<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Makanan Berformalin Ditemukan di Pasar Anyar</title><description>Temuan itu kemudian masih akan diperiksa ulang. S</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/10/338/2515239/waspada-makanan-berformalin-ditemukan-di-pasar-anyar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/10/338/2515239/waspada-makanan-berformalin-ditemukan-di-pasar-anyar"/><item><title>Waspada! Makanan Berformalin Ditemukan di Pasar Anyar</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/10/338/2515239/waspada-makanan-berformalin-ditemukan-di-pasar-anyar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/10/338/2515239/waspada-makanan-berformalin-ditemukan-di-pasar-anyar</guid><pubDate>Jum'at 10 Desember 2021 19:50 WIB</pubDate><dc:creator>Isty Maulidya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/10/338/2515239/waspada-makanan-berformalin-ditemukan-di-pasar-anyar-IykobKFBCc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas menemukan makanan menggandung formalin (Foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/10/338/2515239/waspada-makanan-berformalin-ditemukan-di-pasar-anyar-IykobKFBCc.jpg</image><title>Petugas menemukan makanan menggandung formalin (Foto: istimewa)</title></images><description>TANGERANG - Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang melakukan intensifikasi pengawasan pangan, di Pasar Anyar, Tangerang, Jumat (10/12/12).
Hasilnya ditemukan bahan makanan menggandung formalin dalam ceker ayam dan kepala ayam, perikanan bersih. Sementara di bahan makanan pertanian ditemukan residu pada beberapa sayuran.
Temuan itu kemudian masih akan diperiksa ulang. Selain itu, ditemukan juga bahan boraks pada lontong dan rodamin pada kerupuk pasir.
Kepala DKP, Abduh Surahman mengungkapkan upaya ini sekaligus untuk mengantisipasi potensi bahaya produk pangan tidak memenuhi ketentuan (TMK), yang cenderung meningkat pada hari-hari besar. Sebagai akibat meningkatnya permintaan atau demand dan persediaann atau supply kebutuhan pangan.
&amp;ldquo;Melalui intensifikasi yang dilakukan, tim berhasil mengambil 43 sampel pangan. Mulai dari, ayam, lontong, tahu, daging, manisan, hingga kerupuk-kerupuk. 20 sampel di tes boraks, 4 sampel dites rodamin dan 19 sampel di tes formalin,&amp;rdquo; ungkap Abduh.
Baca juga:&amp;nbsp;Proses Hukum Tak Buat Produsen Mi Berformalin Jera
Abduh menambahkan bahwa pengawasan ini merupakan bentuk pengawasan post-market yang dilakukan untuk melengkapi pengawasan rutin, di samping kegiatan operasi atau pengawasan dengan target khusus. Meski adanya temuan bahan berbahaya pada beberapa jenis pangan, persentase aman pangan di Pasar Anyar diangka 93,02 persen.
Baca juga:&amp;nbsp;Ridwan Kamil Ungkap 3 Strategi Antisipasi Covid-19 saat Nataru&amp;ldquo;Prinsipnya Pemkot Tangerang akan melakukan teguran dan pembinaan. Sebelumnya, kita telah melakukan penindakan pengendalian oleh Kepolisian, dan sidang tipiring dilakukan Satpol PP dengan denda dan pembinaan,&amp;rdquo; jelasnya.
Ia pun meminta, masyarakat harus terus menjalankan protokol kesehatan dan menjadi konsumen cerdas dalam memilih pangan aman.
&amp;ldquo;Mulai dari melakukan cek kemasan, label, izin edar, dan cek kadaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi pangan olahan,&amp;rdquo; imbaunya.
Baca juga:&amp;nbsp;PPKM Level 3 saat Nataru Dibatalkan, Istana: Bentuk Gas dan Rem</description><content:encoded>TANGERANG - Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang melakukan intensifikasi pengawasan pangan, di Pasar Anyar, Tangerang, Jumat (10/12/12).
Hasilnya ditemukan bahan makanan menggandung formalin dalam ceker ayam dan kepala ayam, perikanan bersih. Sementara di bahan makanan pertanian ditemukan residu pada beberapa sayuran.
Temuan itu kemudian masih akan diperiksa ulang. Selain itu, ditemukan juga bahan boraks pada lontong dan rodamin pada kerupuk pasir.
Kepala DKP, Abduh Surahman mengungkapkan upaya ini sekaligus untuk mengantisipasi potensi bahaya produk pangan tidak memenuhi ketentuan (TMK), yang cenderung meningkat pada hari-hari besar. Sebagai akibat meningkatnya permintaan atau demand dan persediaann atau supply kebutuhan pangan.
&amp;ldquo;Melalui intensifikasi yang dilakukan, tim berhasil mengambil 43 sampel pangan. Mulai dari, ayam, lontong, tahu, daging, manisan, hingga kerupuk-kerupuk. 20 sampel di tes boraks, 4 sampel dites rodamin dan 19 sampel di tes formalin,&amp;rdquo; ungkap Abduh.
Baca juga:&amp;nbsp;Proses Hukum Tak Buat Produsen Mi Berformalin Jera
Abduh menambahkan bahwa pengawasan ini merupakan bentuk pengawasan post-market yang dilakukan untuk melengkapi pengawasan rutin, di samping kegiatan operasi atau pengawasan dengan target khusus. Meski adanya temuan bahan berbahaya pada beberapa jenis pangan, persentase aman pangan di Pasar Anyar diangka 93,02 persen.
Baca juga:&amp;nbsp;Ridwan Kamil Ungkap 3 Strategi Antisipasi Covid-19 saat Nataru&amp;ldquo;Prinsipnya Pemkot Tangerang akan melakukan teguran dan pembinaan. Sebelumnya, kita telah melakukan penindakan pengendalian oleh Kepolisian, dan sidang tipiring dilakukan Satpol PP dengan denda dan pembinaan,&amp;rdquo; jelasnya.
Ia pun meminta, masyarakat harus terus menjalankan protokol kesehatan dan menjadi konsumen cerdas dalam memilih pangan aman.
&amp;ldquo;Mulai dari melakukan cek kemasan, label, izin edar, dan cek kadaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi pangan olahan,&amp;rdquo; imbaunya.
Baca juga:&amp;nbsp;PPKM Level 3 saat Nataru Dibatalkan, Istana: Bentuk Gas dan Rem</content:encoded></item></channel></rss>
