<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Imbauan BMKG jika Terjadi Gempa Susulan M7,4 di NTT   </title><description>Dwikorita Karnawati memastikan peringatan dini tsunami pasca gempa magnitudo (M) 7,5 di NTT telah berakhir.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/14/337/2516785/imbauan-bmkg-jika-terjadi-gempa-susulan-m7-4-di-ntt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/14/337/2516785/imbauan-bmkg-jika-terjadi-gempa-susulan-m7-4-di-ntt"/><item><title> Imbauan BMKG jika Terjadi Gempa Susulan M7,4 di NTT   </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/14/337/2516785/imbauan-bmkg-jika-terjadi-gempa-susulan-m7-4-di-ntt</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/14/337/2516785/imbauan-bmkg-jika-terjadi-gempa-susulan-m7-4-di-ntt</guid><pubDate>Selasa 14 Desember 2021 13:35 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/14/337/2516785/imbauan-bmkg-jika-terjadi-gempa-susulan-m7-4-di-ntt-GD0v23Q2qm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa M7,5 NTT (foto: tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/14/337/2516785/imbauan-bmkg-jika-terjadi-gempa-susulan-m7-4-di-ntt-GD0v23Q2qm.jpg</image><title>Gempa M7,5 NTT (foto: tangkapan layar)</title></images><description>
JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati memastikan peringatan dini tsunami pasca gempa magnitudo (M) 7,5 di NTT telah berakhir. Namun, Dwikorita meminta agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

&amp;ldquo;Jadi tadi sudah kami bacakan diakhiri artinya masyarakat bisa kembali ke tempat masing-masing. Namun dengan tetap waspada, terutama apa? Adanya gempa gempa susulan,&amp;rdquo; tegasnya saat Konferensi Pers secara virtual, Selasa (14/12/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Gempa M7,5 di NTT, BMKG: Akibat Adanya Patahan Aktif di Laut Flores
Caranya waspada bagaimana? &amp;ldquo;Kembali ke rumah masing-masing dengan melihat apakah rumah itu masih layak huni, tidak rusak parah, masih bisa dihuni itu jadi itu maksudnya demikian, mereka bisa kembali ke rumah masing-masing, beraktivitas di situ,&amp;rdquo; kata Dwikorita.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Gempa NTT Magnitudo 7,5, Rumah Sakit di Palu Bergoyang dan Pasien Kocar Kacir
Dwikorita pun menghimbau waspada jika terjadi gempa dengan goyangan kuat selama lebih dari 10 hitungan untuk segera meninggalkan tempat tinggal dan menuju ke tempat yang tinggi. Pasalnya, itu bisa menjadi gempa baru ataupun gempa susulan yang berpotensi tsunami.

&amp;ldquo;Tetapi, apabila kemudian ada goyangan yang kuat, yang dalam selama katakan lebih dari 10 hitungan. Jadi ada ayunan, kita terayun oleh tanah tempat berpijak, kita hitung sampai 10 hitungan lebih, segera saja meninggalkan tempat itu menuju ke tempat yang lebih tinggi karena goyangan ayunan itu merupakan bisa gempa susulan, bisa gempa yang baru. Dan menjadikan peringatan dini yang bisa memicu terjadinya tsunami. Jadi demikian kembali ke tempat masing-masing dengan tetap waspada,&amp;rdquo; jelas Dwikorita.</description><content:encoded>
JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati memastikan peringatan dini tsunami pasca gempa magnitudo (M) 7,5 di NTT telah berakhir. Namun, Dwikorita meminta agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

&amp;ldquo;Jadi tadi sudah kami bacakan diakhiri artinya masyarakat bisa kembali ke tempat masing-masing. Namun dengan tetap waspada, terutama apa? Adanya gempa gempa susulan,&amp;rdquo; tegasnya saat Konferensi Pers secara virtual, Selasa (14/12/2021).
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Gempa M7,5 di NTT, BMKG: Akibat Adanya Patahan Aktif di Laut Flores
Caranya waspada bagaimana? &amp;ldquo;Kembali ke rumah masing-masing dengan melihat apakah rumah itu masih layak huni, tidak rusak parah, masih bisa dihuni itu jadi itu maksudnya demikian, mereka bisa kembali ke rumah masing-masing, beraktivitas di situ,&amp;rdquo; kata Dwikorita.
Baca juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp;Gempa NTT Magnitudo 7,5, Rumah Sakit di Palu Bergoyang dan Pasien Kocar Kacir
Dwikorita pun menghimbau waspada jika terjadi gempa dengan goyangan kuat selama lebih dari 10 hitungan untuk segera meninggalkan tempat tinggal dan menuju ke tempat yang tinggi. Pasalnya, itu bisa menjadi gempa baru ataupun gempa susulan yang berpotensi tsunami.

&amp;ldquo;Tetapi, apabila kemudian ada goyangan yang kuat, yang dalam selama katakan lebih dari 10 hitungan. Jadi ada ayunan, kita terayun oleh tanah tempat berpijak, kita hitung sampai 10 hitungan lebih, segera saja meninggalkan tempat itu menuju ke tempat yang lebih tinggi karena goyangan ayunan itu merupakan bisa gempa susulan, bisa gempa yang baru. Dan menjadikan peringatan dini yang bisa memicu terjadinya tsunami. Jadi demikian kembali ke tempat masing-masing dengan tetap waspada,&amp;rdquo; jelas Dwikorita.</content:encoded></item></channel></rss>
