<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perindo Kecam Dugaan Pemerkosaan Bripda Randy yang Berujung Tewasnya Novia Widyasari</title><description>Kasus yang menimpa Novia Widyasari ini merupakan suatu bentuk kekerasan dan perampasan hak asasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/06/337/2512519/perindo-kecam-dugaan-pemerkosaan-bripda-randy-yang-berujung-tewasnya-novia-widyasari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/06/337/2512519/perindo-kecam-dugaan-pemerkosaan-bripda-randy-yang-berujung-tewasnya-novia-widyasari"/><item><title>Perindo Kecam Dugaan Pemerkosaan Bripda Randy yang Berujung Tewasnya Novia Widyasari</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/06/337/2512519/perindo-kecam-dugaan-pemerkosaan-bripda-randy-yang-berujung-tewasnya-novia-widyasari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/06/337/2512519/perindo-kecam-dugaan-pemerkosaan-bripda-randy-yang-berujung-tewasnya-novia-widyasari</guid><pubDate>Senin 06 Desember 2021 11:17 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/06/337/2512519/perindo-kecam-dugaan-pemerkosaan-bripda-randy-yang-berujung-tewasnya-novia-widyasari-hobQnfOyje.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bripda Randy ditahan/ Polda Jatim</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/06/337/2512519/perindo-kecam-dugaan-pemerkosaan-bripda-randy-yang-berujung-tewasnya-novia-widyasari-hobQnfOyje.jpg</image><title>Bripda Randy ditahan/ Polda Jatim</title></images><description>JAKARTA - Partai Perindo mengecam keras atas terjadinya tindakan perkosaan dan ancaman terhadap Novia Widyasari yang dilakukan oleh pacarnya sendiri, Bripda Randy Bagus yang berujung pada meninggalnya Novia Widyasari karena bunuh diri diatas makam ayahnya dengan cara meminum sianida.
(Baca juga: Miris! Novia Widyasari Pernah Alami Pelecehan Seksual di Kampus Sebelum Bunuh Diri)
Anggota Komite Eksekutif Konvensi Rakyat Partai Perindo Santi Paramita mengatakan, kasus yang menimpa Novia Widyasari ini merupakan suatu bentuk kekerasan dan perampasan hak asasi terhadap perempuan.
&amp;ldquo;Karena almarhumah telah dipaksa untuk melakukan aborsi. Kekerasan dalam suatu hubungan apapun dan dalam bentuk apapun baik fisik maupun psikis  tidak dapat dibenarkan karena kekerasan dapat mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan yang menerima kekerasan tersebut yang pada akhirnya tentunya sangat merugikan kehidupan orang tersebut,&amp;rdquo; ujar Santi, Senin (6/12/2021).
(Baca juga: Polri Pecat Bripda Randy Bagus Secara Tak Hormat dan Seret Kasusnya ke Ranah Pidana)
Santi melanjutkan, kekerasan yang dilakukan oleh Bripda Randy Bagus terhadap Novia Widyasari berakibat tragis karena Novia Widyasari tidak kuat menghadap kekerasan dan ancaman yang diterimanya dan pihak-pihak yang dilaporipun tidak ada yang memberikan tanggapan serta melakukan pembiaran sehingga korban merasa tidak kuat harus menanggung beban hidupnya sendiri.&amp;ldquo;Perindo dengan ini meminta agar kasus Novia Widyasari ini diusut tuntas dan dibuka faktanya yang sebenar-benarnya kepada publik dan pelakunya dihukum yang sesuai dengan ketentuan hukum pidana yang berlaku. Pihak-pihak yang turut melakukan pembiaran dan bahkan jika dapat dibuktikan ikut meminta Novia melakukan aborsipun harus diminta pertanggungjawaban,&amp;rdquo; bebernya.

Dia mengimbau bagi wanita-wanita Indonesia, agar kasus Novia Widyasari ini kembali menjadi pelajaran untuk menolak segala bentuk kekerasan dan ancaman serta berani bertindak untuk dirinya sendiri, membela dirinya sendiri, membela hak-haknya sebagai wanita dan manusia seutuhnya. &amp;ldquo;Dan jangan sampai ada lagi kasus-kasus Novia yang lain,&amp;rdquo; tutupnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Perindo mengecam keras atas terjadinya tindakan perkosaan dan ancaman terhadap Novia Widyasari yang dilakukan oleh pacarnya sendiri, Bripda Randy Bagus yang berujung pada meninggalnya Novia Widyasari karena bunuh diri diatas makam ayahnya dengan cara meminum sianida.
(Baca juga: Miris! Novia Widyasari Pernah Alami Pelecehan Seksual di Kampus Sebelum Bunuh Diri)
Anggota Komite Eksekutif Konvensi Rakyat Partai Perindo Santi Paramita mengatakan, kasus yang menimpa Novia Widyasari ini merupakan suatu bentuk kekerasan dan perampasan hak asasi terhadap perempuan.
&amp;ldquo;Karena almarhumah telah dipaksa untuk melakukan aborsi. Kekerasan dalam suatu hubungan apapun dan dalam bentuk apapun baik fisik maupun psikis  tidak dapat dibenarkan karena kekerasan dapat mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan yang menerima kekerasan tersebut yang pada akhirnya tentunya sangat merugikan kehidupan orang tersebut,&amp;rdquo; ujar Santi, Senin (6/12/2021).
(Baca juga: Polri Pecat Bripda Randy Bagus Secara Tak Hormat dan Seret Kasusnya ke Ranah Pidana)
Santi melanjutkan, kekerasan yang dilakukan oleh Bripda Randy Bagus terhadap Novia Widyasari berakibat tragis karena Novia Widyasari tidak kuat menghadap kekerasan dan ancaman yang diterimanya dan pihak-pihak yang dilaporipun tidak ada yang memberikan tanggapan serta melakukan pembiaran sehingga korban merasa tidak kuat harus menanggung beban hidupnya sendiri.&amp;ldquo;Perindo dengan ini meminta agar kasus Novia Widyasari ini diusut tuntas dan dibuka faktanya yang sebenar-benarnya kepada publik dan pelakunya dihukum yang sesuai dengan ketentuan hukum pidana yang berlaku. Pihak-pihak yang turut melakukan pembiaran dan bahkan jika dapat dibuktikan ikut meminta Novia melakukan aborsipun harus diminta pertanggungjawaban,&amp;rdquo; bebernya.

Dia mengimbau bagi wanita-wanita Indonesia, agar kasus Novia Widyasari ini kembali menjadi pelajaran untuk menolak segala bentuk kekerasan dan ancaman serta berani bertindak untuk dirinya sendiri, membela dirinya sendiri, membela hak-haknya sebagai wanita dan manusia seutuhnya. &amp;ldquo;Dan jangan sampai ada lagi kasus-kasus Novia yang lain,&amp;rdquo; tutupnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
