<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kiai Said Ingatkan Wasiat KH Hasyim Asyari dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung</title><description>&amp;ldquo;Akibatnya nasionalisme dan agama seringkali bertentangan satu demi satu dengan konflik-konflik,&amp;rdquo; ucapnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/22/337/2520885/kiai-said-ingatkan-wasiat-kh-hasyim-asyari-dalam-muktamar-ke-34-nu-di-lampung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/22/337/2520885/kiai-said-ingatkan-wasiat-kh-hasyim-asyari-dalam-muktamar-ke-34-nu-di-lampung"/><item><title>Kiai Said Ingatkan Wasiat KH Hasyim Asyari dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/22/337/2520885/kiai-said-ingatkan-wasiat-kh-hasyim-asyari-dalam-muktamar-ke-34-nu-di-lampung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/22/337/2520885/kiai-said-ingatkan-wasiat-kh-hasyim-asyari-dalam-muktamar-ke-34-nu-di-lampung</guid><pubDate>Rabu 22 Desember 2021 12:29 WIB</pubDate><dc:creator>Dominique Hilvy Febiani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/22/337/2520885/kiai-said-ingatkan-wasiat-kh-hasyim-asyari-dalam-muktamar-ke-34-nu-di-lampung-f4Id6kiRd3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj (Foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/22/337/2520885/kiai-said-ingatkan-wasiat-kh-hasyim-asyari-dalam-muktamar-ke-34-nu-di-lampung-f4Id6kiRd3.jpg</image><title>Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj (Foto: istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) PBNU Said Aqil Siradj mengingatkan bahwa KH Hasyim Asyari merupakan seorang pejuang Islam dengan nasionalisme kepada bangsa dan negara.
Ia menyampaikan wasiat dari pendiri PBNU itu yang disuarakan ribuan ulama pesantren yakni nasionalisme dan agama merupakan dua kutub yang saling menguatkan.
&amp;ldquo;Nasionalisme dan agama adalah dua kutub yang paling menguatkan keduanya jangan dipertentangkan,&amp;rdquo; kata Kiai Said dalam Muktamar ke-34 NU di Pondok Pesantren Darussa'adah Gunungsugih, Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Rabu (22/12/2021).
Menurut dia, di Timur Tengah tidak banyak dijumpai ulama yang nasionalis. Selain itu, kata dia, sangat jarang juga ditemukan kaum nasionalis yang juga seorang ulama.
Sehingga menyebabkan nilai agama dan nilai nasionalisme saling bertolak belakang dan menyebabkan perpecahan.
Baca juga:&amp;nbsp;Tokoh-Tokoh NU yang Berperan dalam Pendidikan Nasional, dari KH Hasyim Asyari hingga Ayah Gus Dur
&amp;ldquo;Akibatnya nasionalisme dan agama seringkali bertentangan satu demi satu dengan konflik-konflik,&amp;rdquo; ucapnya.
Selain itu, ia juga memaparkan bahwa sejumlah konflik di timur tengah merupakan bentuk ketidaktuntasan dalam menjawab tantangan zaman dan belum menemukan titik temu antara semangat Islam dan nationalisme.
Baca juga:&amp;nbsp;Said Aqil Dukung Regenerasi di Tubuh PBNU
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) PBNU Said Aqil Siradj mengingatkan bahwa KH Hasyim Asyari merupakan seorang pejuang Islam dengan nasionalisme kepada bangsa dan negara.
Ia menyampaikan wasiat dari pendiri PBNU itu yang disuarakan ribuan ulama pesantren yakni nasionalisme dan agama merupakan dua kutub yang saling menguatkan.
&amp;ldquo;Nasionalisme dan agama adalah dua kutub yang paling menguatkan keduanya jangan dipertentangkan,&amp;rdquo; kata Kiai Said dalam Muktamar ke-34 NU di Pondok Pesantren Darussa'adah Gunungsugih, Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Rabu (22/12/2021).
Menurut dia, di Timur Tengah tidak banyak dijumpai ulama yang nasionalis. Selain itu, kata dia, sangat jarang juga ditemukan kaum nasionalis yang juga seorang ulama.
Sehingga menyebabkan nilai agama dan nilai nasionalisme saling bertolak belakang dan menyebabkan perpecahan.
Baca juga:&amp;nbsp;Tokoh-Tokoh NU yang Berperan dalam Pendidikan Nasional, dari KH Hasyim Asyari hingga Ayah Gus Dur
&amp;ldquo;Akibatnya nasionalisme dan agama seringkali bertentangan satu demi satu dengan konflik-konflik,&amp;rdquo; ucapnya.
Selain itu, ia juga memaparkan bahwa sejumlah konflik di timur tengah merupakan bentuk ketidaktuntasan dalam menjawab tantangan zaman dan belum menemukan titik temu antara semangat Islam dan nationalisme.
Baca juga:&amp;nbsp;Said Aqil Dukung Regenerasi di Tubuh PBNU
</content:encoded></item></channel></rss>
