<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> BNPB: 5.205 Jiwa dan 2.970 Rumah Terdampak Erupsi Gunung Semeru   </title><description>Pascaerupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu lalu (4/12/2021), setidaknya sudah ada 5.205 jiwa dan 2.970 unit rumah terdampak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/06/337/2512963/bnpb-5-205-jiwa-dan-2-970-rumah-terdampak-erupsi-gunung-semeru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/06/337/2512963/bnpb-5-205-jiwa-dan-2-970-rumah-terdampak-erupsi-gunung-semeru"/><item><title> BNPB: 5.205 Jiwa dan 2.970 Rumah Terdampak Erupsi Gunung Semeru   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/06/337/2512963/bnpb-5-205-jiwa-dan-2-970-rumah-terdampak-erupsi-gunung-semeru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/06/337/2512963/bnpb-5-205-jiwa-dan-2-970-rumah-terdampak-erupsi-gunung-semeru</guid><pubDate>Senin 06 Desember 2021 22:58 WIB</pubDate><dc:creator>Carlos Roy Fajarta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/06/337/2512963/bnpb-5-205-jiwa-dan-2-970-rumah-terdampak-erupsi-gunung-semeru-L2QGy0CeH7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mbah Katemi saat dievakuasi petugas (foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/06/337/2512963/bnpb-5-205-jiwa-dan-2-970-rumah-terdampak-erupsi-gunung-semeru-L2QGy0CeH7.jpg</image><title>Mbah Katemi saat dievakuasi petugas (foto: tangkapan layar)</title></images><description>
JAKARTA - Pascaerupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu lalu (4/12/2021), setidaknya sudah ada 5.205 jiwa dan 2.970 unit rumah terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Hal tersebut didasarkan  Data Pusat Pengendalian Operasi BNPB pada Senin (6/12/2021) hingga Pukul 20.15 WIB.

&quot;Jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa serta data sementara rumah terdampak 2.970 unit,&quot; ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (6/12/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;BNPB: 985 Personel Gabungan Dikerahkan Tangani Darurat Pasca-Erupsi Gunung Semeru
Ia mengungkapkan, pihaknya juga baru mendata ada sejumlah korban luka-luka, korban meninggal dunia, maupun korban yang diduga masih hilang.

&quot;56 orang luka-luka, 22 orang meninggal dunia, 22 orang masih dinyatakan hilang. Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang, posko masih melakukan pendatan dan validasi,&quot; ungkap Abdul Muhari.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Besok, Basarnas Akan Sisir 3 Area di Kawasan Erupsi Semeru
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNi8xLzE0MjU0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Rincian korban meninggal dunia teridentifikasi 14 orang di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 8 orang di Kecamatan Candipuro.

Selain dampak korban jiwa, awan panas guguran Gunung Semeru mengakibatkan kerusakan di pemukiman warga, fasilitas pendidikan maupun sarana dan prasarana.

&quot;Posko masih terus melakukan pemutakhiran terhadap dampak kerugian material, dengan rincian 38 fasilitas pendidikan rusak dan satu jembatan (Jembatan Gladak Perak) putus,&quot; kata Abdul Muhari.</description><content:encoded>
JAKARTA - Pascaerupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu lalu (4/12/2021), setidaknya sudah ada 5.205 jiwa dan 2.970 unit rumah terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Hal tersebut didasarkan  Data Pusat Pengendalian Operasi BNPB pada Senin (6/12/2021) hingga Pukul 20.15 WIB.

&quot;Jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa serta data sementara rumah terdampak 2.970 unit,&quot; ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (6/12/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;BNPB: 985 Personel Gabungan Dikerahkan Tangani Darurat Pasca-Erupsi Gunung Semeru
Ia mengungkapkan, pihaknya juga baru mendata ada sejumlah korban luka-luka, korban meninggal dunia, maupun korban yang diduga masih hilang.

&quot;56 orang luka-luka, 22 orang meninggal dunia, 22 orang masih dinyatakan hilang. Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang, posko masih melakukan pendatan dan validasi,&quot; ungkap Abdul Muhari.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Besok, Basarnas Akan Sisir 3 Area di Kawasan Erupsi Semeru
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNi8xLzE0MjU0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Rincian korban meninggal dunia teridentifikasi 14 orang di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 8 orang di Kecamatan Candipuro.

Selain dampak korban jiwa, awan panas guguran Gunung Semeru mengakibatkan kerusakan di pemukiman warga, fasilitas pendidikan maupun sarana dan prasarana.

&quot;Posko masih terus melakukan pemutakhiran terhadap dampak kerugian material, dengan rincian 38 fasilitas pendidikan rusak dan satu jembatan (Jembatan Gladak Perak) putus,&quot; kata Abdul Muhari.</content:encoded></item></channel></rss>
