<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menlu RI Minta Negara Maju Atasi Kesenjangan Vaksin Covid-19</title><description>Dia meminta negara-negara maju untuk mengatasi kesenjangan vaksin tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/13/18/2516153/menlu-ri-minta-negara-maju-atasi-kesenjangan-vaksin-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/13/18/2516153/menlu-ri-minta-negara-maju-atasi-kesenjangan-vaksin-covid-19"/><item><title>Menlu RI Minta Negara Maju Atasi Kesenjangan Vaksin Covid-19</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/13/18/2516153/menlu-ri-minta-negara-maju-atasi-kesenjangan-vaksin-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/13/18/2516153/menlu-ri-minta-negara-maju-atasi-kesenjangan-vaksin-covid-19</guid><pubDate>Senin 13 Desember 2021 11:53 WIB</pubDate><dc:creator>Dominique Hilvy Febiani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/13/18/2516153/menlu-ri-minta-negara-maju-atasi-kesenjangan-vaksin-covid-19-LVT2CjW40X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menlu RI Retno Marsudi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/13/18/2516153/menlu-ri-minta-negara-maju-atasi-kesenjangan-vaksin-covid-19-LVT2CjW40X.jpg</image><title>Menlu RI Retno Marsudi (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi menilai masih adanya kesenjangan vaksinasi yang lebar antara negara maju dan negara berkembang. Dia pun meminta negara-negara maju untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Hal ini diungkapkan Retno saat menghadiri pertemuan ASEAN-G7 Foreign and Development Ministers Meeting yang diselenggarakan secara hybrid. Acara ini mengusung tema pemulihan ekonomi yang resilient, sustainable, and inclusive.

&amp;nbsp;Terdapat beberapa sesi dalam pertemuan tersebut, salah satunya tentang Vaccines and Global Health Security. Dalam kesempatan itu, Retno menyampaikan diskusi yang ia pimpin saat pertemuan COVAX AMC-EG minggu lalu.


Baca juga:&amp;nbsp;ASEAN-G7, Menlu Retno Singgung Kesetaraan Akses Vaksin dan Infrastruktur Kesehatan

&amp;ldquo;Persoalan tersebut harus diatasi dan G7 dapat memainkan peran penting untuk mempersempit kesenjangan tersebut,&amp;rdquo; ujarnya.



Ia menyampaikan terdapat tiga penyebab vaksinasi global yang masih jauh dari target.
Baca juga:&amp;nbsp;Menlu RI Tampil Gaya dengan Sepatu Beda Warna, Tuai Pujian Warganet
&amp;ldquo;Kelangkaan suplai karena ketidaksetaraan akses produksi dan distribusi vaksin, kurangnya kapasitas penyerapan negara-negara penerima, dan masa kadaluwarsa vaksin yang singkat,&amp;rdquo; kata Retno dalam Press Briefing pertemuan G7 (13/12/2021).


Retno juga menyoroti pencapaian vaksinasi global yang masih jauh dari target.



&amp;ldquo;Negara-negara AMC baru menerima 505 juta dosis atau 53% dari target 2021 sebesar 950 juta dosis,&amp;rdquo; ucapnya.







Ia juga menyampaikan bahwa COVAX AMC telah berhasil melampaui target dana pada 2021.



&amp;ldquo;COVAX AMC mengumpulkan dana sebesar USD 10,9 miliar atau 17% lebih banyak dibanding target 2021 sebesar 9,3 miliar USD,&amp;rdquo; ujarnya.







Pertemuan ASEAN-G7 ini merupakan inisiatif Inggris selaku Chair G7. Selain ASEAN, Inggris juga mengundang Australia, India, Afrika Selatan, Korea Selatan, African Union dan UE sebagai tamu dalam pertemuan.







</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi menilai masih adanya kesenjangan vaksinasi yang lebar antara negara maju dan negara berkembang. Dia pun meminta negara-negara maju untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Hal ini diungkapkan Retno saat menghadiri pertemuan ASEAN-G7 Foreign and Development Ministers Meeting yang diselenggarakan secara hybrid. Acara ini mengusung tema pemulihan ekonomi yang resilient, sustainable, and inclusive.

&amp;nbsp;Terdapat beberapa sesi dalam pertemuan tersebut, salah satunya tentang Vaccines and Global Health Security. Dalam kesempatan itu, Retno menyampaikan diskusi yang ia pimpin saat pertemuan COVAX AMC-EG minggu lalu.


Baca juga:&amp;nbsp;ASEAN-G7, Menlu Retno Singgung Kesetaraan Akses Vaksin dan Infrastruktur Kesehatan

&amp;ldquo;Persoalan tersebut harus diatasi dan G7 dapat memainkan peran penting untuk mempersempit kesenjangan tersebut,&amp;rdquo; ujarnya.



Ia menyampaikan terdapat tiga penyebab vaksinasi global yang masih jauh dari target.
Baca juga:&amp;nbsp;Menlu RI Tampil Gaya dengan Sepatu Beda Warna, Tuai Pujian Warganet
&amp;ldquo;Kelangkaan suplai karena ketidaksetaraan akses produksi dan distribusi vaksin, kurangnya kapasitas penyerapan negara-negara penerima, dan masa kadaluwarsa vaksin yang singkat,&amp;rdquo; kata Retno dalam Press Briefing pertemuan G7 (13/12/2021).


Retno juga menyoroti pencapaian vaksinasi global yang masih jauh dari target.



&amp;ldquo;Negara-negara AMC baru menerima 505 juta dosis atau 53% dari target 2021 sebesar 950 juta dosis,&amp;rdquo; ucapnya.







Ia juga menyampaikan bahwa COVAX AMC telah berhasil melampaui target dana pada 2021.



&amp;ldquo;COVAX AMC mengumpulkan dana sebesar USD 10,9 miliar atau 17% lebih banyak dibanding target 2021 sebesar 9,3 miliar USD,&amp;rdquo; ujarnya.







Pertemuan ASEAN-G7 ini merupakan inisiatif Inggris selaku Chair G7. Selain ASEAN, Inggris juga mengundang Australia, India, Afrika Selatan, Korea Selatan, African Union dan UE sebagai tamu dalam pertemuan.







</content:encoded></item></channel></rss>
