<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Wapres Maruf Ungkap Langkah-Langkah Pemerintah untuk Tutup Celah Korupsi   </title><description>Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk menutup celah korupsi.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/09/337/2514399/wapres-maruf-ungkap-langkah-langkah-pemerintah-untuk-tutup-celah-korupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/09/337/2514399/wapres-maruf-ungkap-langkah-langkah-pemerintah-untuk-tutup-celah-korupsi"/><item><title> Wapres Maruf Ungkap Langkah-Langkah Pemerintah untuk Tutup Celah Korupsi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/09/337/2514399/wapres-maruf-ungkap-langkah-langkah-pemerintah-untuk-tutup-celah-korupsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/09/337/2514399/wapres-maruf-ungkap-langkah-langkah-pemerintah-untuk-tutup-celah-korupsi</guid><pubDate>Kamis 09 Desember 2021 15:26 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/09/337/2514399/wapres-maruf-ungkap-langkah-langkah-pemerintah-untuk-tutup-celah-korupsi-zwkKhfRU1n.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin (foto: Satwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/09/337/2514399/wapres-maruf-ungkap-langkah-langkah-pemerintah-untuk-tutup-celah-korupsi-zwkKhfRU1n.jpeg</image><title>Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin (foto: Satwapres)</title></images><description>
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk menutup celah korupsi. Diantaranya melaksanakan reformasi birokrasi, perbaikan layanan publik, dan penguatan pengawasan secara lebih transparan dan akuntabel.

&amp;ldquo;Dalam pemberian perizinan, pemerintah melakukan penyederhanaan birokrasi melalui transformasi organisasi, transformasi SDM aparatur, dan transformasi sistem kerja. Baik di tingkat pusat dan daerah,&amp;rdquo; katanya dalam Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2021, Kamis (9/12/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Firli Klaim KPK Selamatkan Uang Negara Rp46,5 Miliar dari Hasil Pencegahan Korupsi
Dia juga mengatakan, bahwa tata kelola manajemen ASN juga harus konsisten menerapkan meritokrasi. Hal ini agar menjadi lebih lebih profesional dan bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Di samping itu, pemerintah juga terus memperluas pemanfaatan teknologi digital.

&amp;ldquo;Misalnya melalui pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) antara lain e-planning dan e-budgeting, e-procurement, e-catalog dan e-payment, serta sistem aplikasi lainnya,&amp;rdquo; tuturnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Jokowi: Pemberantasan Korupsi Tak Boleh Terus-terusan Identik dengan Penangkapan
Pada kesempatan itu, Maruf juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk secara nyata bersatu padu membangun budaya antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.

&amp;ldquo;Guna membangun peradaban dan akhlak baru yang bersih dari semua bentuk korupsi,&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk menutup celah korupsi. Diantaranya melaksanakan reformasi birokrasi, perbaikan layanan publik, dan penguatan pengawasan secara lebih transparan dan akuntabel.

&amp;ldquo;Dalam pemberian perizinan, pemerintah melakukan penyederhanaan birokrasi melalui transformasi organisasi, transformasi SDM aparatur, dan transformasi sistem kerja. Baik di tingkat pusat dan daerah,&amp;rdquo; katanya dalam Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2021, Kamis (9/12/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Firli Klaim KPK Selamatkan Uang Negara Rp46,5 Miliar dari Hasil Pencegahan Korupsi
Dia juga mengatakan, bahwa tata kelola manajemen ASN juga harus konsisten menerapkan meritokrasi. Hal ini agar menjadi lebih lebih profesional dan bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Di samping itu, pemerintah juga terus memperluas pemanfaatan teknologi digital.

&amp;ldquo;Misalnya melalui pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) antara lain e-planning dan e-budgeting, e-procurement, e-catalog dan e-payment, serta sistem aplikasi lainnya,&amp;rdquo; tuturnya.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Jokowi: Pemberantasan Korupsi Tak Boleh Terus-terusan Identik dengan Penangkapan
Pada kesempatan itu, Maruf juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk secara nyata bersatu padu membangun budaya antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.

&amp;ldquo;Guna membangun peradaban dan akhlak baru yang bersih dari semua bentuk korupsi,&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
