<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 Melonjak, Italia Larang Acara Perayaan Tahun Baru</title><description>Italia juga menerapkan sejumlah pembatasan hingga 31 Januari 2022.</description><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/24/18/2521915/kasus-covid-19-melonjak-italia-larang-acara-perayaan-tahun-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2021/12/24/18/2521915/kasus-covid-19-melonjak-italia-larang-acara-perayaan-tahun-baru"/><item><title>Kasus Covid-19 Melonjak, Italia Larang Acara Perayaan Tahun Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2021/12/24/18/2521915/kasus-covid-19-melonjak-italia-larang-acara-perayaan-tahun-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2021/12/24/18/2521915/kasus-covid-19-melonjak-italia-larang-acara-perayaan-tahun-baru</guid><pubDate>Jum'at 24 Desember 2021 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/12/24/18/2521915/kasus-covid-19-melonjak-italia-larang-acara-perayaan-tahun-baru-JAcoBsywL6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Reuters.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/12/24/18/2521915/kasus-covid-19-melonjak-italia-larang-acara-perayaan-tahun-baru-JAcoBsywL6.jpg</image><title>Foto: Reuters.</title></images><description>ROMA - Italia telah memperketat pembatasan untuk mengekang lonjakan infeksi Covid-19, termasuk melarang semua perayaan Malam Tahun Baru publik, kata pemerintah pada Kamis (23/12/2021). Langkah ini diambil ketika infeksi harian Covid-19 di Italia mencapai rekor tertinggi.
Menteri Kesehatan Roberto Speranza mengatakan bahwa pemerintah telah mewajibkan lagi warganya untuk memakai masker di luar ruangan, dan meminta orang-orang menggunakan masker Ffp2 yang lebih protektif di transportasi umum dan di tempat-tempat umum, seperti teater, bioskop, dan di acara olahraga.
BACA JUGA: Tragis, Pria Anti Vaksin Tewas Usai Sengaja Datang ke Pesta Corona
Selain itu, konser dan acara terbuka akan dilarang hingga 31 Januari, begitu juga dengan diskotik serta klub dansa, dalam upaya untuk mencegah sosialisasi massal selama masa liburan.
Diwartakan Reuters, pengumuman itu datang di hari yang sama saat Italia mencatat rekor 44.595 kasus virus corona baru. Jumlah itu merupakan peningkatan lebih dari 70% hanya dalam seminggu, dengan varian Omicron yang menular mulai menyebar di seluruh negeri.
Kematian juga mulai merangkak naik, bertambah menjadi 168 pada Kamis, jumlah terbesar sejak Mei. Meski begitu, angka tersebut tetap jauh di bawah tingkat yang terlihat selama lonjakan infeksi sebelumnya terutama berkat banyaknya orang yang divaksinasi di Italia.
BACA JUGA: Kasus Covid-19 Melonjak, Negara-negara di Eropa Terapkan Hard atau Parsial Lockdown
Speranza mengatakan hampir 89% orang Italia telah divaksinasi, tetapi pemerintah ingin mempercepat pengiriman suntikan booster ketiga, yang dianggap sebagai perisai paling efektif melawan varian Omicron.
Pemerintah akan memangkas waktu tunggu booster setelah vaksinasi kedua menjadi empat bulan dari lima bulan.

Selain itu, para menteri sepakat untuk mengurangi validitas sertifikat kesehatan Covid-19, yang diperlukan untuk mengakses berbagai tempat dan layanan, karena fakta bahwa efektivitas vaksin memudar dari waktu ke waktu.
Akibatnya, mulai 1 Februari 2022, sertifikat vaksin hanya akan berlaku selama enam bulan, bukan sembilan seperti saat ini.
Italia adalah negara Barat pertama yang dilanda pandemi tahun lalu dan sejauh ini telah mencatat 136.245 kematian - penghitungan tertinggi kedua di Eropa setelah Inggris.
Namun kampanye vaksinasi telah terbukti salah satu yang paling efektif di dunia dan pemerintah telah mengatakan bertekad untuk menghindari kembalinya penguncian umum.</description><content:encoded>ROMA - Italia telah memperketat pembatasan untuk mengekang lonjakan infeksi Covid-19, termasuk melarang semua perayaan Malam Tahun Baru publik, kata pemerintah pada Kamis (23/12/2021). Langkah ini diambil ketika infeksi harian Covid-19 di Italia mencapai rekor tertinggi.
Menteri Kesehatan Roberto Speranza mengatakan bahwa pemerintah telah mewajibkan lagi warganya untuk memakai masker di luar ruangan, dan meminta orang-orang menggunakan masker Ffp2 yang lebih protektif di transportasi umum dan di tempat-tempat umum, seperti teater, bioskop, dan di acara olahraga.
BACA JUGA: Tragis, Pria Anti Vaksin Tewas Usai Sengaja Datang ke Pesta Corona
Selain itu, konser dan acara terbuka akan dilarang hingga 31 Januari, begitu juga dengan diskotik serta klub dansa, dalam upaya untuk mencegah sosialisasi massal selama masa liburan.
Diwartakan Reuters, pengumuman itu datang di hari yang sama saat Italia mencatat rekor 44.595 kasus virus corona baru. Jumlah itu merupakan peningkatan lebih dari 70% hanya dalam seminggu, dengan varian Omicron yang menular mulai menyebar di seluruh negeri.
Kematian juga mulai merangkak naik, bertambah menjadi 168 pada Kamis, jumlah terbesar sejak Mei. Meski begitu, angka tersebut tetap jauh di bawah tingkat yang terlihat selama lonjakan infeksi sebelumnya terutama berkat banyaknya orang yang divaksinasi di Italia.
BACA JUGA: Kasus Covid-19 Melonjak, Negara-negara di Eropa Terapkan Hard atau Parsial Lockdown
Speranza mengatakan hampir 89% orang Italia telah divaksinasi, tetapi pemerintah ingin mempercepat pengiriman suntikan booster ketiga, yang dianggap sebagai perisai paling efektif melawan varian Omicron.
Pemerintah akan memangkas waktu tunggu booster setelah vaksinasi kedua menjadi empat bulan dari lima bulan.

Selain itu, para menteri sepakat untuk mengurangi validitas sertifikat kesehatan Covid-19, yang diperlukan untuk mengakses berbagai tempat dan layanan, karena fakta bahwa efektivitas vaksin memudar dari waktu ke waktu.
Akibatnya, mulai 1 Februari 2022, sertifikat vaksin hanya akan berlaku selama enam bulan, bukan sembilan seperti saat ini.
Italia adalah negara Barat pertama yang dilanda pandemi tahun lalu dan sejauh ini telah mencatat 136.245 kematian - penghitungan tertinggi kedua di Eropa setelah Inggris.
Namun kampanye vaksinasi telah terbukti salah satu yang paling efektif di dunia dan pemerintah telah mengatakan bertekad untuk menghindari kembalinya penguncian umum.</content:encoded></item></channel></rss>
