<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ramalan Jayabaya, Ibarat Bintang di Langit Anggota Tikus Pithi Diklaim Sulit Dihitung</title><description>Saking banyaknya, Tuntas menyebut TPHB sulit dihitung, ibarat bintang-bintang di langit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/18/337/2518928/ramalan-jayabaya-ibarat-bintang-di-langit-anggota-tikus-pithi-diklaim-sulit-dihitung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/18/337/2518928/ramalan-jayabaya-ibarat-bintang-di-langit-anggota-tikus-pithi-diklaim-sulit-dihitung"/><item><title>Ramalan Jayabaya, Ibarat Bintang di Langit Anggota Tikus Pithi Diklaim Sulit Dihitung</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/18/337/2518928/ramalan-jayabaya-ibarat-bintang-di-langit-anggota-tikus-pithi-diklaim-sulit-dihitung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/18/337/2518928/ramalan-jayabaya-ibarat-bintang-di-langit-anggota-tikus-pithi-diklaim-sulit-dihitung</guid><pubDate>Sabtu 18 Desember 2021 09:11 WIB</pubDate><dc:creator>Solopos.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/18/337/2518928/ibarat-bintang-di-langit-anggota-tikus-pithi-diklaim-sulit-dihitung-01WT0xCTDT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Tikus Pithi Hanata Baris Tuntas Subagyo (Foto: Solopos.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/18/337/2518928/ibarat-bintang-di-langit-anggota-tikus-pithi-diklaim-sulit-dihitung-01WT0xCTDT.jpg</image><title>Ketua Tikus Pithi Hanata Baris Tuntas Subagyo (Foto: Solopos.com)</title></images><description>SOLO - Ketua Ormas Tikus Pithi Hanata Baris (TPHB), Tuntas Subagyo, mengklaim jumlah anggota organisasi masyarakat (ormas) yang ia pimpin banyak dan tersebar di mana-mana. Saking banyaknya, Tuntas menyebut TPHB sulit dihitung, ibarat bintang-bintang di langit.
&amp;ldquo;Seperti yang saya sering sampaikan, kalau lihat di langit malam hari ada bintang-bintang, ya itu jumlah kami. Secara pendataan memang ada berapa ratus ribu orang. Tapi kalau diibaratkan ya seperti jumlah bintang-bintang di langit,&amp;rdquo; ujarnya, Jumat (17/12/2021).
Tuntas mengaku saat ini belum bisa memastikan berapa jumlah anggota ormas yang namanya disebut-sebut dalam ramalan Jayabaya itu di Indonesia. Sebab TPHB mempunyai underbow yang bernama Bocah Angon Mbangun Kalangan. Organisasi itu dibentuk Tuntas Subagyo tiga tahun lalu atau 2019.
Baca juga:&amp;nbsp;Menguak Ramalan Jayabaya soal sosok Ratu Adil
Walau secara umum tidak berbeda dengan TPHB, menurut Tuntas, ruang gerak Bocah Angon Mbangun Kalangan lebih luas. Ketika anggota Tikus Pithi Hanata Baris (TPHB) lebih banyak bergerak di ruang-ruang sosial, agama, dan politik, ruang Bocah Angon Mbangun Kalangan lebih luas lagi.
&amp;ldquo;TPHB lebih kepada penguatan di politik, selain di sosial dan keagamaan. Sedangkan Bocah Angon ini merupakan underbow dari TPHB. Ruang gerak Bocah Angon Mbangun Kalangan lebih meluas lagi, karena di organisasi ini tidak terbatas dengan usia,&amp;rdquo; kata Tuntas yang mengklaim penamaan TPHB tidak terkait ramalan Jayabaya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Heboh! Wanita Kesurupan soal Ramalan Jayabaya Pulau Jawa Tenggelam
Bocah Angon

Sedangkan arti nama Bocah Angon Mbangun Kalangan, menurut Tuntas, yaitu anak muda yang membuat kalangan atau kelompok. Istilah atau nama itu diklaim berasal dari Tuntas sendiri. Ia berharap anak-anak muda bisa mengelola kegiatan mereka.
&amp;ldquo;Misalnya pemuda dalam kegiatan kepemudaan atau sosialnya. Istilah itu dari saya sendiri. Istilah supaya seseorang bisa mengelola kegiatan atau bisa menjadi wong angon atau penggembala, membantu orang lain dengan kegiatan-kegiatannya,&amp;rdquo; urainya.
Apalagi di organisasi yang dikelola Tuntas banyak anggota yang memiliki keterampilan, seperti mengelas, bermusik, bermain drama, dan lain-lain. Sehingga, dia melanjutkan, ketika Tikus Pithi Hanata Baris membuat film belum lama ini para anggota bisa menjadi pemeran.
Ihwal nama Tikus Pithi yang masuk di ramalan Jayabaya, Tuntas membebaskan masyarakat akan menafsirkan seperti apa. &amp;ldquo;Nek saya di dalam ramalan itu mangga orang menerjemahkan seperti apa. Saya menyikapi ramalan itu ya secara positif saja,&amp;rdquo; paparnya.</description><content:encoded>SOLO - Ketua Ormas Tikus Pithi Hanata Baris (TPHB), Tuntas Subagyo, mengklaim jumlah anggota organisasi masyarakat (ormas) yang ia pimpin banyak dan tersebar di mana-mana. Saking banyaknya, Tuntas menyebut TPHB sulit dihitung, ibarat bintang-bintang di langit.
&amp;ldquo;Seperti yang saya sering sampaikan, kalau lihat di langit malam hari ada bintang-bintang, ya itu jumlah kami. Secara pendataan memang ada berapa ratus ribu orang. Tapi kalau diibaratkan ya seperti jumlah bintang-bintang di langit,&amp;rdquo; ujarnya, Jumat (17/12/2021).
Tuntas mengaku saat ini belum bisa memastikan berapa jumlah anggota ormas yang namanya disebut-sebut dalam ramalan Jayabaya itu di Indonesia. Sebab TPHB mempunyai underbow yang bernama Bocah Angon Mbangun Kalangan. Organisasi itu dibentuk Tuntas Subagyo tiga tahun lalu atau 2019.
Baca juga:&amp;nbsp;Menguak Ramalan Jayabaya soal sosok Ratu Adil
Walau secara umum tidak berbeda dengan TPHB, menurut Tuntas, ruang gerak Bocah Angon Mbangun Kalangan lebih luas. Ketika anggota Tikus Pithi Hanata Baris (TPHB) lebih banyak bergerak di ruang-ruang sosial, agama, dan politik, ruang Bocah Angon Mbangun Kalangan lebih luas lagi.
&amp;ldquo;TPHB lebih kepada penguatan di politik, selain di sosial dan keagamaan. Sedangkan Bocah Angon ini merupakan underbow dari TPHB. Ruang gerak Bocah Angon Mbangun Kalangan lebih meluas lagi, karena di organisasi ini tidak terbatas dengan usia,&amp;rdquo; kata Tuntas yang mengklaim penamaan TPHB tidak terkait ramalan Jayabaya.
&amp;nbsp;Baca juga:&amp;nbsp;Heboh! Wanita Kesurupan soal Ramalan Jayabaya Pulau Jawa Tenggelam
Bocah Angon

Sedangkan arti nama Bocah Angon Mbangun Kalangan, menurut Tuntas, yaitu anak muda yang membuat kalangan atau kelompok. Istilah atau nama itu diklaim berasal dari Tuntas sendiri. Ia berharap anak-anak muda bisa mengelola kegiatan mereka.
&amp;ldquo;Misalnya pemuda dalam kegiatan kepemudaan atau sosialnya. Istilah itu dari saya sendiri. Istilah supaya seseorang bisa mengelola kegiatan atau bisa menjadi wong angon atau penggembala, membantu orang lain dengan kegiatan-kegiatannya,&amp;rdquo; urainya.
Apalagi di organisasi yang dikelola Tuntas banyak anggota yang memiliki keterampilan, seperti mengelas, bermusik, bermain drama, dan lain-lain. Sehingga, dia melanjutkan, ketika Tikus Pithi Hanata Baris membuat film belum lama ini para anggota bisa menjadi pemeran.
Ihwal nama Tikus Pithi yang masuk di ramalan Jayabaya, Tuntas membebaskan masyarakat akan menafsirkan seperti apa. &amp;ldquo;Nek saya di dalam ramalan itu mangga orang menerjemahkan seperti apa. Saya menyikapi ramalan itu ya secara positif saja,&amp;rdquo; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
