<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Status Siaga Gunung Semeru, PVMBG Minta Warga Waspada Lontaran Batu Pijar</title><description>Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi telah menaikkan status Gunung Semeru menjadi level 3 atau Siaga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/17/337/2518627/status-siaga-gunung-semeru-pvmbg-minta-warga-waspada-lontaran-batu-pijar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/17/337/2518627/status-siaga-gunung-semeru-pvmbg-minta-warga-waspada-lontaran-batu-pijar"/><item><title>Status Siaga Gunung Semeru, PVMBG Minta Warga Waspada Lontaran Batu Pijar</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/17/337/2518627/status-siaga-gunung-semeru-pvmbg-minta-warga-waspada-lontaran-batu-pijar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/17/337/2518627/status-siaga-gunung-semeru-pvmbg-minta-warga-waspada-lontaran-batu-pijar</guid><pubDate>Jum'at 17 Desember 2021 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Arif Budianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/17/337/2518627/status-siaga-gunung-semeru-pvmbg-minta-warga-waspada-lontaran-batu-pijar-RcLT34xEkQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Semeru meletus (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/17/337/2518627/status-siaga-gunung-semeru-pvmbg-minta-warga-waspada-lontaran-batu-pijar-RcLT34xEkQ.jpg</image><title>Gunung Semeru meletus (Foto: BNPB)</title></images><description>BANDUNG - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi telah menaikkan status Gunung Semeru menjadi level 3 atau Siaga. Atas kenaikan level tersebut, masyarakat diminta mematuhi beberapa rekomendasi agar terhindar dari potensi bencana.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengatakan, beberapa rekomendasi Badan Geologi diantaranya tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.  Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8xNy8xLzE0MjkyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Masyarakat juga direkomendasikan tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,&quot; katanya.


&amp;nbsp;Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG),  guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang  berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan,  Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

&quot;Serta waspadai potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan  anak sungai dari Besuk Kobokan. Kawasan yang direkomendasikan untuk  tidak ada aktivitas dapat dilihat pada lampiran,&quot; beber dia.

Kendati naik jadi level 3, masyarakat tidak terpancing oleh  berita-berita yang tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Api  Semeru. Masyarakat agar mengikuti arahan dari Instansi yang berwenang  yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB,  Pemda, dan instansi terkait lainnya.
</description><content:encoded>BANDUNG - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi telah menaikkan status Gunung Semeru menjadi level 3 atau Siaga. Atas kenaikan level tersebut, masyarakat diminta mematuhi beberapa rekomendasi agar terhindar dari potensi bencana.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono mengatakan, beberapa rekomendasi Badan Geologi diantaranya tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.  Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8xMi8xNy8xLzE0MjkyMC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&quot;Masyarakat juga direkomendasikan tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,&quot; katanya.


&amp;nbsp;Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG),  guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang  berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan,  Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

&quot;Serta waspadai potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan  anak sungai dari Besuk Kobokan. Kawasan yang direkomendasikan untuk  tidak ada aktivitas dapat dilihat pada lampiran,&quot; beber dia.

Kendati naik jadi level 3, masyarakat tidak terpancing oleh  berita-berita yang tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Api  Semeru. Masyarakat agar mengikuti arahan dari Instansi yang berwenang  yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB,  Pemda, dan instansi terkait lainnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
