<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemimpin Oposisi Belarusia Dihukum Penjara 18 Tahun karena Galang Aksi Protes </title><description>Sergei Tikhanovsky dihukum karena mengorganisir kerusuhan di antara dakwaan lainnya.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/15/18/2517129/pemimpin-oposisi-belarusia-dihukum-penjara-18-tahun-karena-galang-aksi-protes</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/15/18/2517129/pemimpin-oposisi-belarusia-dihukum-penjara-18-tahun-karena-galang-aksi-protes"/><item><title>Pemimpin Oposisi Belarusia Dihukum Penjara 18 Tahun karena Galang Aksi Protes </title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/15/18/2517129/pemimpin-oposisi-belarusia-dihukum-penjara-18-tahun-karena-galang-aksi-protes</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/15/18/2517129/pemimpin-oposisi-belarusia-dihukum-penjara-18-tahun-karena-galang-aksi-protes</guid><pubDate>Rabu 15 Desember 2021 06:05 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/15/18/2517129/pemimpin-oposisi-belarusia-dihukum-penjara-18-tahun-karena-galang-aksi-protes-Qi9Cf3BjPz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemimpin oposisi Belarusia dipenjara 18 tahun (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/15/18/2517129/pemimpin-oposisi-belarusia-dihukum-penjara-18-tahun-karena-galang-aksi-protes-Qi9Cf3BjPz.jpg</image><title>Pemimpin oposisi Belarusia dipenjara 18 tahun (Foto: AFP)</title></images><description>BELARUSIA - Seorang pemimpin oposisi Belarusia yang menggalang aksi protes massa terhadap Presiden Belarusia Alexander Lukashenko telah dihukum penjara selama 18 tahun.
Sergei Tikhanovsky dihukum karena mengorganisir kerusuhan di antara dakwaan lainnya.
Dia berencana untuk menantang Lukashenko dalam pemilihan presiden 2020, tetapi ditahan sebelum pemungutan suara.
Pada Selasa (14/12), Tikhanovskaya mempertanyakan validitas pengadilan yang mengadili suaminya dan mengatakan kepada BBC bahwa hukumannya sama dengan &quot;balas dendam pribadi&quot; oleh Lukashenko.
Adapun istrinya, Svetlana Tikhanovskaya yang juga melawan Lukashenko, yang mengklaim kemenangan dalam jajak pendapat yang didiskreditkan secara luas.
Baca juga:&amp;nbsp;Putin: Negara Barat Sebabkan Krisis Migran di Perbatasan Belarusia
Svetkaba mengklaim kemenangannya sendiri dalam pemilihan Agustus lalu tetapi, karena takut akan keselamatannya, dia terpaksa diasingkan bersama anak-anaknya pada hari berikutnya.
&quot;Sambil menyembunyikan tahanan politik dalam persidangan tertutup, dia berharap untuk melanjutkan penindasan secara diam-diam. Tetapi seluruh dunia menyaksikan. Kami tidak akan berhenti,&quot; tulis sang istri  dalam sebuah tweet.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Belarusia Tolak Duta Besar AS dan Kurangi Staf Kedubes
Menjelang vonis sang suami, dia mengatakan akan terus &quot;membela orang yang saya cintai&quot; dalam video Twitter, yang menunjukkan gambar anak-anak di latar belakang.
Wanita berusia 39 tahun itu adalah mantan guru yang menjadi ibu rumah tangga sampai dia memasuki medan politik di Belarus dan menjadi ikon pro-demokrasi. Dia sekarang tinggal di pengasingan di Lituania.

Kantor berita negara Belarusia Belta mengatakan putusan itu disampaikan di pengadilan di kota Gomel di tenggara pada Selasa (14/12).



Tikhanovsky, 43, yang juga dikenal sebagai blogger YouTube populer, dihukum karena mengorganisir kerusuhan massal, menghasut kebencian dan tuduhan lainnya setelah pengadilan selama berbulan-bulan di balik pintu tertutup.



Surat kabar negara Sovetskaya Belarusia mengatakan lima tokoh oposisi lain yang diadili bersama Tikhanovsky dijatuhi hukuman penjara mulai dari 14 hingga 16 tahun. Yakni politisi oposisi veteran Mikola Statkevich yang dijatuhi hukuman 14 tahun penjara, lalu blogger oposisi Igor Losik dan Vladimir Tsyganovich dipenjara selama 15 tahun. Sedangkan Artyom Sakov dan Dmitry Popov, rekan Tikhanovsky, diberi hukuman penjara 16 tahun.

Mereka adalah tokoh oposisi terbaru yang dipenjara di Belarusia menyusul tindakan keras brutal terhadap suara-suara yang menentang kemenangan pemilihan Alexander Lukashenko.

Semua lawannya yang terkemuka telah dipenjara atau dipaksa melarikan diri dari negara itu.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) dan Jerman juga menyuarakan kemarahan atas vonis terhadap Tikhanovsky dan tokoh oposisi lainnya.



Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Uni Eropa mengutuk penindasan individu oleh Belarusia.



Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan dia terkejut dengan &quot;vonis skandal&quot; pada Selasa (14/12).







Diketahui, Lukashenko telah memerintah Belarusia sejak 1994 tetapi pemilihannya kembali sebagai presiden tahun lalu dianggap tidak sah dan tidak diakui oleh negara-negara Barat.







Dia menentang protes berbulan-bulan tahun lalu ketika politisi dan aktivis oposisi ditangkap dan ditahan di penjara, lalu beberapa orang diduga dipukuli dan disiksa.







Tikhanovsky sekarang menjadi salah satu dari ratusan tahanan politik yang diduga ditahan di penjara Belarusia. Di antara mereka yng dipenjara yakni Maria Kolesnikova, yang dinyatakan bersalah atas kejahatan termasuk merencanakan untuk merebut kekuasaan dan dipenjara selama 11 tahun pada bulan September.






Pemimpin oposisi lain dan mantan bankir, Viktor Babaryko, dijatuhi hukuman 14 tahun penjara atas tuduhan penipuan pada Juli lalu.















Dalam sebuah wawancara di Minsk bulan lalu, koresponden BBC Moskow Steve Rosenberg bertanya kepada Lukashenko berapa banyak tahanan politik yang dipenjara di Belarusia.















&quot;Kami tidak memiliki kejahatan politik dalam hukum,&quot; kata Lukashenko.







&quot;Kami tidak memiliki kejahatan yang menuntut kami. Mereka adalah orang-orang yang telah melanggar hukum Belarusia,&amp;rdquo; lanjutnya.















Tanpa memberikan bukti, dia mengatakan Kolesnikova adalah &quot;agen&quot; Barat dan mengatakan dia telah dipenjara karena dia &quot;melanggar hukum&quot;.















Tindakan keras itu membuat ketegangan meningkat antara Belarusia dan Uni Eropa (UE), yang telah menjatuhkan sanksi keras kepada negara itu. Sejak itu UE menuduh Belarusia menyebabkan krisis migran di perbatasan timurnya sebagai pembalasan atas sanksi.







</description><content:encoded>BELARUSIA - Seorang pemimpin oposisi Belarusia yang menggalang aksi protes massa terhadap Presiden Belarusia Alexander Lukashenko telah dihukum penjara selama 18 tahun.
Sergei Tikhanovsky dihukum karena mengorganisir kerusuhan di antara dakwaan lainnya.
Dia berencana untuk menantang Lukashenko dalam pemilihan presiden 2020, tetapi ditahan sebelum pemungutan suara.
Pada Selasa (14/12), Tikhanovskaya mempertanyakan validitas pengadilan yang mengadili suaminya dan mengatakan kepada BBC bahwa hukumannya sama dengan &quot;balas dendam pribadi&quot; oleh Lukashenko.
Adapun istrinya, Svetlana Tikhanovskaya yang juga melawan Lukashenko, yang mengklaim kemenangan dalam jajak pendapat yang didiskreditkan secara luas.
Baca juga:&amp;nbsp;Putin: Negara Barat Sebabkan Krisis Migran di Perbatasan Belarusia
Svetkaba mengklaim kemenangannya sendiri dalam pemilihan Agustus lalu tetapi, karena takut akan keselamatannya, dia terpaksa diasingkan bersama anak-anaknya pada hari berikutnya.
&quot;Sambil menyembunyikan tahanan politik dalam persidangan tertutup, dia berharap untuk melanjutkan penindasan secara diam-diam. Tetapi seluruh dunia menyaksikan. Kami tidak akan berhenti,&quot; tulis sang istri  dalam sebuah tweet.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Belarusia Tolak Duta Besar AS dan Kurangi Staf Kedubes
Menjelang vonis sang suami, dia mengatakan akan terus &quot;membela orang yang saya cintai&quot; dalam video Twitter, yang menunjukkan gambar anak-anak di latar belakang.
Wanita berusia 39 tahun itu adalah mantan guru yang menjadi ibu rumah tangga sampai dia memasuki medan politik di Belarus dan menjadi ikon pro-demokrasi. Dia sekarang tinggal di pengasingan di Lituania.

Kantor berita negara Belarusia Belta mengatakan putusan itu disampaikan di pengadilan di kota Gomel di tenggara pada Selasa (14/12).



Tikhanovsky, 43, yang juga dikenal sebagai blogger YouTube populer, dihukum karena mengorganisir kerusuhan massal, menghasut kebencian dan tuduhan lainnya setelah pengadilan selama berbulan-bulan di balik pintu tertutup.



Surat kabar negara Sovetskaya Belarusia mengatakan lima tokoh oposisi lain yang diadili bersama Tikhanovsky dijatuhi hukuman penjara mulai dari 14 hingga 16 tahun. Yakni politisi oposisi veteran Mikola Statkevich yang dijatuhi hukuman 14 tahun penjara, lalu blogger oposisi Igor Losik dan Vladimir Tsyganovich dipenjara selama 15 tahun. Sedangkan Artyom Sakov dan Dmitry Popov, rekan Tikhanovsky, diberi hukuman penjara 16 tahun.

Mereka adalah tokoh oposisi terbaru yang dipenjara di Belarusia menyusul tindakan keras brutal terhadap suara-suara yang menentang kemenangan pemilihan Alexander Lukashenko.

Semua lawannya yang terkemuka telah dipenjara atau dipaksa melarikan diri dari negara itu.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) dan Jerman juga menyuarakan kemarahan atas vonis terhadap Tikhanovsky dan tokoh oposisi lainnya.



Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Uni Eropa mengutuk penindasan individu oleh Belarusia.



Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan dia terkejut dengan &quot;vonis skandal&quot; pada Selasa (14/12).







Diketahui, Lukashenko telah memerintah Belarusia sejak 1994 tetapi pemilihannya kembali sebagai presiden tahun lalu dianggap tidak sah dan tidak diakui oleh negara-negara Barat.







Dia menentang protes berbulan-bulan tahun lalu ketika politisi dan aktivis oposisi ditangkap dan ditahan di penjara, lalu beberapa orang diduga dipukuli dan disiksa.







Tikhanovsky sekarang menjadi salah satu dari ratusan tahanan politik yang diduga ditahan di penjara Belarusia. Di antara mereka yng dipenjara yakni Maria Kolesnikova, yang dinyatakan bersalah atas kejahatan termasuk merencanakan untuk merebut kekuasaan dan dipenjara selama 11 tahun pada bulan September.






Pemimpin oposisi lain dan mantan bankir, Viktor Babaryko, dijatuhi hukuman 14 tahun penjara atas tuduhan penipuan pada Juli lalu.















Dalam sebuah wawancara di Minsk bulan lalu, koresponden BBC Moskow Steve Rosenberg bertanya kepada Lukashenko berapa banyak tahanan politik yang dipenjara di Belarusia.















&quot;Kami tidak memiliki kejahatan politik dalam hukum,&quot; kata Lukashenko.







&quot;Kami tidak memiliki kejahatan yang menuntut kami. Mereka adalah orang-orang yang telah melanggar hukum Belarusia,&amp;rdquo; lanjutnya.















Tanpa memberikan bukti, dia mengatakan Kolesnikova adalah &quot;agen&quot; Barat dan mengatakan dia telah dipenjara karena dia &quot;melanggar hukum&quot;.















Tindakan keras itu membuat ketegangan meningkat antara Belarusia dan Uni Eropa (UE), yang telah menjatuhkan sanksi keras kepada negara itu. Sejak itu UE menuduh Belarusia menyebabkan krisis migran di perbatasan timurnya sebagai pembalasan atas sanksi.







</content:encoded></item></channel></rss>
