<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Lokasi Emas Kerajaan Majapahit Banyak Ditemukan, Kolam Segaran Dewa Trowulan</title><description>Semua perkakas dari emas, mulai piring, sendok, hingga nampan dibuang ke Kolam Segaran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/14/337/2516456/ini-lokasi-emas-kerajaan-majapahit-banyak-ditemukan-kolam-segaran-dewa-trowulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/14/337/2516456/ini-lokasi-emas-kerajaan-majapahit-banyak-ditemukan-kolam-segaran-dewa-trowulan"/><item><title>Ini Lokasi Emas Kerajaan Majapahit Banyak Ditemukan, Kolam Segaran Dewa Trowulan</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/14/337/2516456/ini-lokasi-emas-kerajaan-majapahit-banyak-ditemukan-kolam-segaran-dewa-trowulan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/14/337/2516456/ini-lokasi-emas-kerajaan-majapahit-banyak-ditemukan-kolam-segaran-dewa-trowulan</guid><pubDate>Selasa 14 Desember 2021 06:02 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/13/337/2516456/ini-lokasi-emas-kerajaan-majapahit-banyak-ditemukan-kolam-segaran-dewa-trowulan-dGL9iAmQ2q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kolam Segaran (Foto: IG agustinusambar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/13/337/2516456/ini-lokasi-emas-kerajaan-majapahit-banyak-ditemukan-kolam-segaran-dewa-trowulan-dGL9iAmQ2q.jpg</image><title>Kolam Segaran (Foto: IG agustinusambar)</title></images><description>KONON menurut cerita rakyat dan berita Cina, Kolam Segaran yang terletak di Dusun Unggahan, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menyimpan banyak emas.
Kolam tersebut dulunya digunakan untuk rekreasi dan menjamu tamu dari luar negeri. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mengadakan pesta besar karena kedatangan duta dari Cina, angkatan perang negeri Tartar.
Mereka saat itu disuguhkan hidangan dengan perkakas dari emas. Para tamu pun merasa puas dan menilai Majapahir negara besar yang patut dihormati.
Baca Juga:&amp;nbsp;Majapahit dan Hayam Wuruk Jadi Nama Jalan di Bandung, Wujud Terkikisnya Rasa Dendam
Usai pesta dan sebelum tamu pulang. Semua perkakas dari emas, mulai piring, sendok, hingga nampan dibuang ke Kolam Segaran.
Adapun orang yang pertama kali menemukan kolam adalah Ir. Henry Maclaine Pont pada 1926. Ia mengajak Adipati Mojokerto dan warga setempat untuk melakukan konservasi pusaka kecil-kecilan di Trowulan.
Henry menemukan situs terpendam dan banyak artefak. Sebagian besar berbalut emas, namun saat pendudukan Jepang , Henry ditangkap dan terjadi eksploitasi besar-besaran.
Hampir setiap hari di desa Kemasan ditemukan emas. Bahkan, banyaknya emas di dalam tanah menjadi latarbelakang nama desa ini.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gajah Mada Jadi Dalang Pembunuhan Raja Majapahit?Hingga muncul para pemburu harta karun selain warga setempat yang ikut memburu emas. Kegiatan ini terus berlangsung hingga 1965.
Pada 1966, kolam Segaran dipugar, namun kegiatannya hanya berlangsung setahun, pemugaran yang lebih terencana dan terarah baru dilakukan tahun 1974 dan selesai tahun 1984. Saat pemugaran pertama dtemukan bandul jaring, kail pancing dari emas, dan sebuah piring berbahan emas.
Penemuan itu ditulis di dinding Museum Trowulan. Posisinya di sebelah kanan batu Surya Majapahit.
Sementara budayawan Trowulan, Joko Umbaran, Dukuh Segaran mengungkapkan, dulu merupakan pawon sewu (dapur umum) untuk memasak ransum buat para ksatria laut dan ksatria Bhayangkara .&amp;nbsp;
Ada sebagian masyarakat beranggapan perabot makan yang dibuang ke kolam akan diambil kembali untuk dicuci, setelah para tamu asing itu meninggalkan acara perjamuan. Ada pula yang beranggapan, perabotan yang dibuang ke kolam itu tak pernah diambil lagi.
Harta karun yang ditemukan di seputar Trowulan selain berupa uang keping emas, peralatan rumah tangga kerajaan juga patung-patung dan candi-candi. Di Museum Gajah Jakarta, di Muteran Treasure Majapahit di lantai 4, dipajang emas berbentuk uang koin dan mahkota kerajaan.</description><content:encoded>KONON menurut cerita rakyat dan berita Cina, Kolam Segaran yang terletak di Dusun Unggahan, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menyimpan banyak emas.
Kolam tersebut dulunya digunakan untuk rekreasi dan menjamu tamu dari luar negeri. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mengadakan pesta besar karena kedatangan duta dari Cina, angkatan perang negeri Tartar.
Mereka saat itu disuguhkan hidangan dengan perkakas dari emas. Para tamu pun merasa puas dan menilai Majapahir negara besar yang patut dihormati.
Baca Juga:&amp;nbsp;Majapahit dan Hayam Wuruk Jadi Nama Jalan di Bandung, Wujud Terkikisnya Rasa Dendam
Usai pesta dan sebelum tamu pulang. Semua perkakas dari emas, mulai piring, sendok, hingga nampan dibuang ke Kolam Segaran.
Adapun orang yang pertama kali menemukan kolam adalah Ir. Henry Maclaine Pont pada 1926. Ia mengajak Adipati Mojokerto dan warga setempat untuk melakukan konservasi pusaka kecil-kecilan di Trowulan.
Henry menemukan situs terpendam dan banyak artefak. Sebagian besar berbalut emas, namun saat pendudukan Jepang , Henry ditangkap dan terjadi eksploitasi besar-besaran.
Hampir setiap hari di desa Kemasan ditemukan emas. Bahkan, banyaknya emas di dalam tanah menjadi latarbelakang nama desa ini.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gajah Mada Jadi Dalang Pembunuhan Raja Majapahit?Hingga muncul para pemburu harta karun selain warga setempat yang ikut memburu emas. Kegiatan ini terus berlangsung hingga 1965.
Pada 1966, kolam Segaran dipugar, namun kegiatannya hanya berlangsung setahun, pemugaran yang lebih terencana dan terarah baru dilakukan tahun 1974 dan selesai tahun 1984. Saat pemugaran pertama dtemukan bandul jaring, kail pancing dari emas, dan sebuah piring berbahan emas.
Penemuan itu ditulis di dinding Museum Trowulan. Posisinya di sebelah kanan batu Surya Majapahit.
Sementara budayawan Trowulan, Joko Umbaran, Dukuh Segaran mengungkapkan, dulu merupakan pawon sewu (dapur umum) untuk memasak ransum buat para ksatria laut dan ksatria Bhayangkara .&amp;nbsp;
Ada sebagian masyarakat beranggapan perabot makan yang dibuang ke kolam akan diambil kembali untuk dicuci, setelah para tamu asing itu meninggalkan acara perjamuan. Ada pula yang beranggapan, perabotan yang dibuang ke kolam itu tak pernah diambil lagi.
Harta karun yang ditemukan di seputar Trowulan selain berupa uang keping emas, peralatan rumah tangga kerajaan juga patung-patung dan candi-candi. Di Museum Gajah Jakarta, di Muteran Treasure Majapahit di lantai 4, dipajang emas berbentuk uang koin dan mahkota kerajaan.</content:encoded></item></channel></rss>
