<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Booster Vaksin Covid-19 Dimulai Januari 2022, Begini Skemanya</title><description>Terdapat dua skenario vaksin booster Covid-19, yakni yang dibiayai dengan APBN dan non-APBN atau dijual ke masyarakat.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/14/337/2516933/booster-vaksin-covid-19-dimulai-januari-2022-begini-skemanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/14/337/2516933/booster-vaksin-covid-19-dimulai-januari-2022-begini-skemanya"/><item><title>Booster Vaksin Covid-19 Dimulai Januari 2022, Begini Skemanya</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/14/337/2516933/booster-vaksin-covid-19-dimulai-januari-2022-begini-skemanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/14/337/2516933/booster-vaksin-covid-19-dimulai-januari-2022-begini-skemanya</guid><pubDate>Selasa 14 Desember 2021 16:29 WIB</pubDate><dc:creator>Kiswondari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/14/337/2516933/booster-vaksin-covid-19-dimulai-januari-2022-begini-skemanya-ZPmfWWGHYz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/14/337/2516933/booster-vaksin-covid-19-dimulai-januari-2022-begini-skemanya-ZPmfWWGHYz.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR, Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memaparkan seputar perkembangan vaksinasi Covid-19, termasuk juga skenario pemberian vaksin booster Covid-19 yang akan dimulai  pada Januari 2022.

Budi menjelaskan, terdapat dua skenario vaksin booster Covid-19, yakni yang dibiayai dengan APBN dan non-APBN atau dijual ke masyarakat.

&quot;Untuk vaksinasi booster tahun depan kita akan bagi dua skenario, untuk vaksinasi lansia dan PBI non-lansia, itu akan ditanggung negara,&quot; kata Budi Gunadi secara virtual di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/12/2021).

Untuk booster non-APBN, mantan Wamen BUMN ini menjelaskan, vaksin booster tersedia di perusahaan farmasi yang akan langsung dijual ke masyarakat. Dan varian vaksinnya pun lebih banyak.


&amp;nbsp;
&quot;Sedangkan untuk yang mandiri dan non-lansia itu akan kita buka agar  perusahaan-perusahaan farmasi bisa mengimpor vaksinnya dan langsung  menjual ke masyarakat sehingga terjadi keseimbangan di pasar dan akses  di masyarakat pilihannya akan lebih banyak,&quot; terang Budi.

Budi merinci, vaksin booster yang dibiayai negara diberikan kepada  83,1 juta orang, sementara yang non-APBN atau mandiri hanya ada 125,2  atau 139 juta dosis vaksin.

&quot;Sedangkan vaksin booster yang non-APBN akan diberikan kepada 125,2 juta atau sekitar 139 juta vaksin,&quot; tambahnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR, Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memaparkan seputar perkembangan vaksinasi Covid-19, termasuk juga skenario pemberian vaksin booster Covid-19 yang akan dimulai  pada Januari 2022.

Budi menjelaskan, terdapat dua skenario vaksin booster Covid-19, yakni yang dibiayai dengan APBN dan non-APBN atau dijual ke masyarakat.

&quot;Untuk vaksinasi booster tahun depan kita akan bagi dua skenario, untuk vaksinasi lansia dan PBI non-lansia, itu akan ditanggung negara,&quot; kata Budi Gunadi secara virtual di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/12/2021).

Untuk booster non-APBN, mantan Wamen BUMN ini menjelaskan, vaksin booster tersedia di perusahaan farmasi yang akan langsung dijual ke masyarakat. Dan varian vaksinnya pun lebih banyak.


&amp;nbsp;
&quot;Sedangkan untuk yang mandiri dan non-lansia itu akan kita buka agar  perusahaan-perusahaan farmasi bisa mengimpor vaksinnya dan langsung  menjual ke masyarakat sehingga terjadi keseimbangan di pasar dan akses  di masyarakat pilihannya akan lebih banyak,&quot; terang Budi.

Budi merinci, vaksin booster yang dibiayai negara diberikan kepada  83,1 juta orang, sementara yang non-APBN atau mandiri hanya ada 125,2  atau 139 juta dosis vaksin.

&quot;Sedangkan vaksin booster yang non-APBN akan diberikan kepada 125,2 juta atau sekitar 139 juta vaksin,&quot; tambahnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
