan Benny  menjadi Asisten Intelijen Kopkamtib. Try diminta Benny untuk membantu  menata komunikasi intelijen saat Soeharto ke luar negeri.

Di zaman Benny pula dilakukan reorganisasi badan-badan intelijen.  Tepatnya tahun 1978, reorganisasi dilakukan. Keenam lembaga dan badan  intelijen pun disatukan dalam satu badan bernama Badan Intelijen  Strategis (Bais).

Karena jejaknya di dunia intelijen, sampai pernah  menjabat enam posisi penting di berbagai badan telik sandi, Benny pun  kemudian di juluki 'Raja Intel' Indonesia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Karier militer Benny Moerdani memang moncer hingga mampu mencapai posisi Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Panglima ABRI) di zaman Orde Baru.

Hubungan Benny Moerdani dengan Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Presiden ke-2 Republik Indonesia sangat erat imbas dari keberhasilan Benny dalam menata ulang sistem intelijen di Indonesia.

Kepada Marsekal Muda Purnawirawan Teddy Rusdy, dikutip dari buku Benny Moerdani yang Belum Terungkap Benny mengatakan, setidaknya ia meminta 10 tahun kepada Presiden Soeharto untuk menata ulang sistem intelijen.

Seiring waktu memikul peran tersebut, sederet jabatan penting intelijen digenggam Benny. Setidaknya Benny memegang enam jabatan intelijen sekaligus. Benny jadi Wakil Kepala Badan Koordinasi Intelijen (Bakin), Asisten Intelijen Departemen Pertahanan dan Keamanan (Asintel Hankam), Asisten Intelijen Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Asintel Kopkamtib), Kepala Pusat Intelijen Strategis, Kepala Pusat Screening Pusat dan Kepala Satuan Tugas Intel Kopkamtib.

Menurut Jenderal Purnawirawan Try Sutrisno, hubungannya dengan Benny  akrab terjalin ketika ia menjadi ajudan Soeharto pada 1974 dan Benny  menjadi Asisten Intelijen Kopkamtib. Try diminta Benny untuk membantu  menata komunikasi intelijen saat Soeharto ke luar negeri.

Di zaman Benny pula dilakukan reorganisasi badan-badan intelijen.  Tepatnya tahun 1978, reorganisasi dilakukan. Keenam lembaga dan badan  intelijen pun disatukan dalam satu badan bernama Badan Intelijen  Strategis (Bais).

Karena jejaknya di dunia intelijen, sampai pernah  menjabat enam posisi penting di berbagai badan telik sandi, Benny pun  kemudian di juluki 'Raja Intel' Indonesia.
</content:encoded></item></channel></rss>
