<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kendala Penanganan Bencana Semeru: Sunggai Berasap hingga Kepadatan Relawan</title><description>Kendalanya antara lain kondisi dasar sungai yang masih berasap menyulitkan proses pencarian oleh Tim SAR gabungan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/11/337/2515327/kendala-penanganan-bencana-semeru-sunggai-berasap-hingga-kepadatan-relawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/11/337/2515327/kendala-penanganan-bencana-semeru-sunggai-berasap-hingga-kepadatan-relawan"/><item><title>Kendala Penanganan Bencana Semeru: Sunggai Berasap hingga Kepadatan Relawan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/11/337/2515327/kendala-penanganan-bencana-semeru-sunggai-berasap-hingga-kepadatan-relawan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/11/337/2515327/kendala-penanganan-bencana-semeru-sunggai-berasap-hingga-kepadatan-relawan</guid><pubDate>Sabtu 11 Desember 2021 07:20 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/11/337/2515327/kendala-penanganan-bencana-semeru-sunggai-berasap-hingga-kepadatan-relawan-urWeqNOm8V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Evakuasi Korban Gunung Semeru (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/11/337/2515327/kendala-penanganan-bencana-semeru-sunggai-berasap-hingga-kepadatan-relawan-urWeqNOm8V.jpg</image><title>Evakuasi Korban Gunung Semeru (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru, Kolonel Inf Irwan Subekti mengungkapkan bahwa ada beberapa kendala saat ini terkait proses evakuasi korban.

Kendalanya antara lain kondisi dasar sungai yang masih berasap menyulitkan proses pencarian oleh Tim SAR gabungan.

&quot;Kondisi dasar sungai yang saat ini pasirnya masih berasap artinya masih panas sampai dengan saat ini sehingga proses pencarian oleh tim SAR maupun oleh alat berat pun masih sangat terbatas walaupun ada indikasi informasi yang perlu kita dalami di titik-titik tertentu yang harus kita laksanakan pencarian,&quot; ujar Irwan dalam jumpa pers secara daring, Jumat (10/12/2021).

Danrem 083/Baladhika Jaya ini juga mengungkapkan kendala lainnya yakni banyaknya relawan yang menuju ke lokasi bencana menjadi penghambat lalu lintas pencarian dan juga pengiriman bantuan oleh Tim SAR.

&quot;Banyaknya relawan ataupun masyarakat yang peduli terhadap kita, justru ini akan menghambat proses lalu lintas yang ada di daerah bencana ini kami mohon kepada masyarakat semuanya mohon kiranya memberikan bantuan saya kira cukup beberapa kendaraan saja tidak berbondong-bondong ke tempat bencana,&quot; jelasnya.

Kendala lainnya, kata Irwan, yakni adanya berita atau informasi bohong yang dibagikan kepada para pengungsi. Hal tersebut membuat resah masyarakat yang saat ini masih mengungsi.

&quot;Satu lagi yang menghambat kita adalah adanya banyaknya hoaks,  misalnya hari ini adanya hoaks tentang adanya penjarahan dan sebagainya  ini akan menggangu informasi di masyarakat dan buat resah ini masih ada  juga timbul di masyarakat,&quot; ungkapnya.

Selain itu, lanjut Irwan, pihaknya juga masih mendata para pengungsi  mandiri yang menumpang di rumah kerabat ataupun yang mengungsi ke luar  kota di tempat saudaranya.

&quot;Pengungsi saat ini masih banyak yang mandiri artinya masih banyak  numpang di saudaranya di tempat-tempat yang lain sehingga kalau kita  dengar sampai dengan saat ini mengungsi sampai di Blitar sampai di Bali  ini nanti akan menjadi atensi bagi kita untuk mendetilkan kembali  mengecek kembali itu sejauh mana rekan-rekan kita saudara-saudara kita  yang sampai ke Blitar maupun ke Bali,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru, Kolonel Inf Irwan Subekti mengungkapkan bahwa ada beberapa kendala saat ini terkait proses evakuasi korban.

Kendalanya antara lain kondisi dasar sungai yang masih berasap menyulitkan proses pencarian oleh Tim SAR gabungan.

&quot;Kondisi dasar sungai yang saat ini pasirnya masih berasap artinya masih panas sampai dengan saat ini sehingga proses pencarian oleh tim SAR maupun oleh alat berat pun masih sangat terbatas walaupun ada indikasi informasi yang perlu kita dalami di titik-titik tertentu yang harus kita laksanakan pencarian,&quot; ujar Irwan dalam jumpa pers secara daring, Jumat (10/12/2021).

Danrem 083/Baladhika Jaya ini juga mengungkapkan kendala lainnya yakni banyaknya relawan yang menuju ke lokasi bencana menjadi penghambat lalu lintas pencarian dan juga pengiriman bantuan oleh Tim SAR.

&quot;Banyaknya relawan ataupun masyarakat yang peduli terhadap kita, justru ini akan menghambat proses lalu lintas yang ada di daerah bencana ini kami mohon kepada masyarakat semuanya mohon kiranya memberikan bantuan saya kira cukup beberapa kendaraan saja tidak berbondong-bondong ke tempat bencana,&quot; jelasnya.

Kendala lainnya, kata Irwan, yakni adanya berita atau informasi bohong yang dibagikan kepada para pengungsi. Hal tersebut membuat resah masyarakat yang saat ini masih mengungsi.

&quot;Satu lagi yang menghambat kita adalah adanya banyaknya hoaks,  misalnya hari ini adanya hoaks tentang adanya penjarahan dan sebagainya  ini akan menggangu informasi di masyarakat dan buat resah ini masih ada  juga timbul di masyarakat,&quot; ungkapnya.

Selain itu, lanjut Irwan, pihaknya juga masih mendata para pengungsi  mandiri yang menumpang di rumah kerabat ataupun yang mengungsi ke luar  kota di tempat saudaranya.

&quot;Pengungsi saat ini masih banyak yang mandiri artinya masih banyak  numpang di saudaranya di tempat-tempat yang lain sehingga kalau kita  dengar sampai dengan saat ini mengungsi sampai di Blitar sampai di Bali  ini nanti akan menjadi atensi bagi kita untuk mendetilkan kembali  mengecek kembali itu sejauh mana rekan-rekan kita saudara-saudara kita  yang sampai ke Blitar maupun ke Bali,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
