<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Positivity Rate Covid-19 Pelaku Perjalanan Laut dan Darat Lebih Tinggi Dibandingkan Udara</title><description>Budi mengatakan positivity rate Covid-19 di pintu masuk laut dan darat jauh lebih tinggi dibandingkan pintu masuk udara.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/20/337/2519958/positivity-rate-covid-19-pelaku-perjalanan-laut-dan-darat-lebih-tinggi-dibandingkan-udara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/20/337/2519958/positivity-rate-covid-19-pelaku-perjalanan-laut-dan-darat-lebih-tinggi-dibandingkan-udara"/><item><title>Positivity Rate Covid-19 Pelaku Perjalanan Laut dan Darat Lebih Tinggi Dibandingkan Udara</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/20/337/2519958/positivity-rate-covid-19-pelaku-perjalanan-laut-dan-darat-lebih-tinggi-dibandingkan-udara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/20/337/2519958/positivity-rate-covid-19-pelaku-perjalanan-laut-dan-darat-lebih-tinggi-dibandingkan-udara</guid><pubDate>Senin 20 Desember 2021 18:00 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/20/337/2519958/positivity-rate-covid-19-pelaku-perjalan-laut-dan-darat-lebih-tinggi-dibandingkan-udara-sLKFTgL2ZD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/20/337/2519958/positivity-rate-covid-19-pelaku-perjalan-laut-dan-darat-lebih-tinggi-dibandingkan-udara-sLKFTgL2ZD.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan dalam seminggu terakhir terjadi kenaikan kasus Covid-19 dari pelaku perjalanan luar negeri di seluruh pintu masuk-pintu masuk perbatasan.
&amp;ldquo;Dalam seminggu terakhir terjadi peningkatan pelaku perjalanan luar negeri yang cukup tinggi di seluruh pintu masuk,&amp;rdquo; ungkap Budi dalam Konferensi Pers secara virtual, Senin (20/12/2021).
Sementara itu, Budi mengatakan positivity rate Covid-19 di pintu masuk laut dan darat jauh lebih tinggi dibandingkan pintu masuk udara.
&amp;ldquo;Dan kita sudah amati semua kita tes PCR dan genome sequencing, ternyata pintu masuk laut dan pintu masuk darat jauh lebih tinggi positivity ratenya dibandingkan pintu masuk udara,&amp;rdquo; kata Budi.



Oleh karena itu, Budi mengatakan Kemenkes dibantu TNI dan Polri juga Kemendagri akan memperkuat surveilans dan karantina. &amp;ldquo;Oleh karena itu kami dengan bantuan TNI, Polri dan Kemendagri akan memperkuat proses surveilans dan juga karantina di pintu masuk-pintu masuk laut dan darat.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Apa yang kita lakukan? Seelain dengan tes WGS, kita juga sudah menggunakan tes PCR dengan SGTF (S gene target failure) yang bisa lebih cepat mendeteksi,&amp;rdquo; kata Budi.
&amp;ldquo;Karena tes PCR dengan SGTF berfungsi sebagai titer maka terjadi tidak 100% seperti WGS tapi kemungkinan besar bisa mendeteksi Omicron dalam waktu 4 sampai 6 jam saja. Sedangkan wgs membutuhkan hanya sampai 5 hari,&amp;rdquo; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan dalam seminggu terakhir terjadi kenaikan kasus Covid-19 dari pelaku perjalanan luar negeri di seluruh pintu masuk-pintu masuk perbatasan.
&amp;ldquo;Dalam seminggu terakhir terjadi peningkatan pelaku perjalanan luar negeri yang cukup tinggi di seluruh pintu masuk,&amp;rdquo; ungkap Budi dalam Konferensi Pers secara virtual, Senin (20/12/2021).
Sementara itu, Budi mengatakan positivity rate Covid-19 di pintu masuk laut dan darat jauh lebih tinggi dibandingkan pintu masuk udara.
&amp;ldquo;Dan kita sudah amati semua kita tes PCR dan genome sequencing, ternyata pintu masuk laut dan pintu masuk darat jauh lebih tinggi positivity ratenya dibandingkan pintu masuk udara,&amp;rdquo; kata Budi.



Oleh karena itu, Budi mengatakan Kemenkes dibantu TNI dan Polri juga Kemendagri akan memperkuat surveilans dan karantina. &amp;ldquo;Oleh karena itu kami dengan bantuan TNI, Polri dan Kemendagri akan memperkuat proses surveilans dan juga karantina di pintu masuk-pintu masuk laut dan darat.&amp;rdquo;
&amp;ldquo;Apa yang kita lakukan? Seelain dengan tes WGS, kita juga sudah menggunakan tes PCR dengan SGTF (S gene target failure) yang bisa lebih cepat mendeteksi,&amp;rdquo; kata Budi.
&amp;ldquo;Karena tes PCR dengan SGTF berfungsi sebagai titer maka terjadi tidak 100% seperti WGS tapi kemungkinan besar bisa mendeteksi Omicron dalam waktu 4 sampai 6 jam saja. Sedangkan wgs membutuhkan hanya sampai 5 hari,&amp;rdquo; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
