<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WHO: Varian Omicron Sudah Dilaporkan di 57 Negara</title><description>Perlu lebih banyak data untuk mengevaluasi tingkat keparahan penyakit yang disebabkan oleh Omicron.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/09/18/2514169/who-varian-omicron-sudah-dilaporkan-di-57-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/09/18/2514169/who-varian-omicron-sudah-dilaporkan-di-57-negara"/><item><title>WHO: Varian Omicron Sudah Dilaporkan di 57 Negara</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/09/18/2514169/who-varian-omicron-sudah-dilaporkan-di-57-negara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/09/18/2514169/who-varian-omicron-sudah-dilaporkan-di-57-negara</guid><pubDate>Kamis 09 Desember 2021 05:26 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/09/18/2514169/who-varian-omicron-sudah-dilaporkan-di-57-negara-QYyUv0xNL8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Covid-19 varian Omicron (Foto: Medical Daily)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/09/18/2514169/who-varian-omicron-sudah-dilaporkan-di-57-negara-QYyUv0xNL8.jpg</image><title>Covid-19 varian Omicron (Foto: Medical Daily)</title></images><description>JENEWA - Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (8/12), virus corona varian Omicron sudah dilaporkan di 57 negara dan jumlah pasien yang membutuhkan rawat inap kemungkinan akan meningkat seiring penularan virus tersebut.
Melalui laporan mingguan, WHO menuliskan bahwa perlu lebih banyak data untuk mengevaluasi tingkat keparahan penyakit yang disebabkan oleh Omicron dan untuk mengetahui apakah mutasinya akan mengurangi kekebalan yang didapat dari vaksin.
&quot;Bahkan jika tingkat keparahannya setara atau berpotensi lebih rendah daripada varian Delta, diprediksikan pasien rawat inap akan meningkat jika lebih banyak orang yang terinfeksi dan akan ada jeda antara lonjakan insiden kasus dan lonjakan insiden kematian,&quot; terangnya.
Baca juga:&amp;nbsp;WHO Klaim Vaksin yang Ada Masih Melindungi dari Varian Omicron
Pada 26 November lalu, WHO menetapkan Omicron, yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, sebagai varian yang diwaspadai sekaligus menjadi varian kelima.
Laporan kasus Covid-19 di Afrika Selatan naik dua kali lipat dalam sepekan sampai 5 Desember menjadi lebih dari 62.000 kasus. WHO mencatat lonjakan yang &quot;sangat tinggi&quot; terjadi di Eswatini, Zimbabwe, Mozambik, Namibia, dan Lesotho.
Baca juga:&amp;nbsp;WHO Digugat ke Pengadilan Gara-Gara Namai Covid-19 Varian OmicronMerujuk pada risiko infeksi berulang, WHO mengatakan, &quot;Analisis awal menunjukkan bahwa mutasi yang ada pada varian Omicron kemungkinan mengurangi aktivitas penetralan antibodi yang mengakibatkan berkurangnya perlindungan yang diperoleh dari imunitas alami.&quot;
&quot;Perlu data lebih lanjut untuk menilai apakah mutasi yang ada di varian Omicron mampu mengurangi perlindungan imunitas yang dihasilkan dari vaksin dan diperlukan data mengenai efektivitas vaksin, seperti penggunaan dosis tambahan,&quot; lanjutnya.
Sementara itu, Kepala laboratorium di Lembaga Riset Kesehatan Afrika di Afrika Selatan pada Selasa (7/12), dari hasil riset kecil-kecilan menyatakan varian Omicron sebagian mampu menghindari perlindungan dari dua dosis vaksin Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech.</description><content:encoded>JENEWA - Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (8/12), virus corona varian Omicron sudah dilaporkan di 57 negara dan jumlah pasien yang membutuhkan rawat inap kemungkinan akan meningkat seiring penularan virus tersebut.
Melalui laporan mingguan, WHO menuliskan bahwa perlu lebih banyak data untuk mengevaluasi tingkat keparahan penyakit yang disebabkan oleh Omicron dan untuk mengetahui apakah mutasinya akan mengurangi kekebalan yang didapat dari vaksin.
&quot;Bahkan jika tingkat keparahannya setara atau berpotensi lebih rendah daripada varian Delta, diprediksikan pasien rawat inap akan meningkat jika lebih banyak orang yang terinfeksi dan akan ada jeda antara lonjakan insiden kasus dan lonjakan insiden kematian,&quot; terangnya.
Baca juga:&amp;nbsp;WHO Klaim Vaksin yang Ada Masih Melindungi dari Varian Omicron
Pada 26 November lalu, WHO menetapkan Omicron, yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, sebagai varian yang diwaspadai sekaligus menjadi varian kelima.
Laporan kasus Covid-19 di Afrika Selatan naik dua kali lipat dalam sepekan sampai 5 Desember menjadi lebih dari 62.000 kasus. WHO mencatat lonjakan yang &quot;sangat tinggi&quot; terjadi di Eswatini, Zimbabwe, Mozambik, Namibia, dan Lesotho.
Baca juga:&amp;nbsp;WHO Digugat ke Pengadilan Gara-Gara Namai Covid-19 Varian OmicronMerujuk pada risiko infeksi berulang, WHO mengatakan, &quot;Analisis awal menunjukkan bahwa mutasi yang ada pada varian Omicron kemungkinan mengurangi aktivitas penetralan antibodi yang mengakibatkan berkurangnya perlindungan yang diperoleh dari imunitas alami.&quot;
&quot;Perlu data lebih lanjut untuk menilai apakah mutasi yang ada di varian Omicron mampu mengurangi perlindungan imunitas yang dihasilkan dari vaksin dan diperlukan data mengenai efektivitas vaksin, seperti penggunaan dosis tambahan,&quot; lanjutnya.
Sementara itu, Kepala laboratorium di Lembaga Riset Kesehatan Afrika di Afrika Selatan pada Selasa (7/12), dari hasil riset kecil-kecilan menyatakan varian Omicron sebagian mampu menghindari perlindungan dari dua dosis vaksin Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech.</content:encoded></item></channel></rss>
