<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Hujan Guyur Kawasan Gunung Semeru, Sejumlah Warga Panik   </title><description>Hujan deras mengguyur permukiman di kawasan sekitar Gunung Semeru, termasuk di wilayah Desa Sumberwuluh,</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/08/337/2513612/hujan-guyur-kawasan-gunung-semeru-sejumlah-warga-panik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/08/337/2513612/hujan-guyur-kawasan-gunung-semeru-sejumlah-warga-panik"/><item><title> Hujan Guyur Kawasan Gunung Semeru, Sejumlah Warga Panik   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/08/337/2513612/hujan-guyur-kawasan-gunung-semeru-sejumlah-warga-panik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/08/337/2513612/hujan-guyur-kawasan-gunung-semeru-sejumlah-warga-panik</guid><pubDate>Rabu 08 Desember 2021 05:28 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/08/337/2513612/hujan-guyur-kawasan-gunung-semeru-sejumlah-warga-panik-MNWfqSoNOH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengungsi gunung semeru (foto: dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/08/337/2513612/hujan-guyur-kawasan-gunung-semeru-sejumlah-warga-panik-MNWfqSoNOH.jpg</image><title>Pengungsi gunung semeru (foto: dok BNPB)</title></images><description>
LUMAJANG - Hujan deras mengguyur permukiman di kawasan sekitar Gunung Semeru, termasuk di wilayah Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa (7/12/2021) malam.

Pantauan dari depan balai desa setempat, hujan berlangsung hampir satu jam hingga membuat beberapa warga panik. Terlihat ada wanita lanjut usia yang memilih pergi ke tempat pengungsian saat hujan agak reda, dan sejumlah bapak-bapak berlalu lalang dan berkoordinasi dengan perangkat desa
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Hancur Akibat Erupsi Semeru, Jembatan Gladak Perak Akan Dibangun Kembali
Alat komunikasi berupa HT milik relawan yang bertugas terus didengarkan seksama sembari menunggu perkembangan dari petugas di posisi yang lebih atas, khususnya dari kawasan Kecamatan Pronojiwo.

Saat hujan reda, jalanan utama depan balai desa sempat dilewati truk-truk besar mengangkut alat berat seperti ekskavator maupun jenis lainnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Warga Kampung Renteng Bakal Direlokasi Pasca-Erupsi Semeru
&amp;ldquo;Alat berat diminta turun dulu sementara, ke tempat lebih aman,&amp;rdquo; kata salah seorang pengemudi atau operator alat berat saat ditanya alasannya turun.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNy8xLzE0MjU0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, salah seorang relawan yang enggan disebut namanya mengaku usai hujan memang sempat terjadi banjir bandang di aliran sungai, namun tidak sampai menuju ke arah Desa Sumberwuluh.

&amp;ldquo;Di atas juga masih hujan deras dan volume air terus meningkat. Banjir di sungai diperkirakan tidak sampai Sumberwuluh,&amp;rdquo; kata dia.

Pada Sabtu (4/12) sore terjadi peningkatan aktivitas Gunung Semeru yang mengeluarkan awan panas dan berdampak pada daerah di sekitar gunung setinggi 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) tersebut.

Ratusan warga terpaksa harus mengungsi ke berbagai tempat aman untuk menghindari awan panas di gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu.

</description><content:encoded>
LUMAJANG - Hujan deras mengguyur permukiman di kawasan sekitar Gunung Semeru, termasuk di wilayah Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa (7/12/2021) malam.

Pantauan dari depan balai desa setempat, hujan berlangsung hampir satu jam hingga membuat beberapa warga panik. Terlihat ada wanita lanjut usia yang memilih pergi ke tempat pengungsian saat hujan agak reda, dan sejumlah bapak-bapak berlalu lalang dan berkoordinasi dengan perangkat desa
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Hancur Akibat Erupsi Semeru, Jembatan Gladak Perak Akan Dibangun Kembali
Alat komunikasi berupa HT milik relawan yang bertugas terus didengarkan seksama sembari menunggu perkembangan dari petugas di posisi yang lebih atas, khususnya dari kawasan Kecamatan Pronojiwo.

Saat hujan reda, jalanan utama depan balai desa sempat dilewati truk-truk besar mengangkut alat berat seperti ekskavator maupun jenis lainnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Warga Kampung Renteng Bakal Direlokasi Pasca-Erupsi Semeru
&amp;ldquo;Alat berat diminta turun dulu sementara, ke tempat lebih aman,&amp;rdquo; kata salah seorang pengemudi atau operator alat berat saat ditanya alasannya turun.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8wNy8xLzE0MjU0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, salah seorang relawan yang enggan disebut namanya mengaku usai hujan memang sempat terjadi banjir bandang di aliran sungai, namun tidak sampai menuju ke arah Desa Sumberwuluh.

&amp;ldquo;Di atas juga masih hujan deras dan volume air terus meningkat. Banjir di sungai diperkirakan tidak sampai Sumberwuluh,&amp;rdquo; kata dia.

Pada Sabtu (4/12) sore terjadi peningkatan aktivitas Gunung Semeru yang mengeluarkan awan panas dan berdampak pada daerah di sekitar gunung setinggi 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) tersebut.

Ratusan warga terpaksa harus mengungsi ke berbagai tempat aman untuk menghindari awan panas di gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu.

</content:encoded></item></channel></rss>
