<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ritual Seks Kuno Gunung Kemukus Mendunia, Disebut Sudah Terjadi Berabad-abad</title><description>Tujuannya untuk menjalankan laku ritual yang diklaim bikin orang cepat sukses dan kaya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/11/337/2515317/ritual-seks-kuno-gunung-kemukus-mendunia-disebut-sudah-terjadi-berabad-abad</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/11/337/2515317/ritual-seks-kuno-gunung-kemukus-mendunia-disebut-sudah-terjadi-berabad-abad"/><item><title>Ritual Seks Kuno Gunung Kemukus Mendunia, Disebut Sudah Terjadi Berabad-abad</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/11/337/2515317/ritual-seks-kuno-gunung-kemukus-mendunia-disebut-sudah-terjadi-berabad-abad</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/11/337/2515317/ritual-seks-kuno-gunung-kemukus-mendunia-disebut-sudah-terjadi-berabad-abad</guid><pubDate>Sabtu 11 Desember 2021 06:13 WIB</pubDate><dc:creator>krjogja.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/11/337/2515317/ritual-seks-kuno-gunung-kemukus-mendunia-disebut-sudah-terjadi-berabad-abad-lv7lzSMrFj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Situs di Gunung Kemukus (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/11/337/2515317/ritual-seks-kuno-gunung-kemukus-mendunia-disebut-sudah-terjadi-berabad-abad-lv7lzSMrFj.jpg</image><title>Situs di Gunung Kemukus (Foto: Okezone)</title></images><description>RITUAL seks di Gunung Kemukus kian jadi sorotan dunia. Tiap malam Jumat Pon dan Jumat Kliwon, orang-orang berdatangan ke lokasi yang terletak di Desa Pendem, Sumber Lawang, Sragen, Jawa Tengah.

Tujuannya untuk menjalankan laku ritual yang diklaim bikin orang cepat sukses dan kaya.

Mereka yang ikut serta biasanya mengakhiri ritual berhubungan seksual, bukan dengan pasangan sahnya. Tak ayal, banyak yang menjuluki, laku di Gunung Kemukus tak ubahnya ritual mesum.

Baru-baru ini sejumlah media asing kembali memberitakan soal ritual Gunung Kemukus.

Salah satu media, ynaija.com, yang dikutip Senin (28/8/2017), memuat artikel terkait ritual seks di Tanah Air itu bertajuk &quot;Understanding the Paradoxical Pon Festival of Indonesia&quot;.

Laman tersebut menyebutkan bahwa dalam ritual tersebut, para peserta harus bermalam di atas gunung dan melakukan ritual seks dengan orang asing, jika mereka menginginkan keberuntungan pada masa depan. Prosesi itu dilakukan bahkan jika kedua belah pihak telah menikah dengan orang lain.

Tak hanya itu yang menjadi sorotan, ritual seks tersebut ternyata dilakukan lebih dari satu kali. Pelakunya harus berhubungan seksual dengan orang yang sama persis sebanyak tujuh kali, setiap 35 hari sepanjang tahun.

Pasangan tak sah itu harus menyelesaikan siklus tersebut, jika tidak  maka ritual tersebut dianggap tak lengkap. Itu berarti mereka akan  melakukan hubungan seksual dengan orang asing selama beberapa kali untuk  mendapatkan hasil terbaik.

Media tersebut juga mengangkat prosesi ritual yang dimulai dengan  berdoa dan persembahan menggunakan berbagai macam bunga di lokasi makam  Pangeran Samodro &amp;ndash;salah satu putra raja Jawa. Peserta kemudian harus  membasuh dirinya di mata air suci lalu bercinta dengan orang asing.

Website lainnya, Metro.co.uk, mengulas perihal tersebut dalam tulisan  berjudul &quot;Sex around the world: An Indonesian festival of sex with  strangers&quot;.

Media Inggris tersebut menyebutkan bahwa sang penulis, Rosy Edwards,  menilai intrik ritual yang terjadi di Gunung Kemukus soal berhubungan  seks demi keberuntungan sangat menarik untuk diangkat.

Rosy Edwards mengungkap bahwa ritual yang sudah ada selama  berabad-abad itu, mengharuskan pasangan yang baru bertemu untuk  berhubungan seksual di samping candi, di sisi Gunung Kemukus, yang  terletak di sebuah desa dekat Solo, Jawa Tengah.

Menurut Rosy, hal menarik dari tradisi itu bukan hanya lokasi yang  tak biasa untuk ritual seks kuno, melainkan juga pelaku dan budaya dalam  festival tersebut.

Tempat suci yang digunakan untuk ritual seks itu dipercaya sebagai  tempat bersemayamnya Pangeran Samodro dari Abad ke-16 bersama jasad ibu  tirinya, Nyai Ontrowulan.

Rosy juga mengulas ada benturan budaya terjadi dalam ritual seks tersebut.
</description><content:encoded>RITUAL seks di Gunung Kemukus kian jadi sorotan dunia. Tiap malam Jumat Pon dan Jumat Kliwon, orang-orang berdatangan ke lokasi yang terletak di Desa Pendem, Sumber Lawang, Sragen, Jawa Tengah.

Tujuannya untuk menjalankan laku ritual yang diklaim bikin orang cepat sukses dan kaya.

Mereka yang ikut serta biasanya mengakhiri ritual berhubungan seksual, bukan dengan pasangan sahnya. Tak ayal, banyak yang menjuluki, laku di Gunung Kemukus tak ubahnya ritual mesum.

Baru-baru ini sejumlah media asing kembali memberitakan soal ritual Gunung Kemukus.

Salah satu media, ynaija.com, yang dikutip Senin (28/8/2017), memuat artikel terkait ritual seks di Tanah Air itu bertajuk &quot;Understanding the Paradoxical Pon Festival of Indonesia&quot;.

Laman tersebut menyebutkan bahwa dalam ritual tersebut, para peserta harus bermalam di atas gunung dan melakukan ritual seks dengan orang asing, jika mereka menginginkan keberuntungan pada masa depan. Prosesi itu dilakukan bahkan jika kedua belah pihak telah menikah dengan orang lain.

Tak hanya itu yang menjadi sorotan, ritual seks tersebut ternyata dilakukan lebih dari satu kali. Pelakunya harus berhubungan seksual dengan orang yang sama persis sebanyak tujuh kali, setiap 35 hari sepanjang tahun.

Pasangan tak sah itu harus menyelesaikan siklus tersebut, jika tidak  maka ritual tersebut dianggap tak lengkap. Itu berarti mereka akan  melakukan hubungan seksual dengan orang asing selama beberapa kali untuk  mendapatkan hasil terbaik.

Media tersebut juga mengangkat prosesi ritual yang dimulai dengan  berdoa dan persembahan menggunakan berbagai macam bunga di lokasi makam  Pangeran Samodro &amp;ndash;salah satu putra raja Jawa. Peserta kemudian harus  membasuh dirinya di mata air suci lalu bercinta dengan orang asing.

Website lainnya, Metro.co.uk, mengulas perihal tersebut dalam tulisan  berjudul &quot;Sex around the world: An Indonesian festival of sex with  strangers&quot;.

Media Inggris tersebut menyebutkan bahwa sang penulis, Rosy Edwards,  menilai intrik ritual yang terjadi di Gunung Kemukus soal berhubungan  seks demi keberuntungan sangat menarik untuk diangkat.

Rosy Edwards mengungkap bahwa ritual yang sudah ada selama  berabad-abad itu, mengharuskan pasangan yang baru bertemu untuk  berhubungan seksual di samping candi, di sisi Gunung Kemukus, yang  terletak di sebuah desa dekat Solo, Jawa Tengah.

Menurut Rosy, hal menarik dari tradisi itu bukan hanya lokasi yang  tak biasa untuk ritual seks kuno, melainkan juga pelaku dan budaya dalam  festival tersebut.

Tempat suci yang digunakan untuk ritual seks itu dipercaya sebagai  tempat bersemayamnya Pangeran Samodro dari Abad ke-16 bersama jasad ibu  tirinya, Nyai Ontrowulan.

Rosy juga mengulas ada benturan budaya terjadi dalam ritual seks tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
