<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ahli Vulkanologi Soroti Kurangnya Literasi soal Gunung Api</title><description>Ahli Geologi dan Vulkanologi, Surono, menilai literasi masyarakat masih kurang perihal gunung api.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/13/337/2516115/ahli-vulkanologi-soroti-kurangnya-literasi-soal-gunung-api</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/13/337/2516115/ahli-vulkanologi-soroti-kurangnya-literasi-soal-gunung-api"/><item><title>Ahli Vulkanologi Soroti Kurangnya Literasi soal Gunung Api</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/13/337/2516115/ahli-vulkanologi-soroti-kurangnya-literasi-soal-gunung-api</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/13/337/2516115/ahli-vulkanologi-soroti-kurangnya-literasi-soal-gunung-api</guid><pubDate>Senin 13 Desember 2021 11:08 WIB</pubDate><dc:creator>Lutfia Dwi Kurniasih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/13/337/2516115/ahli-vulkanologi-soroti-kurangnya-literasi-soal-gunung-api-8sG1IymUL6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kondisi Gunung Semeru usai awan panas guguran. (BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/13/337/2516115/ahli-vulkanologi-soroti-kurangnya-literasi-soal-gunung-api-8sG1IymUL6.jpg</image><title>Kondisi Gunung Semeru usai awan panas guguran. (BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Ahli Geologi dan Vulkanologi, Surono, menilai literasi masyarakat masih kurang perihal gunung api. Padahal, di Indonesia sendiri tersebar banyak gunung api.

Ia menyebut, sejauh ini penyampaian informasi mengenai gunung api disampaikan lewat audio dan visual.

&quot;Karena literasi itu jelek, kalau ga lewat nyanyian ya visual, menandakan ini loh kita memiliki banyak gunung api,&quot; katanya dalam Special Dialogue, Minggu (12/12/2021).

Karena itu, setiap terjadi letusan gunung api, ia bingung banyak pihak mencari kambing hitam.

tetapi setiap kejadian gunung api, kita ribut hanya mencari siapa yang bisa kita salahkan, heran saya,&quot; tuturnya.

Surono menjelaskan, banyak orang tidak pernah mau belajar tentang pengetahuan empiris yang ada di sekitar.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8xMy8xLzE0Mjc0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Kita tidak pernah belajar apa yang ada di sekitar kita, sedangkan ilmu pengetahuan dan teknologi banyak sekali yang diciptakan dari rumus-rumus alam, empiris alam, yang ada di sekitar kita,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Ahli Vulkanologi Ungkap Cara Antisipasi Erupsi Gunung Semeru dan Gunung Berapi Lainnya

Ia menjelaskan, banyak sekali empiris alam yang menjadi hukum-hukum ilmu pengetahuan alam, tetapi tidak sebaliknya hukum-hukum ilmu pengetahuan menjadi empiris alam.

&quot;Sehingga kita abai itu bahwa waktu kita bertempat tinggal kita tidak pernah mengenal lingkungan, positif negatifnya,&quot; ucapnya.

Ia menyoroti soal potensi bencana di Indonesia berupa gempa, gunung api, maupun tsunami.

&quot;kita melihat Indonesia itu hanya gempa bumi, gunung api dan tsunami, kita tidak bisa melihat jebakan minyak dan gas bumi,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ahli Geologi dan Vulkanologi, Surono, menilai literasi masyarakat masih kurang perihal gunung api. Padahal, di Indonesia sendiri tersebar banyak gunung api.

Ia menyebut, sejauh ini penyampaian informasi mengenai gunung api disampaikan lewat audio dan visual.

&quot;Karena literasi itu jelek, kalau ga lewat nyanyian ya visual, menandakan ini loh kita memiliki banyak gunung api,&quot; katanya dalam Special Dialogue, Minggu (12/12/2021).

Karena itu, setiap terjadi letusan gunung api, ia bingung banyak pihak mencari kambing hitam.

tetapi setiap kejadian gunung api, kita ribut hanya mencari siapa yang bisa kita salahkan, heran saya,&quot; tuturnya.

Surono menjelaskan, banyak orang tidak pernah mau belajar tentang pengetahuan empiris yang ada di sekitar.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8xMy8xLzE0Mjc0OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Kita tidak pernah belajar apa yang ada di sekitar kita, sedangkan ilmu pengetahuan dan teknologi banyak sekali yang diciptakan dari rumus-rumus alam, empiris alam, yang ada di sekitar kita,&quot; ujarnya.

Baca Juga : Ahli Vulkanologi Ungkap Cara Antisipasi Erupsi Gunung Semeru dan Gunung Berapi Lainnya

Ia menjelaskan, banyak sekali empiris alam yang menjadi hukum-hukum ilmu pengetahuan alam, tetapi tidak sebaliknya hukum-hukum ilmu pengetahuan menjadi empiris alam.

&quot;Sehingga kita abai itu bahwa waktu kita bertempat tinggal kita tidak pernah mengenal lingkungan, positif negatifnya,&quot; ucapnya.

Ia menyoroti soal potensi bencana di Indonesia berupa gempa, gunung api, maupun tsunami.

&quot;kita melihat Indonesia itu hanya gempa bumi, gunung api dan tsunami, kita tidak bisa melihat jebakan minyak dan gas bumi,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
