<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkes Beberkan Alasan Tren Vaksinasi Covid-19 Menurun Selama 6 Minggu</title><description>Menkes Budi Gunadi membeberkan penyebab tren vaksinasi Covid-19 menurun dalam 6 minggu terakhir.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/14/337/2516924/menkes-beberkan-alasan-tren-vaksinasi-covid-19-menurun-selama-6-minggu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/14/337/2516924/menkes-beberkan-alasan-tren-vaksinasi-covid-19-menurun-selama-6-minggu"/><item><title>Menkes Beberkan Alasan Tren Vaksinasi Covid-19 Menurun Selama 6 Minggu</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/14/337/2516924/menkes-beberkan-alasan-tren-vaksinasi-covid-19-menurun-selama-6-minggu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/14/337/2516924/menkes-beberkan-alasan-tren-vaksinasi-covid-19-menurun-selama-6-minggu</guid><pubDate>Selasa 14 Desember 2021 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Kiswondari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/14/337/2516924/menkes-beberkan-alasan-tren-vaksinasi-covid-19-menurun-selama-6-minggu-TBywE3Xb8g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksinasi Covid-19 (Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/14/337/2516924/menkes-beberkan-alasan-tren-vaksinasi-covid-19-menurun-selama-6-minggu-TBywE3Xb8g.jpg</image><title>Vaksinasi Covid-19 (Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui laju vaksinasi Covid-19 di Indonesia menurun dalam 6 minggu terakhir atau sejak November 2021. Jika dibandingkan Oktober 2021, vaksinasi harian bisa mencapai 2,5 juta dosis. Namun, sejak November 2021 menjadi 1 juta dosis per hari.

&quot;Kita juga bisa melihat trennya menurun sejak November. Sekarang rata-rata yang tadinya hampir 2 juta per hari di Minggu terakhir Oktober sekarang turun ke 1 juta per hari,&quot; kata Budi Gunadi saa rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/12/2021).

Budi menjelaskan, penyebab penurunan tersebut lantaran kota-kota di provinsi yang daerahnya padat penduduk dan mudah dijangkau telah melakukan vaksinasi. Sementara, proses vaksinasi saat ini mulai masuk ke kota-kota sekunder yang lebih sulit dan lebih sedikit penduduk, sehingga laju vaksinasi harian mulai menurun.

&quot;Ini disebabkan hampir ibu kota provinsi yang daerahnya padat dan mudah dijangkau sudah hampir semuanya tervaksinasi. Sekarang mulai masuk ke kota-kota sekunder yang lebih sulit dan lebih sedikit penduduknya,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Menkes Yakin Target WHO 40% Vaksinasi Covid-19 Tercapai Sebelum Natal

Menurut mantan Wamen BUMN ini, tingkat efisiensi vaksinasi di kota-kota sekunder ini tidak setinggi vaksinasi yang telah dilakukan di kota-kota besar, karena beragam kondisi.

&quot;Jadi dari sisi efisiensi vaksinasinya tidak setinggi vaksinasi yang kota besar,&quot; ucapnya.

Budi menambahkan, Indonesia per hari ini sudah menyuntikkan 251 juta dosis vaksin Covid-19 dengan 54,55% dosis pertama dan 38,16% dosis kedua.

&quot;Kalau dari sisi target populasi sudah hampir 50% tapi kalau dari total populasi (270.203.917) baru 38,16%,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui laju vaksinasi Covid-19 di Indonesia menurun dalam 6 minggu terakhir atau sejak November 2021. Jika dibandingkan Oktober 2021, vaksinasi harian bisa mencapai 2,5 juta dosis. Namun, sejak November 2021 menjadi 1 juta dosis per hari.

&quot;Kita juga bisa melihat trennya menurun sejak November. Sekarang rata-rata yang tadinya hampir 2 juta per hari di Minggu terakhir Oktober sekarang turun ke 1 juta per hari,&quot; kata Budi Gunadi saa rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/12/2021).

Budi menjelaskan, penyebab penurunan tersebut lantaran kota-kota di provinsi yang daerahnya padat penduduk dan mudah dijangkau telah melakukan vaksinasi. Sementara, proses vaksinasi saat ini mulai masuk ke kota-kota sekunder yang lebih sulit dan lebih sedikit penduduk, sehingga laju vaksinasi harian mulai menurun.

&quot;Ini disebabkan hampir ibu kota provinsi yang daerahnya padat dan mudah dijangkau sudah hampir semuanya tervaksinasi. Sekarang mulai masuk ke kota-kota sekunder yang lebih sulit dan lebih sedikit penduduknya,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Menkes Yakin Target WHO 40% Vaksinasi Covid-19 Tercapai Sebelum Natal

Menurut mantan Wamen BUMN ini, tingkat efisiensi vaksinasi di kota-kota sekunder ini tidak setinggi vaksinasi yang telah dilakukan di kota-kota besar, karena beragam kondisi.

&quot;Jadi dari sisi efisiensi vaksinasinya tidak setinggi vaksinasi yang kota besar,&quot; ucapnya.

Budi menambahkan, Indonesia per hari ini sudah menyuntikkan 251 juta dosis vaksin Covid-19 dengan 54,55% dosis pertama dan 38,16% dosis kedua.

&quot;Kalau dari sisi target populasi sudah hampir 50% tapi kalau dari total populasi (270.203.917) baru 38,16%,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
