<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duh! Toilet SPBU di Kawasan Puncak Kembali Pungut Tarif ke Konsumen</title><description>Toilet di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Puncak, Kabupaten Bogor ternyata masih memungut tarif kepada konsumen.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/11/338/2515395/duh-toilet-spbu-di-kawasan-puncak-kembali-pungut-tarif-ke-konsumen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/11/338/2515395/duh-toilet-spbu-di-kawasan-puncak-kembali-pungut-tarif-ke-konsumen"/><item><title>Duh! Toilet SPBU di Kawasan Puncak Kembali Pungut Tarif ke Konsumen</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/11/338/2515395/duh-toilet-spbu-di-kawasan-puncak-kembali-pungut-tarif-ke-konsumen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/11/338/2515395/duh-toilet-spbu-di-kawasan-puncak-kembali-pungut-tarif-ke-konsumen</guid><pubDate>Sabtu 11 Desember 2021 12:36 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/11/338/2515395/duh-toilet-spbu-di-kawasan-puncak-masih-pungut-tarif-ke-konsumen-ur48K9OtJ1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Toilet SPBU di kawasan Puncak masih pungut tarif (Foto: Putra R)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/11/338/2515395/duh-toilet-spbu-di-kawasan-puncak-masih-pungut-tarif-ke-konsumen-ur48K9OtJ1.jpg</image><title>Toilet SPBU di kawasan Puncak masih pungut tarif (Foto: Putra R)</title></images><description>BOGOR - Toilet di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Puncak, Kabupaten Bogor ternyata masih memungut tarif kepada konsumen. Salah satunya di SPBU 34-16711 di Jalan Raya Ciawi-Gadog, Kabupaten Bogor.
Konsumen membayar Rp2.000 kepada penjaga toilet meski bersifat sukarela. Padahal, Menteri BUMN Erick Thohir telah meminta untuk menggratiskan fasilitas toilet di SPBU karena merupakan salah satu bagian pelayanan dari SPBU kepada konsumen.
&quot;Memang sempat gratis tapi karena gak ada biaya perawatan toilet maka ditarik lagi bayaran dari pengguna toilet. Tapi sifatnya sukarela,&quot; kata penjaga toilet SPBU 34-16711 yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, Sabtu (11/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Viral! SPBU Pertamina di Cibinong Diretas &quot;YNTKTS&quot;
Sementara itu, salah satu konsumen asal Jakarta Wahyu (60) menyayangkan masih ada SPBU yang memungut tarif toilet. Seharusnya, mengikuti arahan yang dikeluarkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.
&quot;Bayar, semua dikenain Rp2.000. Seharusnya menurut Menteri BUMN di TV gratis, tapi ternyata bayar. Ada yang jaga di depan ada kotak duduk di kursi, uang dari konsumen dikumpulin dia pegang,&quot; ucap Wahyu.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU 34-16706 di Jalan Raya Puncak. Di SPBU ini terlihat pria berbaju hijau di depan pintu toilet yang menerima uang konsumen walaupun terdapat stiker bertuliskan 'Toilet Gratis'.
&quot;Bayar gak?,&quot; kata salah satu konsumen
&quot;Masukin aja ke kotak pak,&quot; sahut penjaga toilet.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Warga Tulungagung Tewas di SPBU Toilet, Begini KronologinyaPria penjaga toilet yang enggan disebutkan namanya itu mengaku uang dari konsumen untuk kebersihan. Sifatnya pun sukarela tidak ada unsur pemaksaan atau kewajiban konsumen membayar.
&quot;Saya bersih-bersih di sini. Ada yang ngasih (uang) kalau tidak ya gak apa-apa,&quot; cetus penjaga toilet SPBU 34-16706, ketika berbincang dengan MNC Portal.
Berbeda dengan dua tempat tersebut, SPBU 34-16701 yang juga masih berada di Jalan Raya Puncak tak ada penjaga toilet. Konsumen yang datang bebas keluar masuk tanpa ada pungutan atau penjagaan.</description><content:encoded>BOGOR - Toilet di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Puncak, Kabupaten Bogor ternyata masih memungut tarif kepada konsumen. Salah satunya di SPBU 34-16711 di Jalan Raya Ciawi-Gadog, Kabupaten Bogor.
Konsumen membayar Rp2.000 kepada penjaga toilet meski bersifat sukarela. Padahal, Menteri BUMN Erick Thohir telah meminta untuk menggratiskan fasilitas toilet di SPBU karena merupakan salah satu bagian pelayanan dari SPBU kepada konsumen.
&quot;Memang sempat gratis tapi karena gak ada biaya perawatan toilet maka ditarik lagi bayaran dari pengguna toilet. Tapi sifatnya sukarela,&quot; kata penjaga toilet SPBU 34-16711 yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, Sabtu (11/12/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Viral! SPBU Pertamina di Cibinong Diretas &quot;YNTKTS&quot;
Sementara itu, salah satu konsumen asal Jakarta Wahyu (60) menyayangkan masih ada SPBU yang memungut tarif toilet. Seharusnya, mengikuti arahan yang dikeluarkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.
&quot;Bayar, semua dikenain Rp2.000. Seharusnya menurut Menteri BUMN di TV gratis, tapi ternyata bayar. Ada yang jaga di depan ada kotak duduk di kursi, uang dari konsumen dikumpulin dia pegang,&quot; ucap Wahyu.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU 34-16706 di Jalan Raya Puncak. Di SPBU ini terlihat pria berbaju hijau di depan pintu toilet yang menerima uang konsumen walaupun terdapat stiker bertuliskan 'Toilet Gratis'.
&quot;Bayar gak?,&quot; kata salah satu konsumen
&quot;Masukin aja ke kotak pak,&quot; sahut penjaga toilet.
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Warga Tulungagung Tewas di SPBU Toilet, Begini KronologinyaPria penjaga toilet yang enggan disebutkan namanya itu mengaku uang dari konsumen untuk kebersihan. Sifatnya pun sukarela tidak ada unsur pemaksaan atau kewajiban konsumen membayar.
&quot;Saya bersih-bersih di sini. Ada yang ngasih (uang) kalau tidak ya gak apa-apa,&quot; cetus penjaga toilet SPBU 34-16706, ketika berbincang dengan MNC Portal.
Berbeda dengan dua tempat tersebut, SPBU 34-16701 yang juga masih berada di Jalan Raya Puncak tak ada penjaga toilet. Konsumen yang datang bebas keluar masuk tanpa ada pungutan atau penjagaan.</content:encoded></item></channel></rss>
