<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gibran Pecat Sopir Bus BST yang Minta Foto Cantik ke Penumpang</title><description>Oknum sopir bus Batik Solo Trans (BST) yang meminta kiriman foto cantik seorang penumpang wanita akhirnya dipecat.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/22/340/2520994/gibran-pecat-sopir-bus-bst-yang-minta-foto-cantik-ke-penumpang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/22/340/2520994/gibran-pecat-sopir-bus-bst-yang-minta-foto-cantik-ke-penumpang"/><item><title>Gibran Pecat Sopir Bus BST yang Minta Foto Cantik ke Penumpang</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/22/340/2520994/gibran-pecat-sopir-bus-bst-yang-minta-foto-cantik-ke-penumpang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/22/340/2520994/gibran-pecat-sopir-bus-bst-yang-minta-foto-cantik-ke-penumpang</guid><pubDate>Rabu 22 Desember 2021 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Solopos.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/22/340/2520994/gibran-pecat-sopir-bus-bst-yang-minta-foto-cantik-ke-penumpang-N61zuauQOk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gibran Rakabuming Raka (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/22/340/2520994/gibran-pecat-sopir-bus-bst-yang-minta-foto-cantik-ke-penumpang-N61zuauQOk.jpg</image><title>Gibran Rakabuming Raka (Foto: Okezone)</title></images><description>SOLO &amp;ndash; Oknum sopir bus Batik Solo Trans (BST) yang meminta kiriman foto cantik seorang penumpang wanita akhirnya dipecat. Hal itu sesuai permintaan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang menyebut oknum sopir itu sudah keterlaluan karena melakukan pelecehan verbal.

Sebelumnya, Direktur PT Bengawan Solo Trans selaku operator bus BST Solo, Sri Sadadmojo, mengaku sudah menginterogasi oknum sopir bus BST yang meminta kiriman foto cantik penumpang itu. Dia menegaskanya sanksi tiga hari skorsing itu diberikan supaya oknum sopir kapok.

Namun, tak lama kemudian, Sadad merevisi pernyataannya dengan menyebut oknum sopir bus BST itu sudah dipecat. &amp;ldquo;Diralat. Pengemudi [bus BST] kita PHK [pemutusan hubungan kerja],&amp;rdquo; jelas Sadad dalam pesan singkat yang diterima Solopos.com, Rabu (22/12/2021).

Sadad menegaskan akan ada evaluasi untuk mencegah kejadian serupa tidak terulang. Semua kru sopir bus BST akan selalu diingatkan bekerja secara profesional untuk melayani penumpang sampai ke tujuan.



&amp;ldquo;Termasuk ada yang berantem dengan orang parkir, kita juga sudah panggil dan sanksi. Karena pada prinsipnya, tugas kita melayani [masyarakat],&amp;rdquo; paparnya.

Ditemui di SMKN 4 Solo, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menyebut pelanggaran yang dilakukan oknum operator BST sudah kerap terjadi. Hal itu, kata dia, merugikan wajah Kota Solo. Oleh sebab itu, evaluasi perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

&amp;ldquo;Ya harus kita evaluasi. Tidak semua driver seperti itu. Kan ada yang  viral membantu lansia. Tetapi yang jelek juga banyak. Dan tidak  responsif terhadap komplain warga itu yang saya enggak suka,&amp;rdquo; jelas  Gibran.

Gibran menyebut adanya oknum sopir yang berulah bermula dari proses  perekrutan yang kurang selektif. &amp;ldquo;Kurang selektif. Harus ada bimbingan  lebih lanjut. Cara-cara kerja di tempat kerja lama tidak bisa  ditempatkan di tempat kerja baru,&amp;rdquo; tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, oknum sopir bus Batik Solo Trans (BST) yang  meminta kiriman foto cantik seorang penumpang mendapat sanksi skors  selama tiga hari. Namun, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, tegas  meminta oknum sopir itu diberhentikan dari pekerjaannya.

Saat ditemui wartawan di SMKN 4 Solo, Rabu (22/12/2021), Gibran  mengaku sudah mendapat laporan bila oknum sopir itu sudah mendapat  sanksi berupa skors selama tiga hari. Kendati begitu, dia menganggap  sanksi itu terlalu ringan.

&amp;ldquo;Sudah disanksi. Tapi saya lihat sanksinya tidak tegas. Hanya  skorsing tiga hari. Tidak bisa hanya di-skorsing selama tiga hari  seperti itu. Ini ngawur. Ini mau tak parani kantore,&amp;rdquo; jelas Gibran.

Gibran menegaskan tindakan dari oknum sopir itu merupakan pelecehan  secara verbal. Apa yang dilakukan oknum sopir itu, kata, memalukan  dirinya dan Pemkot Solo. Terlebih, ternyata korban dari pelecehan verbal  tidak hanya satu orang.

&amp;ldquo;Saya yang malu dan bukan hanya satu korban. Sudah ada beberapa. Saya  terima kasih juga ke warga, korban yang sudah mau speak up. Tidak  gampang loh speak up seperti itu. Apalagi ini marak sekali kasus seperti  ini. Ini memalukan sekali dan hukumannya terlalu ringan,&amp;rdquo; tegas Gibram.

Ditanya hukuman yang pantas untuk oknum sopir BST, Gibran menegaskan  dipecat saja. Dia juga meminta semua korban yang pernah mendapat  perlakuan serupa oleh oknum sopir bisa melapor. Dia memastikan Pemkot  Solo akan bertindak cepat menanggapi laporan keluhan dari masyarakat.

&amp;ldquo;Kalau tidak viral, mereka [BST] juga tidak gerak. Rekruitmen [sopir]  dulu bagaimana? Nanti tak parani kantore. Itu suatu pelecehan,&amp;rdquo; papar  Gibran.

Sementara itu, Direktur PT Bengawan Solo Trans selaku operator bus  BST Solo, Sri Sadadmojo, mengatakan mengaku sudah menginterogasi oknum  sopir bus BST yang meminta kiriman foto cantik penumpang itu. Dia  menegaskanya sanksi tiga hari skorsing itu diberikan supaya oknum sopir  kapok.

&amp;ldquo;Walau itu mungkin urusan pribadi, tapi terjadi multi persepsi yang  terus terang nama BST kena juga. Makanya ya sementara kita SP [surat  peringatan] dulu supaya dia kapok.

Sebelumnya diberitakan, sebuah tangkapan layar ponsel berisi obrolan   singkat via WhatsApp (WA) antara seorang yang mengaku sebagai sopir bus   Batik Solo Trans (BST) dengan seorang penumpang wanita viral di media   sosial.

Dalam obrolan via WA itu, oknum sopir bus BST itu menyapa penumpang   dengan kata sayang. Tidak hanya itu, sopir bus BST itu kemudian meminta   dikirimi foto penumpang wanita itu dengan pose yang cantik.

&amp;ldquo;Bapak kirimi satu foto satu ya dik? Yang cantik.&amp;rdquo; Pesan itu lalu   dijawab, &amp;ldquo;Mohon maaf pak, tidak bisa. Karena foto pribadi, saya tidak   boleh mengirimkan ke orang lain,&amp;rdquo; jawab penumpang wanita itu.

Tangkapan layar itu kemudian diunggah oleh akun Twitter @SoloMenfess   dengan cuitan, &amp;ldquo;Soll cuma mau ngingetin, tadi aku naik BST dari Apotik   Kencana cedak Paragon ke [RSUD dr.] Moewardi. Terus pas balik naik lagi   ketemu driver yang sama, bapaknya ramah, baik. Terus tiba-tiba minta  no.  WA. Katanya buat infoin jadwal BST biar enak gitu. Terus aku kasih  aja  gitu. Eh gak tahunya pas WA kaya gitu. Aku jadi takut, mohon  solusinya.  Nomornya sudah tak blokir juga. Dan teman-teman mohon  hati-hati untuk  tidak ngasih no. WA sembarangan dengan embel-embel  apapun.&amp;rdquo;

Cuitan di Twitter itu kemudian direspons Wali Kota Solo, Gibran   Rakabuming Raka. Melalui akun twitternya, @gibran_tweet, Gibran meminta   kejelasan terkait kronologinya. &amp;ldquo;Tolong DM. Saya pengen tahu   kronologinya.&amp;rdquo;


</description><content:encoded>SOLO &amp;ndash; Oknum sopir bus Batik Solo Trans (BST) yang meminta kiriman foto cantik seorang penumpang wanita akhirnya dipecat. Hal itu sesuai permintaan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang menyebut oknum sopir itu sudah keterlaluan karena melakukan pelecehan verbal.

Sebelumnya, Direktur PT Bengawan Solo Trans selaku operator bus BST Solo, Sri Sadadmojo, mengaku sudah menginterogasi oknum sopir bus BST yang meminta kiriman foto cantik penumpang itu. Dia menegaskanya sanksi tiga hari skorsing itu diberikan supaya oknum sopir kapok.

Namun, tak lama kemudian, Sadad merevisi pernyataannya dengan menyebut oknum sopir bus BST itu sudah dipecat. &amp;ldquo;Diralat. Pengemudi [bus BST] kita PHK [pemutusan hubungan kerja],&amp;rdquo; jelas Sadad dalam pesan singkat yang diterima Solopos.com, Rabu (22/12/2021).

Sadad menegaskan akan ada evaluasi untuk mencegah kejadian serupa tidak terulang. Semua kru sopir bus BST akan selalu diingatkan bekerja secara profesional untuk melayani penumpang sampai ke tujuan.



&amp;ldquo;Termasuk ada yang berantem dengan orang parkir, kita juga sudah panggil dan sanksi. Karena pada prinsipnya, tugas kita melayani [masyarakat],&amp;rdquo; paparnya.

Ditemui di SMKN 4 Solo, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menyebut pelanggaran yang dilakukan oknum operator BST sudah kerap terjadi. Hal itu, kata dia, merugikan wajah Kota Solo. Oleh sebab itu, evaluasi perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

&amp;ldquo;Ya harus kita evaluasi. Tidak semua driver seperti itu. Kan ada yang  viral membantu lansia. Tetapi yang jelek juga banyak. Dan tidak  responsif terhadap komplain warga itu yang saya enggak suka,&amp;rdquo; jelas  Gibran.

Gibran menyebut adanya oknum sopir yang berulah bermula dari proses  perekrutan yang kurang selektif. &amp;ldquo;Kurang selektif. Harus ada bimbingan  lebih lanjut. Cara-cara kerja di tempat kerja lama tidak bisa  ditempatkan di tempat kerja baru,&amp;rdquo; tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, oknum sopir bus Batik Solo Trans (BST) yang  meminta kiriman foto cantik seorang penumpang mendapat sanksi skors  selama tiga hari. Namun, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, tegas  meminta oknum sopir itu diberhentikan dari pekerjaannya.

Saat ditemui wartawan di SMKN 4 Solo, Rabu (22/12/2021), Gibran  mengaku sudah mendapat laporan bila oknum sopir itu sudah mendapat  sanksi berupa skors selama tiga hari. Kendati begitu, dia menganggap  sanksi itu terlalu ringan.

&amp;ldquo;Sudah disanksi. Tapi saya lihat sanksinya tidak tegas. Hanya  skorsing tiga hari. Tidak bisa hanya di-skorsing selama tiga hari  seperti itu. Ini ngawur. Ini mau tak parani kantore,&amp;rdquo; jelas Gibran.

Gibran menegaskan tindakan dari oknum sopir itu merupakan pelecehan  secara verbal. Apa yang dilakukan oknum sopir itu, kata, memalukan  dirinya dan Pemkot Solo. Terlebih, ternyata korban dari pelecehan verbal  tidak hanya satu orang.

&amp;ldquo;Saya yang malu dan bukan hanya satu korban. Sudah ada beberapa. Saya  terima kasih juga ke warga, korban yang sudah mau speak up. Tidak  gampang loh speak up seperti itu. Apalagi ini marak sekali kasus seperti  ini. Ini memalukan sekali dan hukumannya terlalu ringan,&amp;rdquo; tegas Gibram.

Ditanya hukuman yang pantas untuk oknum sopir BST, Gibran menegaskan  dipecat saja. Dia juga meminta semua korban yang pernah mendapat  perlakuan serupa oleh oknum sopir bisa melapor. Dia memastikan Pemkot  Solo akan bertindak cepat menanggapi laporan keluhan dari masyarakat.

&amp;ldquo;Kalau tidak viral, mereka [BST] juga tidak gerak. Rekruitmen [sopir]  dulu bagaimana? Nanti tak parani kantore. Itu suatu pelecehan,&amp;rdquo; papar  Gibran.

Sementara itu, Direktur PT Bengawan Solo Trans selaku operator bus  BST Solo, Sri Sadadmojo, mengatakan mengaku sudah menginterogasi oknum  sopir bus BST yang meminta kiriman foto cantik penumpang itu. Dia  menegaskanya sanksi tiga hari skorsing itu diberikan supaya oknum sopir  kapok.

&amp;ldquo;Walau itu mungkin urusan pribadi, tapi terjadi multi persepsi yang  terus terang nama BST kena juga. Makanya ya sementara kita SP [surat  peringatan] dulu supaya dia kapok.

Sebelumnya diberitakan, sebuah tangkapan layar ponsel berisi obrolan   singkat via WhatsApp (WA) antara seorang yang mengaku sebagai sopir bus   Batik Solo Trans (BST) dengan seorang penumpang wanita viral di media   sosial.

Dalam obrolan via WA itu, oknum sopir bus BST itu menyapa penumpang   dengan kata sayang. Tidak hanya itu, sopir bus BST itu kemudian meminta   dikirimi foto penumpang wanita itu dengan pose yang cantik.

&amp;ldquo;Bapak kirimi satu foto satu ya dik? Yang cantik.&amp;rdquo; Pesan itu lalu   dijawab, &amp;ldquo;Mohon maaf pak, tidak bisa. Karena foto pribadi, saya tidak   boleh mengirimkan ke orang lain,&amp;rdquo; jawab penumpang wanita itu.

Tangkapan layar itu kemudian diunggah oleh akun Twitter @SoloMenfess   dengan cuitan, &amp;ldquo;Soll cuma mau ngingetin, tadi aku naik BST dari Apotik   Kencana cedak Paragon ke [RSUD dr.] Moewardi. Terus pas balik naik lagi   ketemu driver yang sama, bapaknya ramah, baik. Terus tiba-tiba minta  no.  WA. Katanya buat infoin jadwal BST biar enak gitu. Terus aku kasih  aja  gitu. Eh gak tahunya pas WA kaya gitu. Aku jadi takut, mohon  solusinya.  Nomornya sudah tak blokir juga. Dan teman-teman mohon  hati-hati untuk  tidak ngasih no. WA sembarangan dengan embel-embel  apapun.&amp;rdquo;

Cuitan di Twitter itu kemudian direspons Wali Kota Solo, Gibran   Rakabuming Raka. Melalui akun twitternya, @gibran_tweet, Gibran meminta   kejelasan terkait kronologinya. &amp;ldquo;Tolong DM. Saya pengen tahu   kronologinya.&amp;rdquo;


</content:encoded></item></channel></rss>
